Pengen Notebook MSI

Postingan ini ada hubungannya dengan postingan seorang rekan beberapa waktu yang lalu waktu ada pameran teknologi 2008.

http://eriek.wordpress.com/2008/02/17/

Nah, pada waktu itu saya (untuk kelima kalinya ke pameran tersebut) memutuskan membeli (lebih tepatnya mengajukan aplikasi kredit hehe). Notebook seharga 6 jutaan bermerek MSI berwarna biru. Kata mbak yang dari Adira-nya (perusahaan pembiayaan kredit, red) sih paling lambat dua hari sudah ada keputusan apakah diterima atau ditolak.

Tapi sampai postingan ini turun, saya belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Adira. Sudah lebih dari 4 hari, maka saya berinisiatif untuk menghubungi Adira dan meminta kejelasan dari mereka. Penjelasan mereka singkat saja, karena aplikasi yang diterima tidak sedikit (menurut koran daerah kira-kira 250-an aplikasi), maka ada kemunduran jadwal serta mereka (Adira, red) berjanji Senin ini akan menghubungi dan memberi kepastian status.

Pagi ini saya bertemu dengan teman di sebuah asrama, dia juga melakukan hal yang sama (mengajukan aplikasi kredit), bedanya ialah dia memilih notebook Toshiba seharga 10 juta-an. Dan sudah di survey dalam 3 hari setelah aplikasi diajukan. Tetapi masalahnya dia ditawari untuk melakukan kredit selama 24 bulan dengan berbagai alasan, padahal perjanjian awalnya cuma 18 bulan. Dan sampai sekarang keputusan final belum juga didapat.

Entah kenapa Adira melakukan hal demikian, menawarkan tempo kredit tidak sesuai dengan perjanjian awalnya. Apakah ini sebuah trik survey atau keinginan untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk lunas.

Semoga saya tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Semoga.....

mie ayam spesial 15 tahun

Masih ingat nggak semua tempat yang pernah kita kunjungi 15 tahun yang lalu, sewaktu kita masih kecil, sewaktu kita diajakin sama orangtua, sewaktu masih ingusan, sewaktu......???? Sebagian dari kita mungkin sudah lupa seiring berjalannya waktu, sebagian masih saja ingat karena adanya kesan spesial disana.

Tidak beruntungnya adalah saya termasuk seorang yang memiliki ingatan yang tidak cukup kuat dan jernih, sehingga hampir sebagian besar tempat makan yang pernah saya datangi waktu kecil sudah luntur dalam ingatan. Beberapa masih ada berkat Bapak (yang sering ngajak saya makan dikota waktu dulu) yang sering cerita dan ngingetin waktu kita lewat tempat tersebut.

Sebenarnya ada dua tempat, yang masih cukup cozy untuk didatangi, yang pertama adalah Mie Ayam Sebelah Dealer Suzuki (tepatnya diantara dealer suzuki dan Arthomoro) dan Bakso Garasi (lain waktu akan saya ceritakan, janji deh).

Saya menyebutnya Mie Ayam Spesial 15 Tahun, kenapa ? Karena seingat saya, pertama kali saya datang ketika saya berumur belasan tahun (klo gak salah masih kelas 2 SD). Dan beberapa waktu yang lalu, bapak saya cerita bahwa waktu dia service motor di dealer suzuki warung mie ayam-nya masih ada. Besoknya saya langsung cabut kesana ketika ada waktu kosong, dan kejadiannya agak lucu sih. Begini kisahnya :

Saya : Pak, kayaknya dari saya kecil dulu udah dagang disini pak, masih yg dulu khan?
Penjual : Iya, masih blm ganti.
Saya : Wah, itu khan kira-kira 15 tahun yang lalu ?
Penjual : (cuma senyum, sambil ngaduk mie pesenan saya)
Saya : Kenapa gak pindah pak, koq masih disini aja (sambil liat bawah, warung atas siring).
Penjual : (senyum lagi). ya nggak ada yang laen.
Saya : Senyum juga (gak ada pertanyaan lagi hehehe....)

Ditambah ketika pesanan saya datang, langsung saya ambil kamera digital dalam tas dan jepret...jepret (tanpa perasaan berdosa), sang mamang mie ayam-nya bingung aja liatnya, dan temannya bertanya sambil menunjuk saya. "Ngapain tuh orang?" tanya temannya. Dengan enteng dijawab "Gak tau," sambil tersenyum (lagi).

Aneh (sepertinya) rasanya hampir tidak berbeda dengan dulu, masih saja enak. Saya masih ingat ketika dulu minta nambah 1 porsi lagi dalam hitungan menit. Bagaimana ya dia meracik bumbu-bumbunya sehingga dalam hitungan lebih dari 10 tahun masih bisa tetap sama. Dan anehnya lagi harganya berubah sedikit saja (tidak mahal), cuma 3000 ribu perak. Ck...ck....ck....

