Lukisan Thangka adalah lukisan tradisional Tibet yang menggambarkan seorang Buddha, dewa Buddhis, atau sebuah mandala. Meskipun Thangka dibingkai dalam kain brokat sutra yang berwarna, ini bukan dekorasi semata melainkan objek religius. Lukisan dapat ditemukan di setiap biara dan tempat suci keluarga Tibet. Pemujaan dapat dilambangkan dalam kerja, mengidentifikasikan dan mengembangkan kualitas seperti kebijaksanaan dan kasih dalam diri mereka yang terpahat pada lukisannya.
Meskipun ini disebut lukisan, thangka dapat dipisahkan menjadi tujuh macam - dilukis, disulam, dianyam, adalah beberapa diantaranya, meskipun yang paling umum adalah dilukis. Sebagai kombinasi dari lukisan gulung Cina, lukisan Nepal, dan lukisan Kashmir, lukisan ini pertama kali muncul sekitar abad ke-10 dan biasanya berbentuk empat persegi panjang, dilukis pada kain katun atau linen dengan pigmen organik dan mineral dan akhirnya ditindihkan pada latar belakang sutra yang penuh warna.
Thangka tertentu dapat menggunakan emas dan permata sebagai cat pigmennya. Subjek Thangka meliputi banyak bidang, dari astrologi sampai pengobatan dan teologi, termasuk mandala dan gambaran Buddha.
Lukisan Thangka dibatasi oleh aturan yang ketat. Seorang seniman harus menyisihkan waktu tahunan untuk magang, menggambar dan mempelajari teks kuno dibawah bimbingan seorang guru. Kegiatan magang ini tidak hanya mengajarkan keahlian teknis yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan secara terperinci, namun juga selama waktu tersebut, si seniman secara aktif mencari ketenangan spiritual dan keteguhan moral. Sebagai bagian dari proses ini, para pelukis Thangka kuno menjauhi daging, alkohol, bawang putih dan bawang merah, serta mempertahankan kebersihan pribadi dengan ketat.
Secara tradisional, Thangka dihasilkan oleh para ahli spiritual, namun hari ini, Thangka dihasilkan dalam jumlah besar untuk pasar turis di Nepal, India, dan dimana-mana.
Ini juga asyik dibaca :
2 komentar:
nDa aDa skRinsuutna herdi?
@wind; iya, lagi nyari juga nih
Poskan Komentar