Saya mulai mendengar statement kebingungan diluar sana. Hayoo ada yang mau protes sama judul postingan kali ini? Oke.. oke…. saya paham bila ada yang tidak setuju bila kita tarawih di sebuah bioskop. Lagipula orang gila mana yang akan menggelar sajadah disana. Bukan saya, pun bukan anda pastinya. 
Ini hanyalah sebuah banyolan kecil yang tercipta malam ini, kala saya dan temen-teman ex-w8e kembali menggelar konser akbar pertemuan kecil-kecilan yang kebetulan di-agenda-kan pas waktu buka puasa bersama. Lokasi kejadian saya tetapkan di Rumah Makan AKA yang berada di jalan Kartini, Bandar Lampung. Luar biasa murahnya, dan jangan ditanya taste masakannya, enak banget. Kebetulan kami mengambil tempat duduk di bagian belakang yang agak luas dan lebih sepi, maklum kehebohan kami biasanya akan terdengar dalam radius 3 (tiga) hari perjalanan kuda, yang setara dengan waktu seperminuman teh. (halah… serasa film kungfu).
Karena biasanya kami hanya berkumpul saat silaturahmi ba’da Lebaran, maka kali ini suasana spesial langsung pekat terasa, meski minus beberapa member seperti Feri (asyik ikut pengajian), Riki dan Mb Lilih yang mesti ke Jakarta ikutan CPNS Deplu. Tapi kami tetep aja bahagia.
Selesai makan dan dilanjutkan sholat maghrib berjamaah, kami melanjutkan acara dengan menonton film DEATH SENTENCE yang mantap abis. Rasanya postingan ini akan dipenuhi dengan kalimat saya yang menyebutkan kekaguman semua.
Akhirnya waktu menunjukan pukul 9 malam setelah film selesai, itu artinya petualangan kami malam ini harus diakhiri dengan terpaksa. Kami pulang ke wilayah kekuasaan masing-masing dengan hati penuh kenangan dan memori yang tidak akan mungkin terlupakan, dan dihiasi dengan mimpi indah akan sebuah kebersamaan layaknya keluarga.
president of w8e,
Redha Herdianto
6 komentar:
:) mantaf juragan ....
beehh abis bukber,lan9sun9 mluncurr ke 21 ..
manteebb.. ^_^
layak diteladani
imamnya siapa?
@sarimin: thanks
@wi3nd: hehe.. mau ikutan gak wind?
@arifin: jangan pak, nanti saya dosa
@Bambang: sholat mandiri, gak ada imam
gundul
Poskan Komentar