Disaat isu gonjang ganjing masalah PageRank oleh sebagian blogger karena ada yang naik dan ada yang turun, saya mah santai saja. Sampai detik dimana postingan ini di-publish PR saya masih statis di angka 2. Dan saking santainya tadi malam nonton film lawas tentang ahli matematika pemenang nobel 1994, John Nash, dengan judul A Beautiful Mind.Tidak banyak yang bisa dipelajari dari film ini, cuma sedikit kisah melodrama dan introvert-nya seorang jenius. Sampai setengah film berjalan saya masih bersyukur tidak dilahirkan menjadi manusia jenius, dan masih ingat pernah dapat nilai 4 dikelas ;)
Tapi dari hal yang sedikit tersebut maknanya sangat dalam. Ciri khas film klasik. Tidak berat dan sedikit hikmah tersembunyi yang akan membuat kita berpikir dalam. Saya cuma menangkap tiga pelajaran besar dalam yang dilakukan oleh John Nash selagi masih muda dan belajar di Princenton University. Pertama, kadang seorang jenius yang tidak ingin gagal akan menjadi sangat tertutup kepada 'dunia luar', dan ini sangat buruk bagi seorang Homo Sapiens. Kedua, terdapat cuplikan menarik tentang konsep cewek inflasi yang diangkat oleh HS (cuplikan video disini). Ketiga, adanya potongan percakapan singkat tentang deskripsi cinta oleh dua orang ahli matematika. Sungguh tiga hal yang luar biasa.
Sampai film selesai terdapat kesimpulan besar yang aku dapat yakni jangan katakan cinta kalau masih 'berhubungan' dalam hitungan bulan, tapi katakan cinta bila sudah menikah dalam bilangan 30 atau 50 tahun. Dan aku masih bersyukur dari kecil tidak suka pelajaran matematika.
Ini juga asyik dibaca :
Blogging dari rumah
Aku dalam sephia
3 komentar:
aku malah seneng matematika :)
sama. ogah belajar matematik. tapi sekarang malah payah, tiap hari harus nyusun anggaran dengan sistematis,he..he..
wew... topik postingnya mirip dengan blog daku, berkunjung dong ke artefaksi..
wah, saya malah seneng dengan film itu, ada tema cinta di tengah penderitaan yang sebenerny gak diinginkan, schizofrenia atw psikosis karena gangguan fungsi otak kan bro, jadi penyakit, kasian john nash..
Poskan Komentar