~ SN ~
Teknologi memang memudahkan, memanjakan atau kadang juga bikin ruwet. Menyenangkan karena kehadirannya dapat menghilangkan kesulitan-kesulitan yang sifatnya manual. Bikin ruwet karena sering kahadirannya digunakan untuk mengakses privasi orang lain. Yang mengerikan adalah kadang hal tersebut dapat mengganggu waktu istirahat, jam tidur, waktu senggang atau bahkan bisa menggangu keromantisan sebuah hubungan.
Hari gini nggak punya handphone. Mungkin ungkapan tersebut masih bisa dimaklumi. Mengingat kemajuan zaman yang sudah begitu pesat dan pertambahan penduduk yang cukup padat, hal ini memungkinkan kita betapa sulitnya mencari teman kita (walaupun disebuah ruangan mall sekalipun) karena padatnya penduduk (ilmiah nggak sih ^_^)
* * * * *
Kecil, mungil, berwarna merah dengan layar monokrom dan white backlight. Handphone ini sudah menemaniku lebih dari satu tahun. Aku sayang banger sama HP ini, selain performanya yang tinggi dengan operator CDMA sebagai topangannya, menjadikan handphone ini mudah untuk digunakan dan hanya memerlukan “biaya hidup” yang relatif ringan.
Sedangkan, ini handphone keduaku. Perkenalkan namanya Sony Ericsson J200. Belinya second sih, murah koq. Dulu alasannya sih pengen sms-an sama seseorang yang ampe sekarang masih aku coba lupain (kapan-kapan deh aku ceritain). Oya, HP ini punya ciri khas unik lho. Apa coba? Yup, you’re right. Gantungannya.
* * * * *
Nah, kesimpulannya adalah bahwa boleh saja memiliki handphone atau semacamnya yang berbau high-tech. Namun ingat bahwa kemajuan teknologi harus selalu diimbangi dengan kemajuan akhlak, tingkah laku serta cara berfikir. Gunakan kemajuan teknologi untuk membangun bangsa dan kemashalatan umat, jangan merusak tatanan kehidupan dengan memasuki ruang privasi orang lain. Remember, do not be DZHOLIM.
0 komentar:
Poskan Komentar