Seperti yang kita tahu Google merupakan salah satu jenis mesin pencari yang banyak digunakan oleh pengguna internet. Google juga disinyalir termasuk mesin pencari yang kuat karena selain berguna sebagai portal pencari informasi juga bisa digunakan untuk mencari vulnerabilities beberapa engine web (Google Hack).
Sebagai portal pencari informasi Google bukanlah aplikasi yang aman, karena ia hanya mencari berdasarkan perintah yang dituliskan oleh pengguna. Entah itu baik atau buruk. Entah itu sopan atau tidak. Entah itu serius atau main-main. Entah itu up to date atau out of topic. Entah itu berguna atau tidak. Semuanya kembali lagi tergantung kepada si pengguna.
Ada sebuah cerita. Suatu hari ada seorang anak yang meminta kepada orangtua nya untuk memasang koneksi internet di rumah, dengan alasan banyak sekali informasi yang bisa di dapat melalui internet. Sebuah alasan yang benar dan masuk akal. Tetapi apa yang terjadi kemudian? Orangtua menolak permintaan tersebut dengan dalih bahwa dunia internet rentan terhadap sesuatu hal yang negatif.
Terlepas dari adanya fasilitas Parental Advisory, orangtua si anak masih ter-stigma ‘negatif’nya dunia internet. Dan masih termasuk alasan yang masuk akal.
Lalu apa hubungannya antara sisi negatif dunia internet dan mesin pencari google? Erat sekali hubungannya.
Wahana informasi paling diminati beberapa tahun belakangan ialah weblog, yakni sebuah halaman pribadi yang ditulis oleh seseorang dengan sebutan blogger. Blog merupakan sebuah lahan penuang buah fikir yang terpendam, terserah si empunya mau diisi dengan apa. Bisa dengan informasi bermutu atau bahkan informasi yang sangat personal.
Coba saja cari di google dengan keyword teori darwin, bukan hasil penelitian ilmiah yang muncul tetapi (maaf) sebuah gambar yang kurang senonoh. Bayangkan bila ada seorang anak SD yang benar-benar ingin belajar tentang teori tersebut. Bukankah ia akan menjadi seorang yang memiliki kesalahan informasi. Sudah saatnya blogger bertanggung jawab akan content yang diangkatnya.
Seperti memasang gambar yang 'tidak pantas' atau 'sedikit menjurus' dengan dalih buatan 3D atau hasil olahan photoshop yang menakjubkan. Walaupun atas dasar make it fun atau hanya iseng belaka, bayangkan akibatnya di kemudian hari. Andaikata ada 1000 orang yang melihat, dan 1 atau 2 diantara menjadi berfikiran negatif. Penulis tidak dirugikan tetapi 2 orang tersebut sudah dosa dan penulis ikutan berdosa pula. Bayangkan MLM dosa, sins are working for you, babe.....
Saya jadi teringat kasus Inul dan Dewi Persik yang dilarang melakukan goyangan panas mereka. Walaupun tujuan utama mereka bukan untuk 'menggoda', tetap saja dilarang. Sesungguhnya bukan benci yang melarang justru mereka sayang kepada Inul dan Dewi Persik. Mereka mengingatkan dan mencegah dosa yang lebih luas lagi. Dan itu memang tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi.
"Sesungguhnya Allah membenci manusia yang berjalan diatas muka bumi dengan congkak dan kesombongan" . Bayangkan Allah yang Maha Bijak, Maha Baik, Maha Adil, Maha Lembut, Maha Mengampuni, saja benci apalagi manusia yang tempatnya segala kelemahan.
Saya juga cuma manusia biasa yang masih merasa harus banyak belajar. Kalaupun ada kesalahan dalam saya mengingatkan semata-mata karena saya juga merupakan mahluk yang dhoif. Dan kepada Allah saya tunduk dan mohon ampun.
Sebagai portal pencari informasi Google bukanlah aplikasi yang aman, karena ia hanya mencari berdasarkan perintah yang dituliskan oleh pengguna. Entah itu baik atau buruk. Entah itu sopan atau tidak. Entah itu serius atau main-main. Entah itu up to date atau out of topic. Entah itu berguna atau tidak. Semuanya kembali lagi tergantung kepada si pengguna.
