20 Agustus 2014

Gold Bar Investment

 
Hooaammm.... akhirnya bangun dari istirahat nge-blog. Bukan karena tidak ada ide, hanya saja masih agak sibuk mengurusi pekerjaan. Maklum saya buruh pabrik di daerah Serang dan sekitarnya. Kali ini ingin berbagi dengan rencana investasi saya, belum besar, saya baru mulai berencana dan mencicil sedikit demi sedikit. Mudah-mudahan menjadi bukit ya. Doakan saja :)
 
Sebelumnya saya menemukan artikel menarik terkait dengan rencana investasi emas batangan dan berkebun emas. Sangat bagus karena logika sederhana pun harga emas selalu stabil dan tidak terpengaruh inflasi dunia. Sayangnya berdasarkan materi yang banyak beredar di internet dan contoh yang diberikan membutuhkan modal yang tidak sedikit. Berkebun emas pun sama, selain membeli emas batangannya cuma butuh dana cadangan untuk biaya lain-lain. Tapi prinsip dasarnya tetap sama, bahwa investasi emas batangan menguntungkan asal dilakukan untuk jangka panjang.
 
Akhir pekan kemarin saya membeli emas batangan pertama saya, sayangnya karena aktifitas kerja seharian penuh hanya bisa transaksi Sabtu - Minggu. Dari banyak searching pilihan terbaik dan terdekat adalah di Melawai Plaza - Blok M. Toko emas yang insyaAllah jadi langganan saya adalah Toko Emas Mulia. Sebenarnya ada yang menyarankan di Toko Kaliem, cuma entah kenapa saya kurang sreg liat counternya, terlalu besar dan megah.
 
Overall pelayanannya juga menyenangkan dan bisa diajak diskusi lama mengenai cara investasi emas batangan (LM Antam) yang benar dan menguntungkan. Apa perbedaan antara LM Antam dan LM UBS. Mungkin memang tipikal penjual seperti itu demi menarik pembeli dan pelanggan. Saat disana saya sih merasa agak nyaman meski penjualnya tante-tante semua. Jadi ingat dulu pernah beli emas untuk lamaran dan mas kawin di Pasar Rau, Serang. Penjualnya hampir tidak tersenyum meski sabar sekali menjelaskan satu persatu cincin dan kalung emas rekomendasi dia. Nah kondisinya beda dengan di Melawai Plaza.
 
Mudah-mudahan kedepan ada rezeki lagi untuk mencicil tabungan emas. Lumayan buat naik haji atau rencana pendidikan anak nantinya. Aamiin.
 
salam investasi,
Redha Herdianto
 

14 Agustus 2014

Sepak Terjang ISIS di Suriah dan Irak


Berikut adalah cuplikan fakta yang saya dapat dari situs Change.Org, sebuah situs yang berisi tentang petisi-petisi yang ditandatangani ribuan orang demi mendorong perubahan didalam tatanan masyarakat yang sekiranya (bagi mayoritas masyarakat) tidak layak, bahkan dinilai akan malah merusak nilai kemanusiaan yang telah ada dan berjalan. 

Ini tentang ISIS (Islamic State of Iraq and Syria). Kenapa Indonesia dan kita harus menolaknya. Memangnya, apa yang dilakukan ISIS di Suriah dan Irak?
  1. Mereka berusaha merebut wilayah dan menggulingkan pemerintahan yang sah.
  2. Mereka berusaha menguasai tempat-tempat strategis seperti kilang minyak, untuk kemudian menjual ke negara yang bersedia membeli dengan harga murah.
  3. Ketika menguasai kota, mereka merampok bank, menebar teror kepada rakyat sipil, memberlakukan aturan-aturan kaku yang menyulitkan penduduk.
  4. Ketika menguasai kota, mereka merampok bank, menebar teror kepada rakyat sipil, memberlakukan aturan-aturan kaku yang menyulitkan penduduk.
  5. Melakukan eksekusi dengan cara-cara yang sangat kejam dan bengis, dan mempertontonkannya ke seluruh dunia.
  6. Menzalimi para perempuan, memaksa menikahi walaupun si perempuan tidak bersedia.
  7. Merekrut anak-anak kecil dibawah umur untuk menjadi jihadis yang turut berperang.
  8. Membongkar makam, meledakkan masjid, merobohkan gereja, merusakkan tempat-tempat bersejarah dengan alasan mencegah umat dari bahaya syirik.
  9. Membunuh ulama-ulama hanif.
  10. Tidak segan segan menghabisi lawan, kendati berasal dari “rahim” yang sama, sebagaimana yang terjadi di Suriah, terjadi pertikaian ISIS vs Al-Nusra, yang keduanya adalah turunan Al-Qaeda.
  11. Karena teror yang mereka lakukan, ribuan jiwa melayang dan jutaan warga terpaksa harus mengungsi.
Mudah-mudahan ALLAH swt melindungi kita dari jalan sesat dan kehancuran, aamiin. 

salam inspirasi, 
Redha Herdianto