Kemarin pas jalan-jalan ke Cilegon, tempat transit-ku adalah rumah juniorku waktu kuliah, si Rizq. Nah, kebetulan dia dan keluarganya adalah keturunan Sunda, jadi aku sama sekali nggak paham obrolan mereka kalau malam. Intonasinya keras karena Sunda Rangkas (kata dia) dan yang paling asyik adalah kuliner di rumah tersebut. Sederhana namun maknyusss di lidah.
Aku kurang suka dengan ikan pindang (bandeng, red) karena isi perutnya tidak dibersihkan. Tapi jangan ditanya cita rasa dari sayur asem, sambal dan tempe gorengnya. Seems like in heaven, never taste like this before. Pertanyaannya adalah emang di Surga ada tempe goreng, haha. Ternyata jawabannya adalah Ibu temenku adalah pemilik kedai makanan ramai di Cilegon, namanya Kantin Periuk Ibu Nana. Pantes semua anaknya gemuk. Makanannya dimanjakan. Aku saja bisa nambah pas makan siang dan malam.
pencinta kuliner,
Redha Herdianto
3 komentar:
laper2 boleh icip-icip kan , wah enak euy
kyaaaaaaaaaaa..enyak enyakk..
manteb inih pasti yah...
banden9 aku ju9a nda suka..
cile9on yakh?sebelah mana?pen nyubain nanti klu pas kesana heeh
iyah eman9 da tau kaya 9imana syur9a? iya eman9 ada tempe disyur9a nanti heheh
@kawanlama: boleh-boleh silahkan, hati2 sambelnya pedes
@wi3nd: waduh, di sebelah mana ya. masjid agung terus deh kayaknya
Poskan Komentar