Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

mie ayam spesial 15 tahun

Masih ingat nggak semua tempat yang pernah kita kunjungi 15 tahun yang lalu, sewaktu kita masih kecil, sewaktu kita diajakin sama orangtua, sewaktu masih ingusan, sewaktu......???? Sebagian dari kita mungkin sudah lupa seiring berjalannya waktu, sebagian masih saja ingat karena adanya kesan spesial disana.

Tidak beruntungnya adalah saya termasuk seorang yang memiliki ingatan yang tidak cukup kuat dan jernih, sehingga hampir sebagian besar tempat makan yang pernah saya datangi waktu kecil sudah luntur dalam ingatan. Beberapa masih ada berkat Bapak (yang sering ngajak saya makan dikota waktu dulu) yang sering cerita dan ngingetin waktu kita lewat tempat tersebut.

Sebenarnya ada dua tempat, yang masih cukup cozy untuk didatangi, yang pertama adalah Mie Ayam Sebelah Dealer Suzuki (tepatnya diantara dealer suzuki dan Arthomoro) dan Bakso Garasi (lain waktu akan saya ceritakan, janji deh).

Saya menyebutnya Mie Ayam Spesial 15 Tahun, kenapa ? Karena seingat saya, pertama kali saya datang ketika saya berumur belasan tahun (klo gak salah masih kelas 2 SD). Dan beberapa waktu yang lalu, bapak saya cerita bahwa waktu dia service motor di dealer suzuki warung mie ayam-nya masih ada. Besoknya saya langsung cabut kesana ketika ada waktu kosong, dan kejadiannya agak lucu sih. Begini kisahnya :

Saya : Pak, kayaknya dari saya kecil dulu udah dagang disini pak, masih yg dulu khan?
Penjual : Iya, masih blm ganti.
Saya : Wah, itu khan kira-kira 15 tahun yang lalu ?
Penjual : (cuma senyum, sambil ngaduk mie pesenan saya)
Saya : Kenapa gak pindah pak, koq masih disini aja (sambil liat bawah, warung atas siring).
Penjual : (senyum lagi). ya nggak ada yang laen.
Saya : Senyum juga (gak ada pertanyaan lagi hehehe....)

Ditambah ketika pesanan saya datang, langsung saya ambil kamera digital dalam tas dan jepret...jepret (tanpa perasaan berdosa), sang mamang mie ayam-nya bingung aja liatnya, dan temannya bertanya sambil menunjuk saya. "Ngapain tuh orang?" tanya temannya. Dengan enteng dijawab "Gak tau," sambil tersenyum (lagi).

Aneh (sepertinya) rasanya hampir tidak berbeda dengan dulu, masih saja enak. Saya masih ingat ketika dulu minta nambah 1 porsi lagi dalam hitungan menit. Bagaimana ya dia meracik bumbu-bumbunya sehingga dalam hitungan lebih dari 10 tahun masih bisa tetap sama. Dan anehnya lagi harganya berubah sedikit saja (tidak mahal), cuma 3000 ribu perak. Ck...ck....ck....

7 komentar:

Ippen mengatakan...

wah mengenang masalalu dgn mie ayam nih..
mau dunk.. nyicipin mie ayamnya.. kirim2 yah :)

aNdRa mengatakan...

Dulu waktu SD juga kamu udah mampu melahap semangkok mie ayam dlm hitungan menit?? Ck..ck..ck.. yg kemarin ini kamu nambah brapa kali... qiqiqiqs...

Aku Iin mengatakan...

mau dong diajak makan mie ayam sama Redha *flirt*

soemandjaja mengatakan...

wehhhh... iin ada affair dengan redha, ck..ck..ck..

Redha Herdianto mengatakan...

@ soemandjaja : no comment deh hehehe :P

angin-berbisik mengatakan...

wah mie ayam nya murah banget...hehehe...daging ayam beneran kan? *alah curiousnya keluar*:)
lam kenal ya mas...

wi3nd mengatakan...

dimana seeh tempatnya?