Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Elemen ke-sembilan

cupid Elemen kesembilan yang ditawarkan oleh Kovach dan Rosenstiel yakni tentang etika dan tanggung jawab sosial. Dengan perumpamaan lain adalah bahwa setiap wartawan dituntut untuk mendengarkan hati nuraninya sendiri. Bahkan seorang wartawan dari A&E Network, Bill Kurtis, mengatakan setiap individu reporter harus menetapkan kode etiknya sendiri, standarnya sendiri dan berdasarkan model itulah dia membangun karirnya.

Tentu kita semua sangat setuju bahwa menjalankan prinsip itu tak mudah karena diperlukan suasana kerja yang nyaman, yang bebas, di mana setiap orang dirangsang untuk bersuara. Ini juga berkaitan erat dengan nilai dan prinsip yang dijalankan institusi dimana kita bernaung. Sebagian besar (kalau tidak bisa dikatakan keseluruhan) keputusan harus diambil oleh dewan tertinggi atau dikalangan redaksi disebut dengan "dewan redaksi". Seorang wartawan dituntut untuk mengikuti apa kata pimpinan dan keputusan yang sudah diambil, nah ini yang disebut dengan tidak ada kebebasan dalam menjalankan prinsip wartawan secara pribadi.

Menciptakan suasana ini tak mudah karena berdasarkan kebutuhannya, ruang redaksi bukanlah tempat di mana demokrasi dijalankan. Ruang redaksi bahkan punya kecenderungan menciptakan kediktatoran. Seseorang di puncak organisasi media memang harus bisa mengambil keputusan - menerbitkan atau tidak menerbitkan sebuah laporan, membiarkan atau mencabut sebuah kutipan yang panas - agar media bersangkutan bisa menepati deadline.

Membolehkan tiap individu wartawan menyuarakan hati nurani pada dasarnya membuat urusan manajemen jadi lebih kompleks. Tapi tugas setiap redaktur untuk memahami persoalan ini. Mereka memang mengambil keputusan final tapi mereka harus senantiasa membuka diri agar tiap orang yang hendak memberi kritik atau komentar bisa datang langsung pada mereka. Bob Woodward dari The Washington Post mengatakan, “Jurnalisme yang paling baik seringkali muncul ketika ia menentang manajemennya.”

Pada hari pertama Nieman Fellowship, Bill Kovach mengatakan pada 24 peserta program itu bahwa pintunya selalu terbuka. Terkadang dia sering harus mengejar deadline dan mengetik, “Raut wajah saya bisa galak sekali bila seseorang muncul di pintu saya. Tapi jangan digubris. Masuk dan bicaralah.”*

sumber: pantau.or.id

Tulisan terkait :

Elemen ke-delapan

Blog and Grassroot Journalism

2 komentar:

Aku Iin mengatakan...

ha?! udah elemen ke 9 lagi aja? aku pasti udah bertahun-tahun gak sudimampir hehehehhehehe

herdianto mengatakan...

@iin: sok sibuk sih