Kalau misalkan anda diberi pertanyaan mahal mana rokok atau korek api. Kira-kira jawaban anda apa? Saya yakin 99 persen akan menjawab rokok lebih mahal. Wajar saja, karena sebungkus rokok rata-rata seharga 10 ribu keatas, sedangkan korek api tidak lebih dari Rp.2000,- (bukan pemantik api Zippo).
Sebagai contoh lagi, pasti sebagian besar dari kita seringkali melihat perokok yang meminjam korek kepada perokok lain untuk sekedar menyalakan sebatang rokok yang akan dihisapnya. Lagi-lagi orang hanya membeli rokok ketimbang korek. Hhmm... kenapa ya? Padahal saya pun pernah memiliki cita-cita menjadi kolektor korek api, mulai dari yang biasa sampai yang ber-merk Zippo.
Oiya, kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan kepasar sepulang dari kerja demi untuk membeli sebuah pemantik api berwarna kuning keemasan. Bahannya saya pikir terbuat dari kuningan dan ada motif daun, serta diberi hiasan sebuah batu (mirip) akik berwarna hijau giok. Sebuah benda yang menarik, pikirku. Entahlah kenapa tiba-tiba aku ingin merasakan lagi menjadi seorang perokok aktif, meski aku tahu rokok berbahaya bagi kesehatan - kecuali rokok herbal - karena dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Ditambah fatwa haram oleh MUI. Tapi keinginan ini begitu kuat dan akhirnya kukabulkan juga. A-volution menthol pilihanku. Nggak makan tempat banyak. Dengan kandungan Nikotin 1 mg dan TAR 14 mg.
Nikotin, merupakan senyawa kimia senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan, salah satunya tembakau. Dapat menyebabkan kecanduan. Sedangkan TAR adalah Tar adalah kumpulan dari ribuan bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Ketika rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. (lebih jelas lihat di SANA dan SINI)
Ini cuma sekilas. Tidak ada racun yang aman berarti. Bahkan Sampoerna sebagai salah satu perusahaan pencipta rokok di Indonesia pun mengakuinya dengan membuat sebuah halaman khusus yang membahas tentang hubungan merokok dan kesehatan (sumber), dengan tulisan besar terpampang di halaman depan “Merokok berbahaya dan menyebabkan ketergantungan”. Tapi kenapa saya masih mencoba dan banyak orang yang tidak mengindahkan kenyataan ini.
*sumber gambar slipperybrick
salam inspirasi,
Redha Herdianto
Sebagai contoh lagi, pasti sebagian besar dari kita seringkali melihat perokok yang meminjam korek kepada perokok lain untuk sekedar menyalakan sebatang rokok yang akan dihisapnya. Lagi-lagi orang hanya membeli rokok ketimbang korek. Hhmm... kenapa ya? Padahal saya pun pernah memiliki cita-cita menjadi kolektor korek api, mulai dari yang biasa sampai yang ber-merk Zippo.
Oiya, kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan kepasar sepulang dari kerja demi untuk membeli sebuah pemantik api berwarna kuning keemasan. Bahannya saya pikir terbuat dari kuningan dan ada motif daun, serta diberi hiasan sebuah batu (mirip) akik berwarna hijau giok. Sebuah benda yang menarik, pikirku. Entahlah kenapa tiba-tiba aku ingin merasakan lagi menjadi seorang perokok aktif, meski aku tahu rokok berbahaya bagi kesehatan - kecuali rokok herbal - karena dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Ditambah fatwa haram oleh MUI. Tapi keinginan ini begitu kuat dan akhirnya kukabulkan juga. A-volution menthol pilihanku. Nggak makan tempat banyak. Dengan kandungan Nikotin 1 mg dan TAR 14 mg.
Nikotin, merupakan senyawa kimia senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan, salah satunya tembakau. Dapat menyebabkan kecanduan. Sedangkan TAR adalah Tar adalah kumpulan dari ribuan bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Ketika rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. (lebih jelas lihat di SANA dan SINI)
Ini cuma sekilas. Tidak ada racun yang aman berarti. Bahkan Sampoerna sebagai salah satu perusahaan pencipta rokok di Indonesia pun mengakuinya dengan membuat sebuah halaman khusus yang membahas tentang hubungan merokok dan kesehatan (sumber), dengan tulisan besar terpampang di halaman depan “Merokok berbahaya dan menyebabkan ketergantungan”. Tapi kenapa saya masih mencoba dan banyak orang yang tidak mengindahkan kenyataan ini.
*sumber gambar slipperybrick
salam inspirasi,
Redha Herdianto
Redha Herdianto

Posted in





so sad to hear this... :(
knapa balik la9i jd perokok herdi?
@wi3nd: aku bukan perokok wind, cuma nyobain aja kmrn.