Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

D. It is written

Itulah jawaban yang tertulis pada ending film Slumdog Millionaire yang terkenal itu karena mendapatkan lima Critics' Choice Awards, empat piala Golden Globes, dan tujuh piala BAFTA Awards, dan memenangi penghargaan Oscar terbanyak Academy Awards 2008 (8 piala), termasuk penghargaan paling bergengsi Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Sebenarnya film ini sudah lama aku download tapi baru pagi ini baru bisa menyempatkan untuk menontonnya, itu pun karena sabtu.

Lucu juga mengingat ini film India tetapi sentuhan khasnya hanya ada di epilog film, bukan di awal apalagi pertengahan. Tetapi justru lebih menonjolkan kehidupan mayoritas asli India (di daerah kumuh). Secara pribadi saya juga memberikan apresiasi karena sangat dekat sekali dengan realitas yang ada. Apalagi keluguan dari Jamal, mulai dari kecil, remaja hingga dewasa. Koq ya pas banget si sutradara nyari karakter yang pas kayak gitu.

Sedangkan beberapa nilai yang (bisa) saya tangkap dari cerita ini adalah bahwa keindahan berbagi dan kesetiaan cinta bersifat universal tanpa melihat latar belakang, kemudian kesadaran manusia akan kekuatan besar diluar dirinya (diperlihatkan oleh Malik yang melakukan sholat dan berdoa minta ampun sebelum membunuh). Lalu, uang bisa mengalahkan segalanya. Dan yang terakhir ketidakpercayaan publik akan orang kalangan minoritas.

Kalau dipikir-pikir banyak sih nilai-nilai lain yang bisa dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi mulai besok aktivitas nonton itu perlu diambil hikmah dan ibrahnya...
*gambar dari sini

Ini juga asyik dibaca :

Pemain Slumdog Millionaire jadi pusat perhatian

Slumdog Millionaire; download

0 komentar: