Bermula dari sebuah obrolan kecil di forum kronologger.
Pada saat itu ada rekan yang menyebutkan kata yang masih asing, facebook. Aku sempat bertanya juga, facabook apaan ya? Singkat kata aku tekan Ctrl+T (untuk membuka tab baru) lalu aku ketikan facebook dalam sebuah search engine, keluarkan homesite facebook. tanpa ba-bi-bu lagi lalu aku mendaftar. Mudah sekali daftarnya.
Jujur. ketika pertama kali menggunakannya agak sedikit bingung, terlalu banyak fitur. Hal ini tidak terjadi ketika aku menggunakan web social networking sejenis (friendster, pen) dalam hitungan menit aku langsung bisa menggunakannya. Kalau untuk facebook butuh waktu lebih dari sehari, tepatnya tiga hari. Untungnya ada Andra yang bisa ditanyain macem-macem perihal fesbuk (sebutan Andra untuk facebook, info).
Sekarang aku lebih banyak buka facebook ketimbang friendster. Menurutku sih lebih asyik karena banyak game-nya, dan aku jadi kecanduan gara-garanya. Yang ada di profile-ku sih cuma Fight Club, Slayer, Vampire, Werewolf, Zombie, Speed Racer, Harry Potter. Game-game tersebut harus di forward dari satu teman ke yang lainnya. Untuk masalah privasi, emang facebook top-nya, sebab profile kita bakal private sejauh orang yang ingin melihat bukan termasuk friend atau masuk network kita. Kalaupun ingin melihat kita harus melakukan poke, dan itu pun hanya menjadikan profile kita terbuka selama satu minggu untuk orang yang kita tuju.
Well, berhubung facebook sepertinya masih jarang peminatnya di Indonesia, maka mencari friend-nya terpaksa dari network luar. Di friend list ku sendiri ada yang dari Brunei, Amerika, South Africa, dan masih banyak lagi. Coba netter Indonesia pada punya account facebook, bakal lebih menarik. Tapi saran saya kalau tidak punya cukup banyak waktu lebih baik jangan sebab kecanduan tidak ditanggung. Game-nya very very addicted.
Artikel terkait : Social Networking Website: Facebook vs Friendster
Redha Herdianto
Posted in




