17 Juli 2014

[lyric] On My Way Here by Clay Aiken

 
I took my first step
On that black and white kitchen floor
I sometimes wonder if that house
Is even there, anymore
I had my first glimpse of love
When I was five
I watched two people split apart
But still the three of us survived

I've seen the best
I've seen the worst
I wouldn't change what I've been through
I've touched the sky
I've hit the wall
But I did what I had to (Ooooohhhh)
reff :
On my way here
Where I am now
I've learned to fly
I have to want to leave the ground
I've fallen hard
But I've been loved
And in the end it all works out
My faith has conquered fear
On my way here.
My address has changed
Almost every year
I've found that standing still
Can quickly make a lifetime disappear
I'd rather try and fail
A thousand times denied
And this, whenever you feel pain
It lets you know that you're alive

I've been a fool
I've been afraid
Yeah, I've been loved
I've been lied to
I've been wrong
And I've been right
I stood up when I had to
back to reff
No guarantees
I believed that I would find
An open door or a light
To lead me to the other side
I guess that is why
 
 
pencinta musik,
Redha Herdianto
 

16 Juli 2014

[review] Iceman (2014)


Sorry tulisan review kali ini termasuk versi latepost. Karena meski film ini rilis April, baru sekarang memiliki kesempatan untuk menonton dan menuliskan reviewnya. 

Donnie Yen, aktor laga mandarin ini kembali mewarnai jagad perfilman Hongkong. Dia juga termasuk aktor favorit saya (setelah Ekin Cheng tentunya). Saya mengenal karakter aktor ini sejak SMP dalam serial Chen Chen. 

Dalam film Iceman ini kita akan disuguhkan kecanggihan cerita dan teknologi yang (hampir) menyerupai film Captain America. Bagaimana pengawal kerajaan dari Dinasti Ming masih tetap hidup setelah 400 tahun terkubur didalam salju. Cerita selanjutnya He Ying (Donnie Yen), Yuanlong, Niehu dan Sao mengulang intrik dan permusuhan mereka kembali di zaman sekarang. Ceritanya He Ying dituduh sebagai pengkhianat kerajaan karena hanya dia yang memiliki kunci untuk menggunakan Roda Waktu Emas yang dapat melakukan perjalanan baik ke masa depan maupun masa lalu. Seperti biasa adegan film mandarin diselingi dengan scene-scene orang baik lugu yang penuh masalah, adegan perkelahian kolossal selama kurang lebih 2.5 jam. Sayangnya film ini belum mencapai klimaksnya. Tokoh utama dan antagonis belum bertemu. Kita harus menunggu sekuel selanjutnya rilis. Very addicted

Dalam film ini kesan plotnya adalah maju-mundur. Dan inilah perbedaan antara Western (barat) dan Eastern (timur). Coba bandingkan antara film-film Hollywood yang selalu berisikan masa depan dan teknologi yang hampir tidak ada sekarang, dan film Asia sekitarnya (India, Indonesia, Jepang, China, Thailand, dll) hampir rata-rata berisikan romantika masa lalu, tentang kerajaan, pendekar dan sebagainya. Saya kembali berpikir mungkin ini menjadi salah satu kelebihan dan kekurangan dari bangsa kita. Selalu bangga dengan sejarah masa lalu, namun kurang memperhatikan inovasi-inovasi masa depan yang diawali dari mimpi dimasa sekarang.

Overall, bila diharuskan menilai saya memberi 5 bintang untuk film ini. Kenapa? karena filmnya belum tuntas dan dalam sekuel yang pertama ini pun alur cerita sedikit melompat. Saya paham karena film ini sepertinya dipaksa untuk menjadi pendek muat durasi 2.5 jam.

salam pencinta film,
Redha Herdianto