Kami tidak menganggap bahwa masa depan telah ditentukan sebelumnya. Kami menganggap masa depan sebagai serangkaian kemungkinan yang tak terhingga banyaknya. Yang dibutuhkan untuk berhasil dalam keadaan tidak menentu ini adalah apa yang oleh orang Yunani dinamai "intelijensia praktis". Diatas segalanya intlijensia praktis ini mendorong kemampuan adaptasi dan mengajarkan kesiapan yang terus menerus. Ajaran ini mengatakan bahwa tidak sesuatu yang berjalan persis menurut yang direncanakan, dan sebuah model bukanlah realitas. Tetapi ia juga mengajarkan bahwa pilihan dan kesiapan dapat mempengaruhi masa depan.
Pernyataan ini dikemukakan oleh Roberto Goizueta (1992) salah seorang manajer Coca Cola Company, serta dikutip dari sebuah buku Manajemen Strategi (jilid 1) karya Pearce&Robinson.
“Dan di sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (juga), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Al-An’am: 59)
Bagaimana pendapat antum-antuna sekalian ?
0 komentar:
Poskan Komentar