Pertama, ternyata ada ke-tidak efektif-an dalam pemakaian bahasa Palembang. Ini saya dapatkan secara sekilas dari penjelasan pemandu di museum Sultan Mahmud Badaruddin II, bapak Abi Sofyan. Tentang arti kata KUTO. Pada penjelasan beliau tentang arti Keraton Kuto Gawang. Keraton berarti semacam Kerajaan. Kuto berarti Benteng. Dan Gawang diartikan Lebar. Kalau digabungkan Keraton Kuto Gawang = Kerajaan dengan Benteng yang Lebar.
Kalau begitu bagaimana dengan nama Benteng Kuto Besak. Bisa jadi artinya Benteng Benteng Besar. Ada pengulangan dua kata yang sama. :P
Yang kedua ialah waktu perjalanan yang tidak sama antara Lampung - Palembang dan Palembang - Lampung, padahal jarak yang ditempuh sama saja, ditiket tertulis berangkat pukul 21.00 WIB dan tiba ditujuan pukul 06.05 WIB. Tetapi yang terjadi adalah dari Lampung ke Palembang akan tiba pukul 08.30 WIB. Sebaliknya dari Palembang ke Lampung akan tiba antara 06.30 - 07.00 WIB. Walau waktu keberangkatan tepat sesuai jadwal.
Dari sedikit obrolan dengan orang Palembang sana, katanya itu memang ada kesengajaan dari pihak kereta api. Alasannya sederhana, dulu sebenarnya jadwal kereta api itu tepat seperti ditiket, tetapi karena dinilai stasiun Kertapati di Palembang itu tidak aman maka sengaja sampai siang baru sampai. Beda dengan stasiun Tanjung Karang di Lampung yang relatif aman. Maka akan sampai tepat waku sesuai jadwa yang tertera di tiket.
Tulisan terkait :
Palembang Blogger Day; akhirnya
0 komentar:
Poskan Komentar