05 Agustus 2015

Angiografi Koroner

 
Angiografi Koroner adalah suatu tindakan pemeriksaan yang paling akurat untuk mendiagnosa penyakit jantung koroner. Pemeriksaan ini menggunakan Sinar-X dan zat kontras yang diinjeksikan kedalam pembuluh darah arteri koroner/jantung untuk melihat adanya penyempitan/sumbatan. Beberapa keunggulan yang didapat dari tindakan Angiografi adalah sebagai berikut: Dapat mendeteksi letak penyumbatan pembuluh darah dengan akurat, Tanpa operasi dan Lama perawatan jadi lebih singkat, bahkan bisa hanya dengan One Day Care.
 
Siapa Yang Memerlukan :
  • Pasien serang jantung mendadak dengan onset < 12 Jam (primary PTCA).
  • Pasien yang dicurigai menderita penyumbatan arteri koroner dari pemeriksaan Treadmill atau test MSCT Scan Cardiac.
  • Pasien yang akan dilakukan operasi bedah jantung, misalnya ganti katup. (hanya Coronary Angiography/kateterisasi jantung).
Hal Yang Mungkin Dirasakan :
  • Tekanan ringan pada saat kateter dimasukan.
  • Hangat, perasaan kesemutan ketika zat kontras dimasukkan.
  • Perasaan ingin buang air kecil.
  • Mual.
Bagaimana Prosedurnya :
  • Tindakan dilakukan di ruang Angiografi atau sering disebut Laboratorium Kateterisasi.
  • Sebelum pemeriksaan, dokter akan melakukan pembiusan lokal dilipatan paha kanan atau pergelangan tangan kanan, sehingga saat tindakan pasien tetap sadar dan masih dapat berkomunikasi dengan dokter yang melakukan tindakan.
  • Prosedur ini menggunakan kateter (selang halus) yang dimasukkan melalui pembuluh darah arteri hingga mencapai pembuluh darah aorta dan ditempatkan pada posisi muara arteri koroner.
  • Sebagai tambahan pemeriksaan yang juga dapat menilai kemampuan berkontraksi atau memompa dari jantung.
  • Lama prosedur adalah kurang lebih 30 menit.
 
Jika Angiografi Koroner telah selesai dilaksanakan, dokter akan merekomendasikan tindak lanjut pengobatan yang paling tepat. Tergantung dari hasil diagnosanya, apakah cukup hanya dengan pengobatan, Angioplasti Koroner (PTCA/PCI), atau operasi bedah jantung (Bypass).
 
Angioplasti Koroner Percutaneous Coronary (PCI)
Adalah tindakan pelebaran pembuluh darah koroner yang juga mengalami penyempitan dengan Balon (tanpa operasi). Prosedur hampir sama dengan angiografi koroner, tetapi ada tambahan dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon.
Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat di tempat penyempitan pembuluh darah koroner/jantung.
Dengan demikian penyempitan menjadi lebih terbuka. Untuk mencegah penyempitan kembali ( re-stenosis), dilakukan tindakan pemasangan 'ring' atau cincin penyanggah (stent). Tindakan yang sama dapat dilakukan pada lokasi penyumbatan/penyempitan arteri koroner yang lain. Lama prosedur ini kurang lebih 1 sampai 2 jam.
 
Resiko
Dengan semakin canggihnya peralatan-peralatan angiografi dan berkembangnya teknik-teknik baru pada tindakan kateterisasi maka tindakan ini memiliki resiko yang sangat minimal. Pasien pasca tindakan ini hanya menginap satu hari atau bahkan bisa langsung pulang.
 
 
 
 
salam berbagi,
 
Persiapan Tindakan
  • Dokter akan menginformasikan lebih lanjut mengenai semua tindakan yang akan dilakukan.
  • Pasien akan dilakukan pemasangan IV-Line (Infus).
  • Pasien puasa kurang lebih 4-6 jam sebelum tindakan.
  • Obat rutin dapat dilanjutkan.

