Or perhaps in Slytherin you’ll make your real friends, Those cunning folk use any means to achieve their ends. And Power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

NexianBerry is in my hand

Setelah terjadi tragedi kehilangan sahabat perjalanan, Nokia 2112, beberapa bulan lalu. Sebenarnya aku sudah punya gantinya. Ditambah lagi dua gadget yang sama (versi GSM) aku ganti juga, Nokia 1100 dan Sony Ericsson R306. Sayangnya tepat kemarin Sony Ericsson-ku mengalami kerusakan sistem operasi.

Dimulai dari Kamis malam tenaga batere Sony Ericsson (SonEr) nya habis total, so aku charging mulai 18.30 hingga 22.30 WIB, dan belum juga ber-status batere penuh (full). Aku matikan hingga menjelang subuh, dan aku lakukan charge kembali, sambil jatuh ke lantai dalam jarak ketinggian 10 cm. Ternyata dalam hitungan detik, SonEr mulai mengadakan getaran aneh serta muncul tulisan “Masalah Serius, Hentikan Pengisian, Hentikan Pemakaian. Segera Hubung Sony Ericsson terdekat”.

Wow, ada apa ini?

Aku coba hidupkan, alhamdulillah masih bisa. Segera back-up phonebook dan foto-foto. Ternyata yang rusak adalah sistem didalamnya, terbukti dengan tidak berfungsinya tema dan wallpaper. Lainnya fine-fine aja. Langsung deh meluncur ke sentra ponsel di Mall Kartini. Trus, ditawarin NexianBerry model G522, bisa dibeli dengan metode tukar-tambah. Asyik punya handphone baru.

xxx gambar xxx

Nexian, handphone produk China yang mirip dengan BlackBerry (BB) ini memang sedang nge-trend bagi yang ingin bergaya tapi mempunyai kemampuan budget pas-pasan (just like me). Dual GSM jadi nggak repot bawa dua handphone, ukuran besar dan sayangnya tidak ada fasilitas Bluetooth. NX-G522 ini sebenarnya gadget anyar dari Nexian yang menggandeng provider Telkomsel. Di iklan harganya cuma Rp. 599 ribu, tapi realitanya dijual dipasaran dengan harga Rp. 750 ribu. Lucunya lagi sinyalnya ternyata tidak sekuat handphone Sony Ericsson di rumahku. Ehmm… however, i still feel grab the NexianBlackBerry in my hand.

salam inspirasi,
Redha Herdianto

Microsoft Security Essentials

Kalau sebelumnya saya cuma menampilkan cuplikan artikel tentang AVG, maka postingan kali ini menampilkan pemenang kedua dari ujicoba yang dilakukan majalah PCPlus edisi 345, yakni antivirus Microsoft Security Essentials (MSE). Tertulis versi yang digunakan oleh PCPlus dalam pengujiannya adalah MSE 1.0.1611.

MSE sendiri merupakan antivirus gratis yang dikeluarkan oleh perusahaan raksasa Microsoft guna menggantikan Live OneCare yang tidak gratis alias berbayar. Mengutip dari rilis yang diungkapkan oleh Microsoft, keluarnya MSE bukanlah untuk menyaingi antivirus gratisan yang sudah lebih dulu ada, selain ditujukan bagi orang yang belum terlindungi.

Sebelum instal besarnya file Microsoft Security Essentials (MSE) adalah 8.6 MB. Ini lebih kecil yang yang dimiliki AVG. Setelah di-instal MSE membutuhkan waktu sekitar 59 detik. Waktu ini sudah termasuk waktu untuk melakukan validasi keaslian Windows. Kalau koneksi internetnya lelet, instalasi bisa berjalan lebih lama.

Untuk kecepatan scan, MSE menyelesaikan proses scan USB flash disk berukuran 4GB yang terpakai 1.88GB dalam waktu 16 detik.

Antivirus yang disebut baik adalah antivirus yang bisa meletakkan proses scan di belakang layar, sehingga antivirus dapat bekerja mencari serta membasmi virus penganggu tanpa membuat komputer menjadi lambat. Pada saat PCPlus melakukan konversi file multimedia dibutuhkan waktu selama 58 detik.

Dalam soal mengenali flashdisk ber-virus, MSE dengan mudah menemukan worm Win32/Nuqel.A, worm Win32/Autorun.inf, dan Trojan Win32/Ircbrute. Nuqel itu sama dengan Autoit, Ircbrute sama dengan BackDoor.Generic, sedangkan Autorun.inf merupakan alias dari Autorun.BR. Semua ini dapat dibasmi oleh MSE. Kesimpulannya MSE unggul dalam hal waktu scan dan instalasi.

*gambar diambil dari topnews
*dikutip dari PCplus edis 345 | Tahun IX | 27 Oktober-09 November 2009

Technorati Tags: ,,,

 

salam inspirasi,
Redha Herdianto