Syahdan… bila semua orang selalu memberi kata-kata negatif ternyata lama-lama bakal tertanam kuat di pikiran dan hati kita. Ini pun sepertinya mulai saya rasakan. Baru beberapa hari menjalani hari setelah wisuda, banyak orang memberi ucapan selamat disertai ‘embel-embel’ dibelakangnya. “Selamat datang di dunia pencari kerja” .
Jujur, saya koq malah aneh dengernya Bahkan ada dosen yang bilang seperti itu. Bukannya mereka men-support anak didiknya untuk berbangga hati dan senang karena telah lulus, serta mendapat kesempatan untuk mempraktekkan ilmu yang telah didapatnya untuk masyarakat.
Seperti tidak percaya saja bahwa setiap manusia memiliki ‘selang’ rezekinya masing-masing. Kadang saja juga khawatir kalau-kalau nanti agak lama mendapat kesempatan mengalirkan rezeki tersebut, tapi sesegera aku juga meyakini bahwa sekarangpun kesempatan itu sudah tersedia, meskipun hasilnya tidak terlalu besar tapi cukup untuk berlatih kedepannya. Dan sedihnya hasilku yang sekarang masih saja kurang untuk meyakinkan orangtua yang anak gadisnya ingin kupinang. Yah ditolaklah khitbahku :(
Padahal sejatinya ada yang bilang kalau menikah itu adalah pintu pembuka rezeki dan siapa tahu ada orang yang memperoleh pekerjaan ketika sudah menikah. Tapi kalau rencana suci tersebut terganjal lantaran belum mendapat pekerjaan tetap alias honorer seperti saya. Kapan bisa menikah saya? Huh… jadi males lagi mikirinnya. Masa mesti PNS dulu untuk melamar anaknya :sebel:
6 komentar:
jadi maksu loh mau nikah, biar dapet rezeki?
@geri: iya mau nikah, sekalian bagi2 rezeki :)
aku juga mau nikah.............
sapa yang mau ku tunggu...
sabar herdi..
an99aplah suatu ujian kecil,insya ALLAH jika waktuna suda tepat ju9a menikah den9annya
maksud oran9tuanya ju9a baik kok,karna den9an punya pen9hasilan setidakna ortunya percaya bahwa herdi bisa men9hidupi anaknya :)
iya menikah itu ibadah benar..
iya saya setuju dengan ini semua. terima kasih atas informasinya. nice information and nice post.
@nuniek: thanks.. mirip anak kaskus deh
Poskan Komentar