Anak Anak Bajang (review)

Menggiring & Diantara Anak Bajang

Judul : Menggiring & Diantara Anak Bajang
(catatan dari mimpi ke perjalanan menuju puncak)
Penulis : I Gede A.B. Wiranata
Penerbit : Percetakan
Tahun : 2009
Tebal : 80 halaman
ISBN : 978-602-8616-19-5

Buku ini saya dapat ketika meliput acara pengukuhan guru besar pak Gede (panggilan akrab I Gede A.B. Wiranata) di Gedung Serba Guna Unila, Selasa (10/11). Buku saku ini merupakan bagian dari souvenir yang telah disediakan di meja registrasi depan pintu masuk. Sebuah persiapan yang matang untuk menyambut pencapaian tertinggi dari sebuah profesi akademik seorang dosen, Guru Besar.

Buku saku ini isinya sangat menarik. Sebuah catatan perjalanan hidup dari seorang Guru Besar, dan dapat dibaca dalam waktu sebentar, namun makna yang mesti dipikiran tidak sebentar. Perjalanan hidup tidaklah mudah untuk dilupakan, baik yang mengalami pun yang membaca dan mendengarkan ceritanya. Dari buku saku ini saya dapat mengetahui bahwa sebuah tujuan yang dimulai dari mimpi tidaklah sesuatu yang mustahil, asal ada kemauan dan tekad yang kuat.

Dari buku ini pula saya dapat memahami kenapa pak Gede dapat ‘menelurkan’ puluhan buku tentang permasalah Hukum di Indonesia (beliau adalah Guru Besar Hukum Perdata - Hukum Bisnis). Ternyata hasil pengasahan ilmu korespondensi sangat berguna.

Mengenai isi dari buku saya pikir cukup untuk sebuah buku biografi sederhana. Sayangnya alur bercerita dari pak Gede kurang tersusun rapi. Dalam bab-bab awal yang mestinya hanya mengisahkan tentang masa remajanya sudah diselipkan cerita ketika dia sudah kuliah. Intinya alur yang digunakan masih maju-mundur, ini yang menyebabkan buku ini harus dipahami benar dan tidak bisa diputus ditengah bab, akan tidak nyambung nantinya.

Layout buku sangat sederhana, ini yang saya kurang suka dari penerbit . Mungkin upgrade kemampuan desain grafis sangat dibutuhkan oleh staf disana. Ditambah tidak ada informasi jelas mengenai kemana buku ini akan di-distribusikan, apakah di toko buku atau di perpustakaan Unila. Kalaupun ada cuma dipajang satu, dan pernah saya tanyakan kepada petugas sirkulasi perpustakaan pusat cuma dijawab tidak tahu dan mesti tanya sama kepala UPT Perpustakaan di lantai 3. Sebuah kesulitan dalam akses ilmu, pikirku. Padahal buku ini harusnya menjadi pegangan wajib mahasiswa Unila, selain lebih murah juga menunjang perkuliahan dari dosen bersangkutan, ilmu dari civitas akademika-nya sendiri. Daripada hanya menjadi konsumsi terbatas yang tidak bisa diketahui oleh masyarakat luar Unila.

Secara singkat saya memberi bintang dua untuk buku saku biografi ini. Unik, ringkas dan dipersiapkan dalam waktu singkat. Apalagi ada bab khusus memuat kesan dari para mahasiswa dan alumni bimbingan. Sebuah karya yang patut ditiru oleh Guru Besar Unila yang lain.

heil Unila,
Redha Herdianto

2 Responses to "Anak Anak Bajang (review)"

  1. gravatar wi3nd says:

    9imana klu herdi ajah yan9 bikin desainnya :)

  2. gravatar herdianto says:

    @wind: wah, nanti dikira ngambil lahan orang lain dong

Leave a Reply

Terima Kasih Sudah Mau Berkunjung ke Blog ini..