Rupanya tidak hanya golongan Lembaga Kemasyarakatan dan mahasiswa di luar Lampung yang melakukan aksi terang-terangan mendukung “perang” terhadap Malaysia (baca: Malaysia truly maling Asia). Tapi dengan peng-klaim-an banyak kebudayaan Indonesia rupanya juga membuat gerah mahasiswa Universitas Lampung, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakutas Teknik.
* foto diambil pada 21 September 2009
Sebenernya saya juga tidak mengetahui perkembangan kasus ini, bagi saya ini adalah kesimpang-siuran, meski menurut seorang rekan ini merupakan upaya salah satu pihak tertentu dalam menebarkan kebencian antar dua bangsa satu rumpun, dan sesama negeri Muslim. Namun simple saja bagi saya, kekesalan saya pada mulanya adalah sifat keras kepala mereka dan perlakukan atas para Tenaga Kerja dari Indonesia yang sudah banyak memakan korban.
Apapun masalahnya bila sudah menyangkut warga negara yang dilecehkan, saya akan tetap mendukung perang berdarah.
heil INDONESIA,
Redha Herdianto

4 komentar:
beRsaTuLah indOnesia...
bersatulah indonesia, bantu saudara saudara mu yang tersepit di gempa bumi. bersatulah indonesia, membina masyarakat terpelajar ,membela anak anak ngga punya rumah mengemis di jalanan. kalau yang mudah ini pun tak terbuat, lihat diri di kaca....ambil buluh runcing, ganyang aja dirimu sendiri, diri yang bodoh dan sombong!!!
mossad game based in singapore
Ya ga beranilah ganyang Malaysia, karena banyak orang Indonesia lebih membela Malaysia untuk menjadi buruh kebun, pembantu rumah tangga, guru, dosen, pegawai, jangan-jangan jadi tentaranya juga, sampai-sampai kebun-kebun sawit Indonesia juga dijual ke Malaysia. Coba ingat-ingat waktu ribuan TKI dipulangkan kog pemerintah dieeemmm ajee, kalo aku jadi presiden ku tarik pulang seluruh TKI yang kerja di kebun-kebun, hayooo apa sawitnya ga matee.... Terus kalau kirim TKI ke sana kan banyak dapat fee ... mungkin juga lain-lainnya. Makanya pikirkan bagaimana caranya agar orang Indonesia ga pergi ke luar negeri untuk bekerja jadi buruh rendahan tapi kalau pergi untuk jadi profesional ya masih dimaafkan sebab pengangguran makin lama makin meningkat termasuk anda-anda yang akan lulus dari perguruan tinggi.
Poskan Komentar