antara KosaKata dan Imajinasi

Seringkali kita terbius oleh keindahan bahasa dari sebuah novel yang sedang kita baca, jangankan beranjak berdiri, rasanya memikirkan hal lain pun sangat sulit dilakukan. Yang tercipta di otak kita adalah alur cerita yang sedang dipahami, bahkan tidak sedikit yang membayangkan menjadi aktor utama dalam sebuah cerita novel, baik fiksi maupun non-fiksi.

Kenapa begitu? Sebab imajinasi yang diciptakan oleh penulis terasa sangat kuat dan hampir saja kita mempercayainya sebagai hal yang nyata terjadi, meski kiblat bacaan yang kita baca adalah non-fiksi.

Saya jadi teringat sebuah kalimat yang diucapkan oleh pimpinan lembaga waktu saya les bahasa Inggris dulu, “Kalau rajin baca, pasti suatu hari bisa buat novel sendiri,” ujarnya. Hhmm… apakah betul bisa, atau itu sebuah hiburan belaka. Sebab hampir semua penyuka aktivitas membaca selalu bermimpi untuk bisa menerbitkan tulisannya dalam bentuk buku, dan mereka jadi seorang penulis. Titik, cuma itu.

Setelah beberapa tahun saya baru sadar bahwa benar juga ungkapan tersebut. Ini ada hubungannya dengan pengumpulan kosa kata dan pelatihan membuat imajinasi. Semakin banyak membaca maka akan semakin ingat kata yang banyak digunakan, majas, cara menulis dan bercerita, sehingga kita tidak akan pernah mengalami sebuah keadaan stuck dimana ide habis dan bingung cara mengungkapkan sebuah kalimat. Tetapi jangan samakan imajinasi dengan khayalan (meski dari dulu aku menganggapnya sama) sampai saya menemukan sebuah tulisan apik dari situs Akar Padi :

IMAJINASI atau imajinasi, sesungguhnya telah diakrabi oleh sedemikian banyak manusia. Kendati demikian, pemahaman atas imajinasi, masih cenderung disalah-tafsirkan. Sebagian besar orang memahami imajinasi sebagai khayalan, yang sesungguhnya merupakan ilusi dan fantasi. Keduanya berbeda dengan imajinasi.

Dari dua hal ini bisa dipastikan kalau saja kita mau meluangkan waktu beberapa jam lamanya membaca dan menghayati sebuah alur cerita, maka kedepan dengan mudahnya melakukan hal yang sama, menulis. Dan fakta bahwa biasanya penulis hebat memiliki kecenderungan lurus dengan kesenangannya membawa karya tulis lainnya.

*gambar diambil dari situs Motivasi Hidup

suka membaca,
Redha Herdianto

3 Responses to "antara KosaKata dan Imajinasi"

  1. gravatar Bayu Ratri says:

    wah, koq bisa ya?
    btw, saya juga bermimpi suatu saat tulisan saya terdokumentasi dalam sebuah buku...

  2. gravatar herdianto says:

    @Bayu: sama dong kita, hehe

  3. gravatar wi3nd says:

    hemm..aku suka membaca herdi
    tapi belum satu bukupun yan9 terbit hehehe

    tapi alhamdulilah bisa nulis diblo9,beda yah ehehe

Leave a Reply

Terima Kasih Sudah Mau Berkunjung ke Blog ini..