Kunang-kunang aja kalo siang matiin lampunya..So, watt-nya dihemat gitu lho...*Semua pasti pernah dengar anjuran pemerintah kalau kita harus menghemat pasokan energi listrik. Bahkan sejak saya kecil saya sudah hapal slogan "Hemat Listrik Hemat Energi", dan saya pikir itu benar saja karena satu-satunya penyedia langganan listrik di Indonesia dikuasai dan di-monopoli oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Jadi ide untuk menghemat adalah dengan mematikan semua peralatan listrik dan tidak menggunakannya sama sekali... (yang bagian ini bercanda koq).
Sebenarnya siapa yang diuntungkan dari sistem penghematan energi ini? Apakah kita sebagai pelanggan atau mereka (PLN, pen) selaku penyedia layanan?
Nah untuk menjawab semua ini hampir sebagian orang juga sudah pada tahu, yakni alam. Lho koq? Ya, karena semua mesin pembuat energi listrik semuanya memakai bahan bakar yang akan merusak alam (nantinya), mulai dari solar, air terjun, laut, hingga nuklir. Jadi ketika semakin sedikit orang yang memakai listrik penurunan kerusakan akan diperlambat alias lama rusaknya. Setidaknya mencegah hilangnya alam Indonesia yang indah untuk dilihat anak cucu kita di masa depan.
Lalu, apa itu Earth Hour ?
Earth Hour** adalah sebuah acara internasional tahunan yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature/World Wildlife Fund), diselenggarakan setiap Sabtu terakhir bulan Maret, yang meminta rumah dan perkantoran untuk mematikan lampu yang tidak diperlukan dan peralatan listrik selama satu jam untuk memunculkan kesadaran atas butuhnya tindakan menghadapi perubahan iklim. Dirintis oleh WWF Australia dan Sydney Morning Herald tahun 2007, dan memperoleh partisipasi dunia tahun 2008.
Earth Hour sendiri sebenarnya merupakan kampanye untuk memadamkan pemakaian energi listrik selama 1 jam (60 menit) untuk membiarkan bumi bernafas sejenak. Saat ini, 80 negara dan 750 kota bergabung dengan Earth Hour 2009, sebuah peningkatan drastis dari orang-orang yang berpartisipasi di 35 negara untuk Earth Hour 2008. 1 milyar 'hasil vote' adalah tujuan utama untuk Earth Hour 2009, dalam konteks menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2009. Serta, Earth Hour berikutnya akan dilakukan pada hari Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 8:30 malam, waktu lokal. Dan Jakarta (Indonesia) merupakan salah satu kota yang akan tergabung di dalamnya.
Sebuah pertanyaan besar; Akankah kita termasuk orang-orang yang berpartisipasi di dalamnya?
* diambil dari halte di sekitar Tanjung Karang pusat
** hasil comotan dari wikipedia
related posts :
Create Wave Of Participation Around The Globe
dicomot dari situs aslinya...
Vote for jakarta earth hour
hasil perbincangan forum KapanLagi...
WWF-Indonesia mencari Supporter EARTH HOUR INDONESIA
yang berminat jadi suporter EARTH HOUR INDONESIA...
8 komentar:
klu dirumahhseeh hemat ban9ed,kan sian9 pd nda aDa oran9,jd nda aDa y9 make lampu,ju9a tipi,cuma kulKas duanks..
klu mLm ju9a mati pas tidur lampuna..
jadi suppoRts for betteR futuRe.... :)
@wind: hehehe itu sih sudah pasti hemat, bisa nabung dong.
Tanpa dihemat pun sudah hemat sendiri karena PLN sering mati dan merusak peralatan elektronik ( ada kerja sama dengan perusahaan elektronik kali yaaa? )
salam kenal
ditunggu kunjungan dan dukungannya dari sahabt blogger semua
terimakasih
Kayaknya kalau aku sudah ikutan Loch :)
Aku matiin lampu jam 5.30 pagi dan jmm 19.00-23.00 W.I.B aku juga matiin lampu kamar (soalnya jam segitu aku keluar ke Yayasan)
Pulang dari yayasan kn capex dan tidur, lampu aku nyalakan sebentar lalu aku matikan lagi dan tidur :D ckckckck ...
Gimana? soal Listrik aku super hemat kan :D ckckckck (kliatan sombong yach) hahhahahhaha ..
*Ajakan yg bagus kawan :)
Salam :)
ada yg rajin komen nampaknya bro.. ow itu toh.. hehee..
Wah...ngikut ahh..., salam kenal buat Adminnya! :) saia Sarimin!
maaf,saya hanya bisa menonton;boleh?
@myrazano: wah gak bisa ngambil kesimpulan kayak gitu saya
@Aribicara: ckckckc..aneh
@Soemandjaja: masa sih, mana?
@Sarimin: salam kenal juga :D
@Qori: boleh lah, tiket harganya 3000 aja koq
Poskan Komentar