Kemarin semua kata bijak itu terungkap. Sewaktu aku meluncur pulang, eh ketemu dengan adik tingkatku yang kini sudah menjadi sarjana. Jadilah aku menawarkan tumpangan ke Lia (adik tingkatku itu, pen), sewaktu di jalan dia mengajukan sebuah pertanyaan yang aku usahakan hindari selama beberapa bulan ini.
"Kak, gimana skripsi-nya? Kapan kompre, trus kapan wisudanya" tanya Lia
"Belum selesai tuh, bingung mau nulis apaan." jawabku dengan santainya.
"Ya kalau nggak segera dikerjain dan bimbingan kita nggak bakal tau salahnya dimana. Bingung aja terus." selorohnya sambil senyum.
Hah iya, bener juga, pikirku dalam hati. Memang kalau hanya terbentur kepada niat saja tidak cukup tanpa melakukan aksi. Selama ini berharap bahwa hasil yang akan kudapatkan perfect, malah berubah menjadi takut salah dan tidak sedikitpun melakukan aksi untuk mengetahui kesalahan itu.
Aku lupa bahwa kita tidak akan pernah tahu apa yang kurang tanpa kita pahami dulu apa yang sudah kita lakukan selama ini. Aku lupa bahwa guru terbaik adalah pengalaman. Dan aku juga lupa bahwa keledai pun tidak akan masuk kedalam lubang yang sama sampai dua kali.
Selama ini aku tidak pernah mengerjakan amanah suci itu (skripsi, pen) karena berharap hasilnya bagus dan takut salah, tetapi cuma berkutat kepada konsep dan niatan saja, tanpa mengerjakan sama sekali.
Redha Herdianto
Posted in




Assallammualaikum.Wr.Wb
wehehehe...
sama bro kasusnya,,
aku dulu juga sering berkutat sama konsep dan niatan saja, tanpa dibarengi dengan praksis... :X
tapi.., setelah aku "curhatin" sama beberapa temanku, sekarang perlahan-lahan aku sadar..ya udah lumayan berubah lah (walau kadang masih berkutat di konsep)..hahahaha
nah..
saranku, coba deh samakan posisi kita dengan pemerintah Indonesia (yang kebanyakan No Action Talk Only), kita sering menghujat atas ketidakberesan mereka dalam bertindak, banyak wacana dan cenderung minim tindakan. Bagaimana dengan kita?
: )
Wassallammualaikum.Wr.Wb