Detasemen Gegana atau biasa disingkat Gegana adalah bagian dari Kepolisian Indonesia (Polri). Pasukan inilah yang umumnya diturunkan jika muncul suatu ancaman atau teror bom. Pasukan ini memiliki keahlian khusus sebagai tim penjinak bahan peledak (jihandak). (Wikipedia)
Para ‘jagoan’ yang termasuk dalam pasukan Brigade Mobil (Brimob) ini tidak tanggung-tanggung dalam melaksanakan tugasnya, sebagai pasukan penjinak mereka siap mempertaruhkan nyawa dalam setiap tugas. Dalam setiap tugas penjinakan, biasanya diterjunkan satu unit pasukan Gegana yang terdiri atas sepuluh personel yang biasa disebut Bintara Operator.
Meski pada dasarnya semua berkemampuan sama, di dalamnya selalu ada yang memiliki kemampuan khusus. Ada ahli penjinak bahan peledak, penyelamatan (SAR), dan antiteror yang memiliki kemampuan menembak jitu.
Biasanya pasukan Gegana menggunakan kendaraan taktis Explosive Ordinance Disposal (EOD) yang dilengkapi peralatan penjinak bahan peledak. Sementara tugas menjinakkan bahan peledak dilakukan oleh satu tim petugas Gegana yang terdiri atas lima atau enam orang.
Apa Pertimbangan Dalam Tugas Mereka?
Ada tiga keadaan yang harus dipertimbangkan oleh anggota Gegana sebelum memutuskan teknik penjinakkan yang akan dipakai.
Pertama, apakah bahan peledak itu mengancam jiwa manusia? Jika ya, body armor malah tidak boleh dikenakan. Pada kondisi ini ada kemungkinan bom terpasang di tubuh sandera. Melihat tampilan petugas seperti ini dikhawatirkan sandera akan kaget dan membuat gerakan tertentu. Masalahnya ada jenis bom yang memakai detonator peka guncangan, gerakan yang betapapun kecilnya sudah cukup untuk memicu detonator sehingga bomnya meledak.
Kedua, pada kondisi bom yang hanya mengancam properti, petugas Gegana bisa menggunakan body armor untuk mengambil bom dan membawanya ketempat aman untuk dijinakkan. Sedangkan pada kondisi ketiga, ketika bom tidak membahayakan manusia maupun bangunan, semisal di hutan, anggota Gegana bisa meledakannya jika dinilai lebih menguntungkan.
Caranya menghubungi tim Gegana?
Terhadap setiap ancaman bom melalui telepon maupun temuan barang yang diduga berisi bahan peledak, Gegana tidak pernah mengganggap enteng dan sepele. Meskipun kerapkali ancaman bom hanya gertakan semata ataupun barang yang dicurigai ternyata tidak berisi bahan peledak.
Pemanggilan satuan Gegana untuk menjinakkan bom atau menyisir sebuah gedung hanya bisa dilakukan oleh petugas kepolisian dimanapun, baik pos, polsek (melingkupi kecamatan) maupun polres (melingkupi kebupaten/kotamadya) tanpa dibatasi kepangkatan asalkan diketahui oleh atasannya sebagai penanggung jawab.
Jadi, laporkan saja! Mending terlalu berhati-hati untuk bisa tersenyum lega, daripada …. jledhueerrrrr ….. dan jatuh korban tak berdosa.
sumber : Majalah Intisari. edisi September 2001
Related Post :
Tim Gegana
indonesia's elite forces...
Profil Resimen II Brimob
dari Bom hingga SAR...
Police Bomb Squad Indonesia
sebuah video dari YouTube
5 komentar:
Nah ini dia, tugas pasukan Gegana ternyata tidak mudah.
@Deden: baru tau juga
Itulah hikmahnya jadi kenapa ada teroris,soalnya mereka dapet rizkinya dari situ tuh :)hihi.
berati klu nda ada laporan2 yan9 kena bom
tu9asna n9apain herdi?
@Qori: klo gak ada teroris ya pasti dpt rezeki dari tmpt lain
@wind: tugasnya ya jaga pos sama nonton tipi, hehe....
Poskan Komentar