Ada sebuah cerita. Suatu hari ada seorang anak yang meminta kepada orangtua nya untuk memasang koneksi internet di rumah, dengan alasan banyak sekali informasi yang bisa di dapat melalui internet. Sebuah alasan yang benar dan masuk akal. Tetapi apa yang terjadi kemudian? Orangtua menolak permintaan tersebut dengan dalih bahwa dunia internet rentan terhadap sesuatu hal yang negatif.
Terlepas dari adanya fasilitas Parental Advisory, orangtua si anak masih ter-stigma ‘negatif’nya dunia internet. Dan masih termasuk alasan yang masuk akal.
Lalu apa hubungannya antara sisi negatif dunia internet dan mesin pencari google? Erat sekali hubungannya.
Wahana informasi paling diminati beberapa tahun belakangan ialah weblog, yakni sebuah halaman pribadi yang ditulis oleh seseorang dengan sebutan blogger. Blog merupakan sebuah lahan penuang buah fikir yang terpendam, terserah si empunya mau diisi dengan apa. Bisa dengan informasi bermutu atau bahkan informasi yang sangat personal.
Coba saja cari di google dengan keyword teori darwin, bukan hasil penelitian ilmiah yang muncul tetapi (maaf) sebuah gambar yang kurang senonoh. Bayangkan bila ada seorang anak SD yang benar-benar ingin belajar tentang teori tersebut. Bukankah ia akan menjadi seorang yang memiliki kesalahan informasi. Sudah saatnya blogger bertanggung jawab akan content yang diangkatnya.
Seperti memasang gambar yang 'tidak pantas' atau 'sedikit menjurus' dengan dalih buatan 3D atau hasil olahan photoshop yang menakjubkan. Walaupun atas dasar make it fun atau hanya iseng belaka, bayangkan akibatnya di kemudian hari. Andaikata ada 1000 orang yang melihat, dan 1 atau 2 diantara menjadi berfikiran negatif. Penulis tidak dirugikan tetapi 2 orang tersebut sudah dosa dan penulis ikutan berdosa pula. Bayangkan MLM dosa, sins are working for you, babe.....
Saya jadi teringat kasus Inul dan Dewi Persik yang dilarang melakukan goyangan panas mereka. Walaupun tujuan utama mereka bukan untuk 'menggoda', tetap saja dilarang. Sesungguhnya bukan benci yang melarang justru mereka sayang kepada Inul dan Dewi Persik. Mereka mengingatkan dan mencegah dosa yang lebih luas lagi. Dan itu memang tugas manusia sebagai khalifah dimuka bumi.
"Sesungguhnya Allah membenci manusia yang berjalan diatas muka bumi dengan congkak dan kesombongan" . Bayangkan Allah yang Maha Bijak, Maha Baik, Maha Adil, Maha Lembut, Maha Mengampuni, saja benci apalagi manusia yang tempatnya segala kelemahan.
Saya juga cuma manusia biasa yang masih merasa harus banyak belajar. Kalaupun ada kesalahan dalam saya mengingatkan semata-mata karena saya juga merupakan mahluk yang dhoif. Dan kepada Allah saya tunduk dan mohon ampun.
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beramal sholeh, saling ingat mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran"
(QS. Al Asr)
(QS. Al Asr)
4 komentar:
setuju.., "saling tolong menolonglah kamu dalam kebaikan.."
bykankah semua yang kita perbuat memang harus ada pertnaggungjawabannya, baik itu secara intelektual, nilai-nilai agama dan lainnya tho?
@soemandjaja: iya pak
@sigid: betul harus ada pertanggungjawaban, cuma kadang2 yg kita ingatkan saja yg merasa benar trus
jadi salah siapa?salah gw?salah temen2 gw? halllaahh.."cinta"banged seeh daku ma dialo9na "cinta"diAADC heheheh..
ya,selalu ada hukum sebab akibat dalam hidup,jadi semua keputusan ditan9an anda masin9..tin99al pilih hehe..
mana pr-nya??kok belum diserahin,nda lulus loch nanti heheh
Poskan Komentar