Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Hari minggu dan anak rumahan

Alhamdulillah akhirnya hari minggu kemarin bisa liburan juga. Bermalas-malasan di rumah ternyata jadi fokus mengerjakan dua hal yang sudah hampir tiga minggu selalu tertunda, rapihkan lemari pakaian plus menyisihkan baju kusam, rusak, tidak mode dan tidak layak pakai lagi. Ternyata hasilnya cuma satu plastik besar. Pantas saja lemari pakaianku sesak, ternyata banyak penumpang gelapnya.

Satu lagi adalah mengerjakan laporan akhir tahun 2009 ini. Awalnya bingung karena belum ngerti format laporannya. Sambil mecah database berisi 3000-an nama user dan emailnya, sambil memahami format contoh laporan yang sudah ada. Mudah ternyata. Sekali ketik tangan ini hampir tidak berhenti menari, untung melapar jadi pengen makan dulu.

Cuma satu efek negatifnya jadi anak rumahan. Mudah lapar karena minim aktivitas, pengennya makan terus. Kemarin minggu saja aku makan 2 kali untuk satu siang, belum ngemil biskuit khong guan sambil nonton film Mulan. Oiya film Mulan yang versi manusia lebih menyentuh daripada yang versi animasi. Selain tidak ada scene lucu dari naga dan jangkrik, menonton film ini jadi teringat dengan film sequel Red Cliff yang sama-sama menceritakan tentang perang saudara.

Oiya, aku belum cerita ya kenapa minggu ini bisa libur. Bukan karena Natal atau menyambut tahun baru, tapi karena kemarin Jumat dan Sabtu sudah diadakan ujian kenaikan kyu (tingkat) dan latihan bersama bersama Sensei Dzulham. Seru banget, ada beberapa Senpai (senior) datang jadi diajarin teknik-teknik baru, serta rangkaian gerak menggunakan tongkat pendek yang disebut dengan Jo Kata, sama teknik merebut tongkat lawan (Jodori). Waaahhh….. mantap minggu ini, akhirnya aku berhasil naik satu tingkat.

Yang pasti benar kata beberapa guru diluar sana, jadi anak rumahan itu kurang menarik. Jadi sulit bersosialisasi, karena memang tidak pernah melakukan kontak dengan dunia luar dan komunikasi dengan mahluk hidup secara nyata jadi berkurang. Wajar sih kalau kebanyakan dalam rumah malah jadi nerd, dan yang diluar rumah, berpetualang jadi orang yang lebih seru.

lagi pengen curhat,
Redha Herdianto

5 komentar:

Sarimin mengatakan...

anak rumahan sukanya tidur aja ya?

wi3nd mengatakan...

slamat d9 kenaikan tin9katnya.
tepat san9ad klu da dirumah makan muluuu,dan itu akuu hahhaa

herdianto mengatakan...

@sarimin: aku lbh suka makan

@wi3nd: hhe..bisa masak bareng nanti kita

atrtesla mengatakan...

tergantung dari kesibukan & kegiatan apa yang dilakukan mas :) .. saya termasuk typikal anak rumahan loh ;) .. tapi Alhamdulillah sejauh ini saya selalu tidak ketinggalan dengan aktivitas yang ada di dunia luar :)

harly mengatakan...

tulisan yang bagus
makasih ya udah share..\
kunjungi jg bahan bacaan saya :
jurnal

ekonomi andalas