Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Stop Lipsync

Lipsync atau adegan berpura-pura menyanyi koq jadi tren di negeri kita ini ya. Tidak hanya penyanyi atau grup band baru yang melakukannya, tapi para musisi yang sudah punya nama pun gak bisa lepas dari kelakuan ini. Bahkan si Ajeng aja gak setuju dengan lipsync ini.

Lipsync yang menurut wikipedia adalah a technical term for matching lip movements with voice. In the case of live concert performances lip-synching is generally considered controversial although in many instances it is required from a production standpoint to ensure quality for broadcast or a performer may be harmonizing with their own vocals.

Nah disitu dijelaskan kalau lipsync merupakan sesuatu yang kontroversial dan (hampir) tidak disukai karena membuktikan bahwa sang penyanyi tidak memiliki confident yang baik saat melakukan pertunjukan.

Coba kalau ada yang pernah atau bahkan malah sering nonton acara musik INBOX atau Flexi Hura-Hura. Disitu nggak grup band kacangan atau yang sudah terkenal koq masih melakukan lipsync. Herannya masih banyak aja yang nonton. Apakah ini membuktikan bahwa penikmat musik di Indonesia cuma senang liat tampang personilnya daripada performance-nya. Sungguh sebuah perbuatan yang sia-sia, dan selera yang aneh. Sampai saat ini baru satu grup band di INBOX yang tidak melakukan lipsync, yaitu Seurius.

Satu lagi kasus lipsync yang membuat saya geleng-geleng kepala adalah saat ajang Olimpiade 2008 lalu di China. Seorang gadis kecil, Yang Peiyi, dilarang tampil saat pembukaan dan hanya disuruh nyanyi di belakang panggung, sedangkan performance-nya digantikan oleh gadis kecil lainnya, hanya karena alasan kurang cantik dan dapat merusak kesempurnaan acara.

Ini juga asyik buat dibaca :

Elemen teknologi informasi

Empat dosa media

11 komentar:

arisa adachi mengatakan...

Lipsync pada performance live manjadikannya gak 'live' lagi.

Padahal sebenernya kualitasnya udah bagus, dan banyak para penyanyi negeri ini yang memang patut diacungi jempol karena memang memiliki kualitas yang lumayan oke.

Lipsync mungkin pada awalnya dipakai sebagai 'penyelamat' jika terjadi suatu 'kecelakaan', terutama untuk penyanyi baru, namun lipsync yang melanda penyanyi papan atas mungkin lebih dikarenakan 'malas'.

Maybe yes, maybe no!

aciko mengatakan...

iya setuju banget dg pendapatmu

wi3nd mengatakan...

iya,stop for thats!!pembohongan publik tuch..banyak seeh penyanyi yang melakukan ituh,termasuk penyanyi papan atas di negeri inih saat tampil life..jadi ketauan dech

brillie mengatakan...

Hmmm... kalo ga pede ya sakjane Lipsync gpp dong..

bagjapatria mengatakan...

salah satu penyanyi yang ga pernah lipsync (sepengetahuan saya) itu Nugie... suara aslinya dah keren abizz soalnya.

yupz.. setuju klo lipsync ga guna.. sama aja ngedengerin kaset :(

-Salam kenal

Muhammad Qori mengatakan...

OOOOO,GITU TUOH..
BERARTI YG DI INBOX TUH PAKE LYPSINC...
CIAAAH...PAYAH DEH MUSIK INDONESIA NEH..

easy mengatakan...

kasian amat penyanyi cilik di olimpiade itu ya..

#memang kelihatan banget kok inbox tu lipsync semua, dan memang mengherankan kok ya para penonton tetap bergembira ria.. :D

Melina mengatakan...

Iya tuh. . .
Gw enek bgt kalo liat orang nyanyi lipsync!
Mendg gw aj yg tampl d dpn panggung,tapi suaranya jadi kya audi gt!
Hahaha..

My Bloger mengatakan...

berarti mereka cuma jual tampang dong... pantes music jaman sekarang ga bisa awet kayak music2 kakek buyut yang sampai saat ini masih banyak yang suka...:D

herdianto mengatakan...

@My Bloger: ya kadang mereka jualan yang laen juga sih, hehe...zaman udah berubah, sekarang lebih dinamis jadi musik sekarang gak bisa bertahan lama, faktornya juga terlalu banyak musisi baru sih, dulu khan terbatas.

paank Fachrezi mengatakan...

Wah, saya telat mbahasnya yah?