Percaya nggak kalau kita belum memanfaatkan seratus persen fitur yang ada di Operation System yang kita pakai, baik Windows atau Linux. Ditambah banyak sekali software (juga) yang belum termanfaatkan dengan maksimal. Sebagai contoh software pengolah gambar Adobe Photoshop (punyaku masih versi 7.0), yang bisa untuk rekayasa digital imaging, dan disinyalir menjadi keahlian dari Roy Suryo.
Kali ini aku bukan mau ngomongin Photoshop tapi Nero, sebuah software yang paling sering digunakan untuk 'membakar' CD Rewrite/able (CD R/RW). Kalau saja hardisk-ku belum penuh (mungkin) aku belum nemuin fitur pembuat slide gambar yang mirip banget sama Windows Movie Maker (WMM). Bedanya kalau WMM bisa juga buat video, kalau Nero Photo Slide Show cuma khusus untuk 'mainin' objek gambar saja.
Caranya, kalau sudah mengaktifkan Software Nero lewat menu, trus klik aja Making Photo Slide button. Nah mulainya meng-impor objek gambar yang akan dijadikan project slide show kita. Kalau sudah pernah menggunakan Windows Movie Maker maka kita tidak akan kesulitan beradaptasi dengan fitur satu ini.
Oiya, satu lagi kelebihan Nero Photo Slide ini adalah proses ringan, dan tampilan
yang lumayan besar nan cerah. Semakin memanjakan penggunanya saja. Ini menjadi nilai plus bila dibandingkan dengan software sejenis. Ditambah efek transisi gambar yang lebih menarik. Kalau saja orang tidak kenal anda bisa jadi hasil project yang telah anda kerjakan nanti dikira hasil kerjaan dari seorang profesional.
Tapi sayangnya tidak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna, begitupun dengan Nero Photo Slide Show. Satu-satunya kelemahan adalah hasil project yang telah kita kerjakan akan tersimpan dengan ekstensi Nero Vision Projects (*.nvc), atau sekalian kita simpan di Compact Disc (CD). Tidak bisa langsung disimpan sebagai file video di hardisk, kecuali setelah di-save dalam CD kemudian di-copy ke hardisk. Dua kali pekerjaan untuk sebuah kesempurnaan. Enjoy......
Ini juga asyik dibaca :

0 komentar:
Poskan Komentar