Adalah kewajiban seorang wartawan untuk menjadikan isi berita yang ditulisnya menjadi proporsional dan komprehensif, inilah elemen ke-delepan. Proporsional serta komprehensif dalam jurnalisme memang tak seilmiah pembuatan peta. Berita mana yang diangkat, mana yang penting, mana yang dijadikan berita utama, penilaiannya bisa berbeda antara si wartawan dan si pembaca. Pemilihan berita juga sangat subjektif. Kovach dan Rosenstiel bilang justru karena subjektif inilah wartawan harus senantiasa ingat agar proporsional dalam menyajikan berita.
Tetapi kadang-kadang surat kabar menjadi tidak proporsional dalam prakteknya. Ditunjukkan dengan pemakaian judul-judul yang sensasional dan lebih ditekankan kepada aspek permainan emosional semata. Kovach dan Rosenstiel mengambil contoh yang menarik. Suratkabar sensasional diibaratkan seseorang yang ingin menarik perhatian pembaca dengan pergi ke tempat umum lalu melepas pakaian, telanjang. Orang pasti suka dan melihatnya. Pertanyaannya adalah bagaimana orang telanjang itu menjaga kesetiaan pemirsanya?
Ini berbeda dengan pemain gitar. Dia datang ke tempat umum, memainkan gitar, dan ada sedikit orang yang memperhatikan. Tapi seiring dengan kualitas permainan gitarnya, makin hari makin banyak orang yang datang untuk mendengarkan. Pemain gitar ini adalah contoh suratkabar yang proporsional.
Dalam pandangan elemen jurnalisme karya Kovach dan Rosenstiel dinyatakan bahwa masyarakat dianggap sudah pintar dalam memilih pemberitaan yang baik, dengan pandangan ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat bisa tahu kalau si wartawan mencoba proporsional atau tidak. Sebaliknya masyarakat juga tahu kalau si wartawan cuma mau bertelanjang bulat. (sumber : pantau.or.id)
Tulisan terkait:
0 komentar:
Poskan Komentar