Kenapa sih kita nge-blog? Pertanyaan pertama ketika kita membuka halaman Ciptakan Blog Anda. Atau juga pertanyaan-pertanyan serupa sering kali terlontar dari beberapa teman disekeliling kita yang belum tahu betapa asyiknya nge-blog.
Tetapi kadang kita (khususnya saya) sebagai blogger pemula, terjebak dengan hal-hal yang sepertinya remeh tetapi akan menjadi bumerang bagi aksistensi blog kita sendiri. Tujuan awal menciptakan halaman pribadi (baca: blog) adalah untuk mencurahkan segala unek-unek dan ide yang seketika muncul terlintas di benak dan pikiran kita. Apakah bagus atau tidak, enak dibaca atau tidak (selama tidak melanggar undang-undang yang ada) tidak akan jadi masalah. Kenapa? Sebab itu adalah halaman pribadi kita. Terserah mau diapakan, memakai warna apa, dan tentang apa saja. Bukan hak orang lain untuk men-judge.
Lalu apa yang menjadi masalah selanjutnya…..
Sesuai dengan diskusi ringan antara saya dan bang dedi. Tentang dua hal yang sepertinya kecil tapi cukup krusial. Mau melakukan apa di blog mu, tanya bang dedi. Sebenarnya khan blog merupakan diary digital. Sesuai dengan istilahnya harusnya blog itu berisi tentang hal-hal yang menyangkut pribadi sendiri. Masalah tidak ada yang membaca dan mengunjungi blogmu, ya biarin aja. Kalau memang tidak ada yang membaca ada dua kemungkinan, orang tidak suka membaca tulisan dan hal-hal pribadi kamu, atau memang topik yang kamu angkat tidak menarik.
Lalu bila merasa tidak ada yang mengunjungi, maka sebagai blogger pemula akan melakukan blogwalking, dengan harapan ada dikunjungi balik melalui link yang kita tinggalkan. Memang bagus sih, cuma kadang kita malah jadi terkungkung dan terhambat kreativitas menulisnya. Katakanlah tulisan pada blog yang kita baca bagus, secara tidak sadar kita akan berupaya untuk meniru tulisan yang barusan kita baca.
Intinya, nge-blog itu bagus. Blogwalking pun tidak ada salahnya, cuma sesuai porsinya. Dan juga jangan sampai membuat frame berpikir kita jadi menjiplak blog yang kita kunjungi.