Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Pu Luo Chung

Catatan pertama tentang Singapura sampai saat ini merujuk pada sebuah nota perdagangan dari seorang pedagang Cina di abad ke-3 Masehi yang menyebutnya sebagai "Pu Luo Chung" yang oleh sebagian sejarawan dianggap menyerupai ejaan bahasa Melayu yang berbunyi Pulau Ujong, yang berarti pulau yang terletak paling ujung di Semenanjung Malaya.

Sejarah Melayu juga memuat sebuah kisah dari seorang pangeran kerajaan Budha, Sriwijaya (Sri Vijaya), bernama Sri Tri Buana yang juga dikenal sebagai Sang Nila Utama. Kisah ini konon terjadi pada abad ke-13.

Alkisah, dalam sebuah pelayaran, kapal yang ditumpangi Pangeran Sri Tri Buana tengah berlayar di Selat Malaka. Tiba-tiba langit menghitam, petir menggelegar, dengan kilat menyambar-nyambar bagai cakar elang menyobek angkasa. Gelombang laut yang tadinya saling berkejaran dengan teratur jadi bergejolak tak menentu. Kapal layar berbentuk phinisi tersebut akhirnya terlempar kesana-kemari diayun ombak. Layar segera digulung. Gelombang menyeret kapal tersebut mendekati sebuah daratan yang dipenuhi rawa. Pangeran Sri Tri Buana bersama para pengawalnya mendarat darurat di pantainya. Belum jauh masuk ke daratan, pangeran tiba-tiba melihat seekor binatang buas berkaki empat di kejauhan yang segera kabur masuk hutan. Atas kejadian ini, Pangeran Sri Tri Buana akhirnya memberi nama daratan tersebut sebagai Singa Pura, yang dalam bahasa sansekerta memiliki arti "Kota Singa".

Penyebutan Singa-Pura oleh Pangeran Sri Tri Buana memang terjadi begitu saja tanpa direncanakan sebelumnya. Di kemudian hari, beratus tahun kemudian, para sejarawan menemukan keterangan bahwa binatang Singa sebenarnya tidak pernah hidup di daratan tersebut, yang banyak dijumpai bukanlah singa namun macan yang diawal abad ke-20 masih bisa dijumpai berkeliaran di daratan Singapura. Bisa jadi, sang pangeran tidak bisa membedakan antara singa dan macan disebabkan banyak hal yang tidak diketahui sejarah hingga hari ini.

3 komentar:

nita mengatakan...

herannya sekarang simbol singapura jadi merlion (singa bertubuh ikan), entah apa maksudnya

thanks udah mampir di rumahku yak

riski mengatakan...

" Bisa jadi, sang pangeran tidak bisa membedakan antara singa dan macan disebabkan banyak hal yang tidak diketahui sejarah hingga hari ini. "

mmm...
bisa jadi juga kalo dulu bang pangeran bisa bedain singa ama macan, nama singapura sekarang adalah macanpura hehehe....

fira mengatakan...

May I kindly ask that you remove the merlion logo image from this post, which has been used without permission. It may be that you came by it from a third party, but the original is clearly shown in my portfolio at www.fira-design.com. If you would like to continue to use it then please contact me at db@fira-design.com

Thank you.
David