Kenyamanan yang diambil dari kata dasar nyaman, akhir-akhir ini selalu terucap berulang dia benakku. Kalau d'masiv bilang 'cinta ini membunuhku' maka aku juga bakal bilang 'kenyamanan ini membunuhku'. Bener deh, zona nyaman yang tercipta di lingkungan kerja ini bakal membunuh kreativitas, semangat dan gejolak muda dalam diriku.
yang menantang dan berada diluar batas nyaman memang menyenangkan, tapi lambat laun bila disadari betul bakal menyengsarakan kita. Mulai dari aktivitas sosial yang menyempit, kebiasaan menunggu akut yang berubah menjadi egois, bahkan yang paling parah adalah emosi meninggi ketika diingatkan untuk melakukan kewajiban yang sudah semestinya ditunaikan. Kenapa? Karena kita dipaksa untuk meninggalkan zona nyaman itu (walau sebentar) untuk sekedar keluar ruangan demi rapat mendadak.
Sadar atau tidak, kita semua pernah (atau sedang) mengalaminya. Bagi yang sadar dan mau berubah, aku ucapkan congratz dan salute. Dan bagi yang belum sadar, cepatlah untuk menghitung dan instrospeksi kembali apa yang sudah terasa dalam aktivitas rutin kita sehari-hari. Apakah begitu-begitu saja ataukah selalu ada keinginan untuk meng-eksplorasi kegiatan-kegiatan baru yang lebih seru tiap harinya. Segera sadari bahwa seluruh lingkungan ini merupakan tantangan tersendiri yang harus selalu ditaklukkan.
Sampai sebelum tulisan ini dibuat saya termasuk orang yang dibuai nikmatnya 'berteman' dengan comfort's zone tersebut. Bahkan untuk mencari ide tulisan yang barupun otak saya berontak enggan. Kalau sudah begini, keluar ruangan untuk minum pun terasa malas sekali. Akhirnya saya mencoba untuk membaca kembali diri saya, dan penyakitnya ada zona nyaman didalam ruangan dingin ber-AC. Dan mulai sekarang harus bertekad, semangat dan harus berubah ^_^
Ini juga asyik dibaca :
Kekuatan dramatis sebuah konten
Free file hosting services
One's comfort zone refers to the set of environments and behaviours with which one is comfortable, without creating a sense of risk. A person's personality can be described by his or her comfort zones.Zona nyaman yang membuat kita tidak suka menyentuh hal-hal
yang menantang dan berada diluar batas nyaman memang menyenangkan, tapi lambat laun bila disadari betul bakal menyengsarakan kita. Mulai dari aktivitas sosial yang menyempit, kebiasaan menunggu akut yang berubah menjadi egois, bahkan yang paling parah adalah emosi meninggi ketika diingatkan untuk melakukan kewajiban yang sudah semestinya ditunaikan. Kenapa? Karena kita dipaksa untuk meninggalkan zona nyaman itu (walau sebentar) untuk sekedar keluar ruangan demi rapat mendadak.Sadar atau tidak, kita semua pernah (atau sedang) mengalaminya. Bagi yang sadar dan mau berubah, aku ucapkan congratz dan salute. Dan bagi yang belum sadar, cepatlah untuk menghitung dan instrospeksi kembali apa yang sudah terasa dalam aktivitas rutin kita sehari-hari. Apakah begitu-begitu saja ataukah selalu ada keinginan untuk meng-eksplorasi kegiatan-kegiatan baru yang lebih seru tiap harinya. Segera sadari bahwa seluruh lingkungan ini merupakan tantangan tersendiri yang harus selalu ditaklukkan.
Sampai sebelum tulisan ini dibuat saya termasuk orang yang dibuai nikmatnya 'berteman' dengan comfort's zone tersebut. Bahkan untuk mencari ide tulisan yang barupun otak saya berontak enggan. Kalau sudah begini, keluar ruangan untuk minum pun terasa malas sekali. Akhirnya saya mencoba untuk membaca kembali diri saya, dan penyakitnya ada zona nyaman didalam ruangan dingin ber-AC. Dan mulai sekarang harus bertekad, semangat dan harus berubah ^_^
Ini juga asyik dibaca :
Kekuatan dramatis sebuah konten
Free file hosting services
0 komentar:
Poskan Komentar