Menjelang makan siang di ruangan kerja, biasanya akan diawali dengan tradisi menonton berita siang, terserah channel apa yang penting berita. Kadang acara gosip artis pun ikut meramaikan sliweran informasi yang kada terlewatkan oleh telinga dan kesibukan mendata mahasiswa pengguna hotspot gratis di Universitas Lampung.
Selain berita kampanye dan seluk beluk calon legislatif (baca: caleg) ternyata ada selipan informasi menarik dari dunia kepolisian, yakni pengunduran diri mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman S Sumawiredja. Padahal masih ada waktu empat bulan lagi bagi dirinya untuk mengabdi kepada negara sebelum masa pensiun tiba.
Usut punya usut ternyata pengunduran diri tersebut didasari oleh rasa kekecewaan terhadap Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) yang menghentikan penyidikan terhadap Ketua KPU Jatim, Wahyudi Purnomo, yang menjadi tersangka pemalsuan DPT (Daftar Pemilih Tetap).
Hal ini dilakukan dirinya setelah dilakukan pencopotan jabatan Kapolda Jatim oleh Mabes Polri karena dirinya menetapkan Wahyudi Purnomo menjadi tersangka sehari sebelumnya. Lucunya sebelum kejadian ini terjadi sudah ada peringatan dari Mabes Polri untuk untuk tidak terlalu reaktif terhadap kasus pilkada Jatim ini. (info jelas ada di Lampung Post).
Karena ia merasa bahwa ada intervensi di balik ini semua, maka terhitung 1 Maret si polisi idealis ini mengundurkan diri dari institusi kepolisian. Dirinya juga mengatakan bahwa pengunduran diri ini juga sebagai bentuk penegakan kejujuran dan keadilan dalam pelaksaan pilkada nanti. (info jelas ada di Liputan6).
Aneh ya, ketika ada polisi jujur koq malah jadi masalah. Katanya mau reformasi institusi. Mungkin bila semua polisi memiliki prinsip kebaikan seperti ini keadaan Indonesia pasti akan berbeda dari sekarang. Bisa jadi bakal ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama institusi polisi akan semakin disegani oleh masyarakat. Atau kedua tidak bakal ada lagi polisi di Indonesia karena semuanya sudah mengundurkan diri, hehe....
Akhirnya kita tunggu saja berita selanjutnya sebagai balasan reaksi Mabes Polri atas ulah heroik dari Mantan Kapolda Jatim ini. Hidup Polisi.
Ini juga asyik dibaca :
Spam di Blogspot
Fraktur Hepatica
Selain berita kampanye dan seluk beluk calon legislatif (baca: caleg) ternyata ada selipan informasi menarik dari dunia kepolisian, yakni pengunduran diri mantan Kapolda Jatim, Irjen Pol Herman S Sumawiredja. Padahal masih ada waktu empat bulan lagi bagi dirinya untuk mengabdi kepada negara sebelum masa pensiun tiba.
Usut punya usut ternyata pengunduran diri tersebut didasari oleh rasa kekecewaan terhadap Markas Besar Polisi Republik Indonesia (Mabes Polri) yang menghentikan penyidikan terhadap Ketua KPU Jatim, Wahyudi Purnomo, yang menjadi tersangka pemalsuan DPT (Daftar Pemilih Tetap).
Hal ini dilakukan dirinya setelah dilakukan pencopotan jabatan Kapolda Jatim oleh Mabes Polri karena dirinya menetapkan Wahyudi Purnomo menjadi tersangka sehari sebelumnya. Lucunya sebelum kejadian ini terjadi sudah ada peringatan dari Mabes Polri untuk untuk tidak terlalu reaktif terhadap kasus pilkada Jatim ini. (info jelas ada di Lampung Post).
Karena ia merasa bahwa ada intervensi di balik ini semua, maka terhitung 1 Maret si polisi idealis ini mengundurkan diri dari institusi kepolisian. Dirinya juga mengatakan bahwa pengunduran diri ini juga sebagai bentuk penegakan kejujuran dan keadilan dalam pelaksaan pilkada nanti. (info jelas ada di Liputan6).
Aneh ya, ketika ada polisi jujur koq malah jadi masalah. Katanya mau reformasi institusi. Mungkin bila semua polisi memiliki prinsip kebaikan seperti ini keadaan Indonesia pasti akan berbeda dari sekarang. Bisa jadi bakal ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama institusi polisi akan semakin disegani oleh masyarakat. Atau kedua tidak bakal ada lagi polisi di Indonesia karena semuanya sudah mengundurkan diri, hehe....
Akhirnya kita tunggu saja berita selanjutnya sebagai balasan reaksi Mabes Polri atas ulah heroik dari Mantan Kapolda Jatim ini. Hidup Polisi.
Ini juga asyik dibaca :
Spam di Blogspot
Fraktur Hepatica
1 komentar:
Polisi (jadi) Idialis ...mmh joba ga pake kata jadi... :)
Poskan Komentar