Nah kegiatan yang terakhir inilah yang saya lakukan kemarin dalam rangka kegiatan lẻtẻ franÇais yang diadakan oleh rumah perancis di Unila. Sedangkan tujuan wisata kami ialah pulau mahitam, karena mudah dijangkau (walaupun agak jauh) dan airnya jernih.
Comment Ça va (apa kabar; dlm bahasa perancis), ketika aku masuk ke dalam rumah Perancis. Ça va bien, jawabku. Wah masih 3 orang yang datang. Ah mungkin masih dalam perjalanan, maklum orang
Akhirnya setelah lama menunggu, tepat jam 9 kami berangkat menuju pantai mahitam, asik. Aku membonceng Isabelle, bule perancis. Sesampainya disana, ehhmmm...kotor banget nih pantai, jadi malu sebagai orang Indonesia.
Wah, kami bersenang-senang disana. Dengan sedikit rasa nggak enak , karena bule-bule tersebut pake bikini (akibat perbedaan budaya, saya jadi sedikit canggung). Ya kapan lagi bisa mandi bareng bule perancis. Dosa dikit nggak pa-pa lah.
Lucunya, ketika kami sedang makan nasi bungkus, dengan santainya kami (orang-orang Indonesia) membuang sampah dimanapun, biasa aja. Nah, kalau mereka tidak mau membuang sampah sembarangan, mereka mencari plastik besar untuk menampung sampah yang telah mereka buat (akibat kemajuan negara, nggak biasa kotor dan terorganisir). Dan uniknya sampah yang mereka kumpulkan akan mereka bawa pulang, dengan alasan bahwa apabila mereka taruh di pantai akan menjadi masalah, kalau dibawa ke rumah nanti bisa dibawa petugas kebersihan. Aduh...aduh....rajin amat nih bule.
2 komentar:
Bonjour! Tres bien, mais je ne comprends beaucoup ce qu'il est ecrit en langue Indonesien je m'excuse. Quand nous irons ensemble aussi dans un autre plage?
Sampai bertemu lagi!
merci pour vos commentaires. ce moment-là, je suis allé monsieur Jean-Baptiste
Poskan Komentar