06 Juli 2015

MERS-CoV, Penyakit Baru Yang Mengancam Dunia


Satu lagi jenis penyakit baru yang muncul dan berpotensi menjadi epidemi global, MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus). Meski belum ada laporan mengenai jatuhnya korban di Indonesia namun hatus tetap diwaspadai, terutama pada jemaah haji yang baru kembali dari Arab. 

Belakangan penyebaran penyakit tersebut juga sudah sampai Korea Selatan dan bahkan juga telah menelan korban jiwa sebagaimana dilaporkan oleh berbagai media massa. 

MERS-CoV disebabkan oleh infeksi virus Corona, salah satu jenis virus yang masih berkerabat dengan virus penyebab SARS. Karena itu, gejalanya pun tak jauh berbeda dengan penyakit SARS, dengan indikasi utama seperti demam, bersin, dan batuk yang akhirnya berujung pada kematian akibat beberapa komplikasi serius yang terjadi seperti Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) dengan kegagalan multiorgan, gagal ginjal, kuagulopati konsumtif, dan perikarditis serta pneumonia berat. 

Penyebaran Virus Corona
Karena penyebarannya yang semakin meluas sejak April 2012 hingga awal tahun 2013, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan sejak Mei lalu untuk mewaspadai ancaman penyebarannya. 

Belum diketahui dengan jelas asal mula virus ini menyebar. Namun beberapa peneliti menduga bahwa penyebaran virus berasal dari salah satu jenis kelelawar yang banyak ditemukan di kawasan Timur Tengah. Kesimpulan dicapai setelah para peneliti menemukan adanya kecocokan genetik 100 persen pada virus yang menginfeksi kelelawar jenis tersebut dengan manusia pertama yang terinfeksi. 

Spekulasi lain yang terdapat dikalangan para peneliti menyebutkan bahwa selain kelelawar, unta jugua diduga kuat berkaitan dengan asal mula dan penyebaran virus Corona, dimana ditemukan antibodi terhadap virus ini dalam tubuh hewan khas Timur Tengah itu. Mekanisme penyebaran virus Corona dari hewan ke manusia masih diteliti sampai saat ini, meskipun ada dugaan bahwa manusia pertama yang terinfeksi mungkin pernah secara tidak sengaja menghirup debu kotoran kering kelelawar yang terinfeksi. 

Saat ini, para peneliti masih menyelidiki kemungkinan hewan lain yang menjadi mediator penularan virus Corona guna menangani meluasnya penyebaran penyakit ini, mengingat bahwa jenis virus ini dikatakan lebih mudah menular antar-manusia dengan dampak yang lebih mematikan dibandingkan SARS. 

Penanganan MERS-CoV
Karena masih tergolong sebagai penyakit baru, belum ada vaksin khusus yang dapat mencegah terjadinya penyakit ini. Meski begitu, pencegahan tetap dapat dilakukan dengan memperkuat imunitas tubuh anda. 

Misalnya, sebelum anda berangkat naik haji atau melancong ke daerah Timur Tengah atau tempat-tempat lain yang sudah terjangkit penyakit ini, jaga kebugaran tubuh dengan asupan nutrisi dan istirahat yang cukup. Mengkonsumsi produk herbal yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh juga bermanfaat. Cara lain yang penting dilakukan, gunakanlah masker dan jaga sanitasi tubuh dan lingkungan tempat anda tinggal. 

Setidaknya, langkah-langkah pencegahan sederhana diatas akan membantu tubuh anda menjalankan perannya dalam menangkal virus. Kuncinya adalah penanganan yang cepat dan tepat karena mutasi virus Corona sangat cepat, sehingga lambatnya penanganan yang diberikan akan semakin meningkatkan angka kematian akibat penyakit ini. 

Hingga kini, pengobatan yang diberikan hanya difokuskan pada penanganan akan komplikasi dari penyakit ini. Tindakan isolasi dan karantina mungkin dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit MERS-CoV. 

*Disarikan dari berbagai sumber

salam sehat, 
Redha Herdianto