Aku telat lagi. Baru semalam berkesempatan menonton film pelajar bodohnya Raditya Dika, Kambing Jantan. Padahal aku suka baca novelnya, punya tiga malah. Ingat pertama kali baca bukunya pas lagi di tempat cucian motor di kawasan Sukarame. Aku duduk sendirian di bawah pohon sambil baca bukunya yang barusan aku beli di gramedia. Ketawa ketiwi sendiri mirip orang gila. Aku ngerasa koq kalau beberapa orang merhatiin tapi begitu mereka tahu aku sedang baca buku mereka maklum. Gokil abis, pikirku. 
Secara keseluruhan filmnya bagus, apalagi suasana kampus di Adelaide, Australia. Koq bisa tenang begitu ya. Nggak berisik kayak di kampus-kampus Indonesia. Filmnya juga tidak menonjolkan kehebohan seorang mahasiswa baru. Benar-benar menjiplak novelnya.
Soal pemain, saat sempat sedikit kecewa kenapa mesti penulisnya langsung yang jadi pemeran utama. Meskipun aktingnya bagus tapi saya sebagai penonton sangat berharap tokoh utama akan selucu apa yang digambarkan di dalam novel. Nyatanya yang lebih lucu adalah Hariyanto (Edric Tjandra) dengan kaos kebesarannnya bertuliskan "I Love KEDIRI". Mukanya itu lho polos, lucu-lucu goblok gimana gitu. Tapi aku puas menontonnya semalam.
Oh iya, untuk diketahui sampai sekarang aku belum juga menonton Cintapuccino dan Crouching Tiger Hidden Dragon lho. Serta beberapa film yang ada di drive D laptopku, yang aku download dan belum ditonton juga sejak sebulan yang lalu.
5 komentar:
Belum nonton
tHema kita sama untuk postin9an kalee nie,tentan9 film hehhe
aku da nonton,men9ecewakan menurutku,klu boleh dibilan9 jeLek,untun9nya ada harjanto yan9 menyelamatkan ne film jadi lebih idup,dia duanks yan9 lucu,selebihnya monOtOn,satu la9i yan9 ba9uss soundtrack filmnya,enak enak la9unya :)
maaf ya herdi kita beda pendapat,untuk yan9 ini lebih enak baca bukunya,nun99uin ne film lama ban9ed,pas jadi cuma b9itu duanks,men9ecewakan,uda komplain ju9a ke radit hihihi...
@pudakonline: yah kirain cuma aku yang telat
@wi3nd: gpp kita beda, khan lebih seru :)
wew..saya malah semuanya belum nonton. sebel ah tinggal jauh di perkampungan, susah cari film baru.
hm, pinjem bukunya dong! hehe...
Poskan Komentar