Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

elemen kedua; loyalitas

Setelah mengetahui kebenaran, maka kita memasuki elemen yang kedua dari sembilan elemen jurnalisme, yakni LOYALITAS. Sebab menurut Kovach dan Rosenstiel, mengetahui mana yang benar dan salah saja tidaklah cukup. Maka dari itu harus dilanjutkan dengan sebuah pertanyaan kepada siapa wartawan harus menempatkan loyalitasnya. Kepada perusahaan? pembaca? atau masyarakat?


Pada dasarnya seorang wartawan memiliki tanggung jawab sosial yang (bahkan) bisa melangkahi kepentingan institusi perusahaan mereka. Uniknya, menurut Kovach dan Rosenstiel, tanggung jawab tersebut justru keberhasilan perusahaan secara bersamaan. Intinya perusahaan yang mendahulukan kepentingan masyarakat akan lebih menguntungkan ketimbang yang mementingan persoalan bisnis semata.


Pada bisnis media terdapat sebuah segitiga. Sisi pertama adalah pembaca, pemirsa, atau pendengar. Sisi kedua adalah pemasang iklan. Sisi ketiga adalah masyarakat (citizens). Nah, dari sini kekhawatiran akan muncul apabila banyak wartawan yang lebih mementingkan sisi bisnis, hal ini akan membuat kabur misi melayani kepentingan masyarakat. Berbeda dengan bisnis kebanyakan, dalam bisnis media, pelanggan bukanlah pembaca atau masyarakat. Sebagian besar media justru memberikan berita secara gratis. Bahkan surat kabar pun pembaca hanya membayar sebagian kecil dari ongkos produksi.


Kembali ditekankan bahwa yang disebut pelanggan dalam bisnis media ialah pemasang iklan. Sederhana saja, semakin bermutu berita yang dimuat sebuah koran akan berdampak pada seberapa banyak koran itu dibaca. Adanya kepercayaan publik inilah yang kemudian “dipinjamkan” perusahaan media kepada para pemasang iklan. Tapi hubungan ini seyogyanya tak merusak hubungan yang unik antara media dengan pembaca, pemirsa, dan pendengarnya.


Dari sini jelas bahwa seharusnya wartawan hanya menempatkan loyalitas diatas kepentingan bisnis. Jangan sampai loyalitas bergeser hanya karena fokus kepada peningkatan keuntungan perusahaan, yang (memang) implikasinya mereka akan mendapatkan bonus dari sana.


Tulisan terkait :

Sembilan elemen jurnalisme


elemen pertama; kebenaran


0 komentar: