Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

syair berjudul Ning

untuk Ning,

Ning, apa kabar disana? Semoga engkau baik-baik saja. Karena akupun merasa baik-baik saja. Masih ingat nggak pertama kali kita bertemu. Semua begitu kaku dan entah kenapa kita merasa klik saja. Berkesan mesti itu bukan waktu yang lama. Kalau kamu bilang hanya kamu yang merasakan itu, kamu salah. Karena aku juga merasakan hal yang sama.

Kini aku pergi, bukan untuk melupakan. Hanya saja aku akan pergi ke dunia khayalanku. Tidak, aku tidak akan mengajakmu, karena cukuplah engkau ada di bumi, dunia yang nyata saja. Itu lebih cocok untukmu. Biarkan aku larut dalam mimpi yang tak berkesudahan, bahkan aku tidak tahu akhirnya akan bagaimana.

Dan, Bukan maksud ku. Bukan ingin ku melukaimu
Sedarkah kau di siniku pun terluka. Melupakanmu menepikanmu
Maafkan aku
~ Dan, Sheila on 7 ~

Dulu sekali pernah ada seorang pangeran gagah yang sangat mencintai seorang putri. Tiada cela dan patutlah mereka bersama. Seperti sepasang merpati. Sungguh indah kisah mereka. Hingga suatu hari seekor naga merah berniat menghancurkan negeri impian mereka. Sudah ratusan prajurit dan rakyat gagah berani menaklukkan Naga tersebut, semua tidak mampu, mereka mati.

Tersisa sang pangeran yang masih kuat. Hanya ada dua pilihan, mati terhormat atau hidup sebagai pecundang. Memilih berjuang untuk hidup bersama atau hidup dengan mengorbankan sisa kebahagiaan yang lain. Dan cuma sang pangeran yang memiliki Pedang Cahaya Langit (sword of light) dan hanya dia seorang yang mampu menggunakannya. Dia memilih berjuang dan maju membunuh Naga. Syahdan, dia pun gugur bersama hembusan terakhir Naga.

Aku bukan pangeran tersebut. Aku hanya manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan ksatria pangeran dan Pedang Cahaya Langit. Aku hanya ingin bercerita, bahwa selalu ada dua pilihan dalam suatu kebersamaan. Mungkin pilihanku salah, namun aku sudah memilih dan tidak bisa aku ubah. Aku hanya manusia biasa. Hatiku juga bisa hancur ketika mengetahui semua tentangmu. Aku hanya manusia biasa. Mungkin cukup bagiku memandangmu dari sini.

salam sayang,
Redha Herdianto

2 komentar:

wi3nd mengatakan...

jadi namanya nin9 ^_^

emmm...apah yaa**9aruk9arukpalay9nda9atel

jadi kejakatra herdi *hiyaaa malah oot heheh

well,nin9,herdi b9itu tulus menyayan9imu,ketauhilah...

**smo9a nin9 membacana ya herdi :)

herdianto mengatakan...

@wi3nd: iya udah dia baca, tapi ini bukan seperti yang wind bayangin. hehe