Tidak terasa sudah setahun kebersamaan dengan situs jejaring sosial yang Indonesia banget ini. Kronologger, sebuah layanan microblogging yang beredar mulai awal 2007.Tidak berhenti hanya berinovasi pada microblogging, seiring waktu berjalan pembuat sekaligus admin dari kronologger pun mengembangkan open platform yang sampai kini digunakan oleh 8 grup besar. Serta pengembangan kronologger wiki, integrasi YM, Twitter, Jaiku, Plurk. Peta lokasi kroner (panggilan untuk pengguna kronologger) digabungkan dengan Google Maps, terakhir adalah Aggregator Kronologger (dan aku gak bisa masuk kesini). Khusus untuk yang satu ini sepertinya sudah tidak dibuka submission lagi mengingat terakhir dibuka tahun lalu (2007, red) dengan syarat harus online dan aktif selama satu bulan penuh tanpa pernah berhenti.
Uniknya tidak hanya membahas tentang keseharian para kroner yang juga blogger junkie ini, tetapi terkadang kita bisa merasakan kekuatan kronologger sewaktu-waktu. Mulai dari curhat tentang gebetan baru, kekesalan terhadap teman, kisah patah hati dari senior, bahkan pernah membahas cerita seorang kroner yang tidak dibayar gajinya setelah berbulan-bulan mengerjakan sebuah proyek.
Sayangnya dari total kroner yang berjumlah 2174 user (saat tulisan ini dibuat) hanya beberapa saja yang aktif dan berhasil mewarnai kancah per-micro-blogging-an disini. Bahkan lima belas diantaranya sempat masuk friend list saya hanya satu yang aktif hingga sekarang. Ditambah kroner baru biasanya tidak tahan berlama-lama karena kroner jadul-nya nggak ngasih komen ke beberapa postingan mereka.

Tetapi bagaimana pun saya lebih suka menggunakan layanan microblogging ini ketimbang produk luar negeri, dan tidak selalu memikirkan turunnya karma. Meski sempat tersiar kabar kalau mas KukuhTW, selaku pembuat, pengembang serta pemilik kronologger sempat kecanduan KeruPlurk juga.
Ini juga asyik dibaca :
Antara tua dan dewasa
Sebuah misteri keindahan
Sayangnya dari total kroner yang berjumlah 2174 user (saat tulisan ini dibuat) hanya beberapa saja yang aktif dan berhasil mewarnai kancah per-micro-blogging-an disini. Bahkan lima belas diantaranya sempat masuk friend list saya hanya satu yang aktif hingga sekarang. Ditambah kroner baru biasanya tidak tahan berlama-lama karena kroner jadul-nya nggak ngasih komen ke beberapa postingan mereka.
Tetapi bagaimana pun saya lebih suka menggunakan layanan microblogging ini ketimbang produk luar negeri, dan tidak selalu memikirkan turunnya karma. Meski sempat tersiar kabar kalau mas KukuhTW, selaku pembuat, pengembang serta pemilik kronologger sempat kecanduan KeruPlurk juga.
Ini juga asyik dibaca :
Antara tua dan dewasa
Sebuah misteri keindahan
12 komentar:
wah sama dunk setaun jg, aq pertama ngekron bulan puasa taun lalu
wah saya kecanduan hampir semua layanan social networking seperti twitter, jaiku, plurk, pownce dan tentu saja Kronologger
*kembang api*
iya tuh kasihan kalau para kroner baru gak dikasih komen, jadinya pada ngerasa gak ada temennya kali ya, hehehehehe
@tuxer: hehe, iya khan kita samaan
@kukuh: untung gak kecanduan yg laen mas
@iorme: yups, mesti kita ramein lagi nih
ga ngerti ngekron :D
@easy: belajar makanya
kronologger emang keren
nda punya herdi,gimana seeh??
Ide kronologger memang bagus mas. Menurut saya tantangan terbesarnya adalah kemauan para penggunanya untuk rutin mengupdate. Karena at the end of the day, kronologging, sedikit banyak, akan "menuntut" waktu tersendiri yang tidak semua pengguna bisa/mau meluangkannya.
Btw Mas, saya tunggu artikel mas untuk bahan Blog Post Exchange di blog saya :) Kirimkan saja ke adityafajar[at]gmail.com.
Untuk informasi tentang BPEX bisa dilihat di sini:
http://adityafajar.com/blog-post-exchange/
thanks! :)
@Iin: sekeren para penggunanya.
@wi3nd: gak punya apa wind, kamu jawab pertanyaan yg mana sih, khan ada dua?
@adit: oke mas, tunggu aja
kroner lampung memang keren.. halah.. btw kroner lampung cuma ada tiga orang ya ?
Keren mas arikelnya..
jika berkenan berkunjung ke http://www.dutablogger.com/admin
Salam Blogger Maniak!..
Poskan Komentar