Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

[review] Ketika Cinta Bertasbih

Subhanallah.... Itulah kata pertama setelah selesai membaca dua karya dari Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik), yang juga penulis dari novel fenomenal Ayat-Ayat Cinta yang sudah diangkat ke layar lebar.

Sebenarnya agak norak juga sebab novel ini sudah muncul tiga tahun yang lalu dan aku baru membacanya sekarang (2008, red) sebagai pengisi waktu liburan idul fitri kemarin. Biasanya aku emang beli buku untuk dibaca pas liburan tapi kebetulan bulan kemarin aku males jalan ke gramedia. Alhasil searching di google dapet link di blognya fahriza tentang novel Ketika Cinta Bertasbih (KCB) jilid 1 dan 2.

Menariknya dari novel ini adalah sentuhan lokal di daerah pedesaan (yang pasti Indonesia) terasa kental pada jilid 2, tanpa mengurangi ke-khas-an Kang Abik yang secara detil menggambarkan susana timur tengah pada jilid 1. Agaknya inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembacanya. Sambil membaca sambil pikiran melayang membayangkan suasana mesir yang eksotik dengan segala keluh kesah anak perantauan disana. Secara pribadi saya menilai ini tidak salah mengingat pengalaman pribadi penulis yang memang pernah menimba ilmu di negeri para nabi tersebut. Tetapi disisi lain saya rasa ini bakal menjadi sebuah kelemahan pada karya Kang Abik selanjutnya.

Kalau tulisan bisa disimpulkan sebagai cerminan kepribadian penulis, maka satu hal lagi yang aku ambil kesimpulan dari Kang Abik adalah bahwa beliau ini merupakan pencinta wanita sejati. Lihat saja semua karyanya. Hampir tidak pernah merendahkan wanita dan mengatakan bahwa semua wanita adalah cantik bak bidadari. Selain itu satu hal yang selalu menarik untuk dibaca dan diingat ialah penggambaran suasana malam pengantin dengan sangat detil dan menggoda. Tentu saja ini yang akan menjadi pendorong utama penggambaran indahnya pernikahan Islami yang didasari oleh nilai ibadah dan dilakukan hanya karena Allah Azza WaJalla.

Bagi ingin mengkoleksi e-book nya bisa diambil disini. KCB Jilid 1 & KCB Jilid 2

Ini juga asyik dibaca :

Ayat-ayat cinta the movie

Gramedia book fair

7 komentar:

pyuriko mengatakan...

Ciee... yang sedang jatuh cinta!

Brillie mengatakan...

hmm.. tetep aja, AAC ama KCB tetep ga suka... hehehe, selera orang beda". piss man..

herdianto (pemilik blog ini) mengatakan...

@Iko: jadi malu....

@brillie: yoi, kita sama koq. Klo film-nya emang gak suka, tapi klo bukunya keren *menurutku*

Muhammad Qori mengatakan...

Subhanallah....

Sekarang,cintapun bisa bertasbih ya?

wi3nd mengatakan...

nda papa tlat die,u9 pentin9 baca heheh...
novel kang abik bisa ditebak dan ada benang merahnya,jadi mudah ditebak...

xvader mengatakan...

mok :D
hehe...
mintak donlotin ini dunk...
http://cdgenp01.csd.toshiba.com/content/support/downloads/ta7videoax.exe
bisa ora?
:P
tengks bipor...

ayyy... ketika cinta bertasbih cak e?
boreraaaa minjem yeh... :D

ubaidillah mengatakan...

salam cool blog..
tukar2 link yuuk