Gagah benar semua Calon Presiden (Capres) Indonesia ini. Disaat ada masalah atau isu nasional dan daerah dengan sigap mereka langsung tanpa ba-bi-bu angkat bicara, mengutus tim sukses dan dengan segera membuat pernyataan pers. Semua aspek kehidupan langsung menjadi fokus perhatian mereka dengan dinyatakan menjadi tanggung jawab kita semua. Sembari mencari sisi-sisi penting yang bakalan diangkat menjadi isu kampanye Presiden 2009.
Memang benar kalau Presiden haruslah seorang negarawan cerdas dengan kemampuan manajerial yang mumpuni, dan paham dengan segala bidang ilmu. Sebab negara bukanlah organisasi kecil atau perusahaan level daerah yang bisa ditangani dalam waktu relatif singkat.
Presiden RI pertama, Soekarno, pernah berucap bahwa sebagai seorang pemimpin haruslah cerdik nan pandai. Ungkapannya yakni "Lebih baik mengerti sedikit dari yang banyak, daripada mengerti banyak dari yang sedikit." Ini menjelaskan keampuhan manajerial ketimbang spesialisasi.
Menyoal kekuatan Capres (calon presiden, red) dalam kasus Prita Mulyasari baru-baru ini, yang saya herankan ialah bagaimana seorang Jusuf Kalla dan Megawati dapat memerintahkan kepada kejaksaan dan ketua PN Tangerang untuk merubah status tahanan Prita. Padahal mereka baru calon dan belum tentu menang dalam pemilihan besok. Sedangkan SBY yang jelas punya kuasa malah lebih kelihatan anteng saja.
Entahlah, sampai sekarang aku masih belum bisa membaca manuver-manuver politis dari para negarawan bangsa ini.



2 komentar:
entah dha, gw juga nggak kepikiran
Para politisi dan militer Indonesia dari dulu (Jaman Soekarno-SBY)selalu bermanuver dan berkonspirasi mengatasnamakan rakyat, mengedepankan kepentingan rakyat padahal sebenarnya demi kemakmuran dan kemapanan mereka sendiri. Ujung-ujungnya rakyat yang hareus membiayai hidup mereka, kebutuhan mereka, menyokong tunjangan-tunjangan mereka sementara rakyat sendiri harus bersusah payah, banting tulang dan peras keringat untuk mencari sesuap nasi entah jadi buruh bangunan, buruh kontrak di pabrik-pabrik,tukang sampah, buruh tani, nelayan.
Tidak ada negarawan di Indonesia yang ada adalah politisi dan militer yang berpura-pura menjadi negarawan...
Poskan Komentar