Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

sudah miskin koq susah

Salah satu kebiasaan buruk yang aku miliki adalah membaca koran pagi pada malam hari setelah selesai beraktivitas menuju waktu tidur. Padahal kalau menurut guru SMU-ku dulu, membacakoran pagi itu akan selalu mendapatkan informasi lebih cepat daripada yang tidak membaca koran. Sehingga secara otomatis wawasannya akan selangkah lebih maju ketimbang yang membaca pada siang hari. Lain lagi pendapat dari beberapa seniorku waktu ikut pelatihan jurnalisik di kampus, dinyatakan bahwa banyak sekali orang sibuk yang hanya sempat membaca judul headline karena sempitnya waktu mereka.

Kalau diambil kesimpulan secara sepihak sih, dapat diartikan bahwa saya adalah seorang yang sibuk hehehe...

Di koran Media Indonesia yang kemarin aku beli, rubrik editorial ada pembahasan yang lagi hangat tentang naiknya harga kedelai di Indonesia, judulnya Bulog dan Stabilitas Harga. Dalam rubrik tersebut dikatakan bahwa pemerintah dengan sigap aktif turut prihatin dengan naiknya harga pangan di Indonesia.

Tiap kali terjadi gejolak kenaikan harga pangan, tiap kali itu pula terjadi kehebohan pemerintah. Inilah kehebohan yang melibatkan berbagai petinggi negara hingga Presiden
Menurutku ini hal yang wajar apabila menyangkut kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya. Memang sudah sepatutnya pemerintah responsif terhadap apa yang terjadi di arus bawah. Tetapi sangat disayangkan kenapa responnya ketika sudah ada protes dari ribuan masyarakat.

Indonesia sudah termasuk negara miskin. Sebagian besarnya rakyatnya sudah terbiasa makan tahu tempe, sebuah makanan syarat gizi yang cukup terjangkau harganya. Bila harga kedelai naik dan banyak pengusaha tahu tempe yang gulung tikar, mau makan apalagi masyarakat kita. Kita sudah lebih dari 60 tahun merdeka, jangan sampai keadaan masyarakat kembali kepada masa lalu ketika zaman penjajahan. Sudah miskin ditambah susah pula makan. Apa nanti kata dunia.

Hidup tahu tempe, merdeka.....


Powered by ScribeFire.

0 komentar: