Pemilihan Presiden tinggal menunggu hari lagi, masa kampanye belum juga berakhir. Meski begitu postingan ini gak bakal basi dong :) Ini juga lanjutan dari postingan Kekuatan sang Capres.
Awalnya saya pikir keadaan ini biasa saja mengingat banyak sekali pendukung dari tiga calon tersebut. Oke saya tahu klo beberapa dari mereka merupakan kelompok yang dibayar saja biar kelihatan ramai, tapi toh kalaupun masyarakat Indonesia punya keteguhan terhadap salah satu calon maka mereka tidak akan ikut juga. Sampai tadi pagi ada komentar seperti ini dari netter yang bernama Alung.
Alung telah membuat komentar baru pada posting Anda "Kekuatan sang Capres"
Para politisi dan militer Indonesia dari dulu (Jaman Soekarno-SBY)selalu bermanuver dan berkonspirasi mengatasnamakan rakyat, mengedepankan kepentingan rakyat padahal sebenarnya demi kemakmuran dan kemapanan mereka sendiri. Ujung-ujungnya rakyat yang hareus membiayai hidup mereka, kebutuhan mereka, menyokong tunjangan-tunjangan mereka sementara rakyat sendiri harus bersusah payah, banting tulang dan peras keringat untuk mencari sesuap nasi entah jadi buruh bangunan, buruh kontrak di pabrik-pabrik,tukang sampah, buruh tani, nelayan.
Tidak ada negarawan di Indonesia yang ada adalah politisi dan militer yang berpura-pura menjadi negarawan...
Dengan komentar ini, saya tergelitik untuk bertanya kenapa sih mereka semua berlomba-lomba jadi presiden. Kita semua tahu kalau itu tidak gratis. Apakah dibenarkan mencapai kekuasaan dengan menghambur-hamburkan materi? Apakah tidak susah menjadi pemimpin yang mengurusi negara seluas dan se-kompleks ini ? Atau ada kesenangan lain yang bisa diperoleh seorang presiden selain ketenaran?
2 komentar:
ya menurut saya balik lagi ke tujuan dari para capres itu...mudah mudahan aja bangsa indonesia ke depannya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi...! thanks ya
biar jadi nomer satu dine9eri indonesia raya ini kalee ..
**jawaban yan9 san9ad menyesatkan hehe..
patina mreka punya power nantina..
rada bosen ju9a den9erin kampanye mreka,kebanyakn janji,salin9 ledek,kok malah jadi kaya ank kecil
selalu sajah rakyat yan9 dijadikan tamen9 **huh
Poskan Komentar