Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Palembang; Short Journey

Satu hari sesudah Blogger Day digelar, saya tidak langsung pulang ke Lampung. Aneh rasanya kalau untuk pertama kalinya datang ke suatu kota dan tidak melakukan sedikit rekreasi ke tempat-tempat wisata disana. Padahal Kota Palembang terkenal dengan banyaknya bangunan-bangunan bersejarah dan tentunya sungai musi lengkap dengan perjalanan wisata sungainya. Apalagi ditambah makanan khas Palembang yang fenomenal, pempek.

Jadilah sebelum pulang ke Lampung saya - dengan sedikit memaksa Eriek - menyempatkan diri melakukan sedikit perjalanan. Dimulai dari perjalanan biasa ke toko buku gramedia, disini kesan yang saya dapat ialah gedung yang lebih luas dan koleksi buku yang lebih banyak ketimbang Lampung. Perjalanan dilanjutkan melihat Masjid Agung (Masjid Sultan Mahmud Badaruddin II) sambil sholat Jum'at, masjid ini seperti gabungan dari 5 masjid jadi satu ditambah halaman depannya yang bisa untuk main bola saking luasnya.

Setelah itu kami menuju Benteng Kuto Besak yang tepat berada di pinggiran sungai musi. Kami menyewa perahu ketek untuk wisata sungai mengarungi sungai musi kurang lebih 10 menit. Cukup puas memandang sungai musi, kami langsung menuju Museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Disana kami dipandu oleh pak Abi Sofyan yang juga menguasai bahasa Inggris dan Cina dengan lancar. Uniknya sambil menjelaskan sejarah silsilah Sultan Mahmud Badaruddin II dan Keraton Kuto Gawang, beliau menyisipkan wejangan dan pemahaman Islam yang memang sangat kental dimasa itu.

Lelah, pasti, tapi kami belum mau menyerah hehe... penjelajahan ditambah dengan wisata kuliner. Pilihan jatuh pada Martabak HAR (martabak telor disiram bumbu kari) yang nikmat banget. Lalu menuju PalcomTech untuk menemui teman dan mengambil oleh-oleh kerupuk kemplang serta beli oleh-oleh pempek untuk orang rumah.

Tulisan Terkait :

Palembang Blogger Day; akhirnya

 

0 komentar: