Namanya kartu pos (post card), selembar kertas tebal atau karton tipis berbentuk persegi panjang yang digunakan untuk menulis dan pengiriman tanpa amplop dan dengan harga yang lebih murah daripada surat.Kartu pos yang pertama di dunia diterbitkan di Austria pada 1 Oktober 1869 dengan nama Correspondenz-Karte. Kartu pos biasanya dikirimkan orang-orang saat berkunjung ke luar negeri sebagai semacam kenang-kenangan yang menandai bahwa mereka telah berkunjung ke negara tersebut. (wikipedia)
Mungkin ada yang masih ingat dengan riwayat kartu pos dan fungsi pendukungnya. Selain untuk mengirim ucapan selamat dan mengikuti undian berhadiah, juga berfungsi sebagai koleksi bagi penganut deltiologi yakni sebuah ilmu penelitian dan pengumpulan kartu pos.
Lalu bagaimana dengan sekarang? Apakah pengiriman kartu pos dan sejenisnya masih marak di Indonesia khususnya mengingat kelebihan teknologi sebagai pengganti pengirim kabar lewat pak pos ini lebih marak dan rapid (cepat). Ini yang menyebabkan budaya surat menyurat luntur berganti dengan layanan Surat Menyurat Singkat (SMS).
Dalam harian lampung post tertanggal Selasa, 16 September 2008. Ditulis bahwa pengiriman surat dan paket masih normal, tetapi kartu pos ucapan lebaran berkurang. Sebagai pengganting PT. Pos Indonesia menyiapkan perangko prisma dan surat elektronik (ratron) simpati. Pengirim ucapan selamat lebaran bisa mengirim SMS ke 8161.
Mendekati hari raya (dulu) biasanya akan ada banyak surat dan kartu pos yang datang dari luar kota. Sekarang? malah inbox SMS kita yang penuh dan over quota.
Ini juga asyik dibaca :
Jurnalisme dalam telematika
The deathly contract
1 komentar:
iya neeh,dulu waktu blm ada hengpong,setiap lebaran selalu kebanjiran kartu pos daku,ju9a sibuk nyari2 kartu pos,sekaran9 nda pernah la9e,lebih lewat sms....
jadi kangen sama pak post eh sama kartu dan surat2 via post:(
Poskan Komentar