Satu Desember yang jatuh pada hari Sabtu kemarin dikenal dengan Hari AIDS Se-Dunia (bukan rame-rame cari virusnya, Cuma rame-rame kita cegah AIDS itu). Selain itu peringatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya epidemi AIDS yang telah menyebar dengan sangat cepat. Pada beberapa tahun terakhir, epidemi HIV/AIDS di Indonesia telah dikategorikan sebagai concentrated level epidemic. Keadaan ini tentu sangat berbahaya. Bila tidak dilakukan tindakan pencegahan yang memadai dari kelompok-kelompok tersebut, dengan mudah akan terjadi penyebaran kepada masyarakat luas.
Bagaimana cara pencegahannya. Cara yang paling efektif menurut pribadi saya ialah dengan mengikuti jalan yang benar, hidup berdasarkan Al Quran dan As Sunnah (halah, kayak ustadz aja ngomongnya). Nah, lalu bagaimana dengan sebuah komunitas yang menggantungkan hidupnya dari lingkungan yang rentan terhadap terjangkitnya virus yang masih dianggap mematikan ini (emang mematikan sih, abis belum ada obatnya). Yakni dengan cara menggunakan alat kontrasepsi yang sementara (sampai saat ini, red) masih dianggap cukup mampu menghindarkan pelaku maksiat (ciyeeee, sok jadi ustadz lagi neeh) dari virus ini.
Berdasarkan data dari Komisi Pemberantasan AIDS (KPA) Bandar Lampung. Kondom adalah jawabannya. Kenapa? Karena kondom merupakan penghambat atau dinding pencegah terjadinya pertukaran cairan yang berasal dari dalam tubuh. Menggunakan kondom berarti 10.000 kali lebih terlindungi daripada tidak menggunakannya.
Faktanya
- HIV (Human Immunodefiency Virus) adalah virus penyebab AIDS. Dan dapat ditularkan dengan tiga cara. Pertama hubungan seks, jarum suntik secara bergantian dan penularan melalui ibu hamil kepada kandungannya.
- HIV terdapat didalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti didalam darah, air mani atau cairan vagina.
- Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderitanya akan tampak sehat dalam waktu kira-kira 5 sampai 10 tahun.
- HIV tidak ditularkan melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, pelukan, menggunakan peralatan makan/minum yang sama, gigitan nyamuk, memakai WC yang sama atau tinggal serumah (asal gak macem-macem ajah hehehe).
Tips Memilih dan Menggunakan Kondom
- Sewaktu menggunakan kondom, pastikan bahwa kondom tersebut berkualitas baik, berstandar mutu internasional dan perhatikan pula tanggal kadaluarsa kondom.
- Jangan gunakan kondom bila kemasannya rusak, warnanya pudar, kering atau lengket dan bila anda meragukan kualitasnya.
- Jangan menyimpan kondom di dalam dompet atau saku belakang celana anda, karena kondom anda bisa rusak.
- Jaga kondom agar tidak terkena matahari langsung. Simpanlah kondom anda di tempat yang sejuk dan kering.
- Jangan menggunakan pelumas berbahan dasar minyak seperti body lotion, vaseline atau baby oil. Karena dapat menyebabkan kondom rusak atau robek. Pakailah pelumas yang berbahan dasar air.
Redha Herdianto




Selamatkan generasi bangsa dari AIDS!
*Wah ada tips ttg kondom sgala ;)
wah.. agaknya pengalaman tentang kondom nih... gak nyangka.. ck..ck..ck