Reuni ex-class W8E

Tidak ada yang menyenangkan selain bertemu dan berkumpul dengan teman-teman lama yang sudah berada jauh disana, dan mungkin sudah bertemu dengan teman-teman baru. Kenikmatan yang didapat tidak hanya dapat bercengkrama dan membayangkan masa lalu. Segala kepenatan rutinitas akan terasa hilang dan terlupakan barang sejenak.

Kebetulan bulan ini teman sekelas dulu waktu les bahasa Inggris di IEC ada yang milad (ulang tahun, red). Ferizal Atmajaya (6 Feb), Feri (9 Feb), dan Dwi Ika Febri (15 Feb). Jadi ditetapkanlah tanggal 16 Februari kita kumpul, selain reuni juga untuk syukuran milad. Kebetulan juga hari itu sabtu jadi agak longgar, karena Ijal (panggilan akrab Ferizal, info) dan Lilih nggak ada kuliah (S2 Ilmu Pemerintahan). Tapi sayang salah satu dari kami tidak bisa datang, si Feri sibuk dengan Hizbut Tahrir-nya.

Akhirnya hanya ada 6 orang yang kumpul, Saya, Ika, Ijal, Zico, Riki, Lilih, Rahma.

Titik pertemuan disepakati di halte Unila kemudian dilanjutkan dengan agenda pertama ke KFC Chandra Supermarket (Ika yang traktir). Heboh banget disana, sampe hampir malu karena keberisikan kami (maklum kami dijuluki sebagai kumpulan/kelasnya orang gila dulu waktu masih les, info).

Setelah itu dilanjutkan dengan agenda kedua, yakni keliling pameran teknologi 2008 di GSG Ernawan Khua Jukhai di Pahoman. Disana kami selain melihat-lihat harga laptop dan ngerjain penjual, sekalian cuci mata, banyak banget SPG keabisan baju hehe.... Capek keliling jam setengah tiga agenda dilanjutkan ke Pizza Hut Plaza Millenium (samping Gramedia Lampung). Giliran Ijal yang traktir (maklum udah kerja di Nestle bagian HRD). 3 loyang pizza delight, 1 garlic bread, 1 spaghetti, 1 nasi ikan tuna dan 5 soda susu tuntas kami lahap. Setelah kenyang kami langsung menuju gramedia untuk refreshing.

Lelah banget sih, cuma hampir tidak kami rasakan. Letih-letih kami terkesampingkan dengan rasa bahagia kami karena bisa saling sapa hari itu, setelah hampir satu tahun saling berjauhan, hanya SMS yang menjadi alat komunikasi selama ini.


video

Who is the shadow ?

Foto diambil pada Senin 4 Februari 2008, pukul 22.30 WIB

Blogger or Chatter, mas....

Berawal dari sebuah keisengan belaka, lama kelamaan bila kita menemukan sebuah titik kenyamanan pada sebuah hal atau keadaan, maka dapat dipastikan kita akan sangat tertarik masuk kedalam dunia tersebut. Bahkan untuk seseorang yang bisa dikatakan idealis dan mapan sekalipun. Apa sih maksudnya? Jadi begini lho tulisan ini saya dedikasikan kepada seorang rekan yang juga uploader tim redaksi Website Unila, Erie Khafif Mukti (http://eriekha.blogspot.com).

Chatting yang merupakan cara melakukan obrolan melalui koneksi internet merupakan sebuah rutinitas yang tidak bisa ditinggalkannya akhir-akhir ini. Saya yakin bahwa pada mulanya ini adalah aktivitas jarang sekali dia lakukan, karena memang pada awalnya interaksi dengan internet tidak setiap saat bisa dilakukan. Tetapi jarang heran kalau sekarang status YM nya selalu online 24 sehari, 7 hari seminggu. Luar biasa. Bahkan tidak jarang hingga lewat tengah malam masih saja asyik dengan salah satu layanan dari Yahoo tersebut.

Oya, dia juga sebenarnya seorang blogger yang tulisannya bisa dikatakan sangat berisi. Dulu aktivitas yang paling sering dilakukan ialah blogging. Jujur dulunya saya tertarik dengan dunia blog karena terinspirasi dari mahluk ini. Hampir tiap hari posting. Tapi sekarang, postingnya hanya paling banyak 2 kali dalam seminggu. Lebih banyak chattingnya ketimbang bloggingnya. Sepertinya beliau sudah chatting addict. Sampai kadang-kadang ada perintah untuk upload berita pun sering di-pending karena sibuk chatting.

So, bisa belum bisa dipastikan kecenderungan sejatinya. Setiap hari pertanyaan yang (mungkin) sering terlontar dari aku ialah Blogger or Chatter, mas...??? Semoga si Eriekha tersadar dan mendapat pencerahan untuk mengurangi aktivitasnya chattingnya yg berlebihan. Amiin.