Or perhaps in Slytherin you’ll make your real friends, Those cunning folk use any means to achieve their ends. And Power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Habari Themes: PhoenixBlue

Themes untuk engine ini dibuat oleh Mike Schepker, modifikasi dari sebuah template yang bernama sama, PhoenixBlue. Sebuah tema yang simpel untuk sebuah engine yang cukup unik.

DOWNLOAD HERE     |     DEMO HERE

salam inspirasi,
Redha Herdianto

18 + film GeJe

uploaded by Redha Herdianto

Rasanya film buatan Indonesia masih susah untuk menemukan nuansa emasnya lagi, setelah film remaja sudah mulai kehilangan peminat. Kini giliran film horor dan berbau seks (kategori Dewasa) mulai muncul, lucunya hanya gosipnya saja yang heboh. Karena filmnya jauh sekali dari layak untuk ditonton, itu menurutku. Meski aku tidak bisa membuat film, tapi sebagai seseorang yang suka sekali nonton, dan hampir tidak pernah absen ke 21Cineplex, rasanya ada cukup alasan untuk sedikir me-review.

Kemarin, ada undangan nonton bareng seorang teman, bersama kelompoknya. Berisi 3 cewek cantik dan aku (satu pemuda keren) ke 21Cineplex. Cuaca sangat tidak mendukung untuk pergi dari, tapi berhubung yang ngundang adalah ehem..ehem… nggak masalah deh, sedikit basah karena kena gerimis. Sampai disana diputuskan untuk menonton film 18+.

18+ sendiri merupakan karya dari Starvision. Menurut review dari situs 21, fim ini menceritakan tentang kisah 4 orang anak muda, dan mencoba mengajarkan arti sebuah , persahabatan, kesetiaan dan pengorbanan. Tapi sumpah aku tidak melihat sama sekali slogan ini dari semua scene yang ada. Yang aku tangkap adalah film ini mulai dari alur cerita, pencahayaan, dubbing semuanya gak jelas dan sangat kurang menarik.

Sebuah film remaja namun dengan pencahayaan yang selalu gelap, mimik muka yang aneh dan background musik yang sok gothic. Kenapa gak sekalian aja buat film horor. Dubbing seperti film India yang tidak pas antara jenis pemeran dengan suara yang didengar oleh penonton. Lalu alur cerita yang lompat sana lompat sini, hampir tidak ada klimaks dalam setiap adegan. Satu scene sedang ngobrolin A, eh langsung pindah ke scene B, padahal A belum selesai dibahas.

Pokoknya film ini gak banget. Dari skala 1 sampai 10, aku gak bakal bisa milih, karena memang tidak ada pilihan nilai minus. Satu adegan yang lumayan bagus adalah ketika Koil melakukan konser. Itupun hanya beberapa detik. Lainnya nothing.

hampir mencaci maki,
Redha Herdianto