Masih ingat Bu Muslimah nggak? Itu loh yang jadi guru di SD terpencil dalam film Laskar Pelangi. Berkat fenomena yang dihasilkan oleh film itu kini pemeran Bu Muslimah jadi ikon iklan sekolah gratis lengkap dengan logat belitong-nya yang kental.
Ternyata kemarin baru tahu kalau mereka juga menyediakan media website sebagai salah satu media iklan mereka. Ada di sekolahgratis [dot] info.
Kadang saya juga sempat berpikir, apakah akan gratis sepenuhnya. Dalam artian siswa hanya cukup datang ke sekolah, membeli seragam sendiri dan uang jajan dari orangtua-nya sendiri. Selebihnya gratis, mulai dari SPP, BP3, Uang Buku, uang bangunan, uang iuran kelas (karena seluruh sarana lengkap), dan uang ujian. Kita lihat bagaimana hasil jajak pendapat online yang didapat :
Sebanyak 887 responden menyatakan bermanfaat, 258 bilang diragukan, sedangkan 17 responden hanya tidak peduli. Dan saya salah satunya yang bilang diragukan.
Kenapa? Sebab di SD dekat rumah saja pembangunan hampir tidak berjalan sama sekali. Dana BOS yang didapat menguap entah kemana. Tapi syukurlah masih ada orang yang berharap kuat program pembangunan ini akan berjalan sukses. Artinya masih akan ada orang yang berusaha untuk mewujudkannya. Saya pun bisa jadi berusaha mendukung bila memiliki kemampuan dan kesempatan. Untuk sekarang cuma doa yang bisa terpancar :)
Hal tersebut terwujud berkat adanya kenaikan jumlah biaya santunan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di dalamnya termasuk sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), uang penerimaan siswa baru (PSB), biaya ujian sekolah dan juga BOS buku. Adapun perincian dana BOS yang akan diterima oleh tiap siswa adalah sebesar Rp. 400.000/ tahun untuk SD / SDLB di wilayah kota, Rp. 397.000/ tahun untuk SD/ SDLB di kabupaten. Sedangkan untuk siswa SMP/ SMPLB/ SMPT di kota Rp. 575.000/ tahun dan SMP/ SMPLB/ SMPT di kabupaten Rp. 570.000/ tahun.
Ini merupakan cuplikan pembuka dari situs sekolah gratis. Bahkan ditambahi dengan pernyataan Dengan BOS, orang tua siswa tak perlu bingung soal biaya. Angka putus sekolah akan berkurang, dan pendidikan pun akan lebih terfokus kepada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Mungkinkah terwujud? Mari berdoa saja….
7 komentar:
maaf karena dah berburuk sangka, tapi kok menurut saya iklan itu penuh dengan kampanye terselubung partai tertentu...
namanya aja iklan!
tuh beneran sekolah gratis yak??
nice post Bro! Sarimin ucapin makasih! sangat bermanfaat sekali buat Sarimin
ada di PP tahun 2008 tentang Wajib Belajar, cuma masalahnya tuh PP jadi satu dengan PP tentang Pembiayaan Pendidikan, kalo mau paham secara utuh coba bandingkan 2 PP itu, baru deh paham yg sebenarnya tersembunyi... heheee..
dira9ukan.. idem her...
bahasa ikLan ajah decH kaya'na..
Sekolahnya sih gratis
tapi kegiatan yang tidak perlu dipungut dengan biaya tinggi ( TK saja di kampung pinggiran bekasi menghabiskan dana 2 juta per tahun plus biaya mansik, tour dll @200. ribu rupiah per semester )
Poskan Komentar