Kata gugur biasanya akan disambungkan kepada daun yang jatuh, atau pejuang yang mati di medan laga. Kata ini juga bisa disematkan untuk bagian atau personal yang tidak lagi aktif dan kalah oleh keadaan. Yang pasti kata ini tidak ada penjelasannya di Wikipedia, pun hal nya dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia Online.
Pagi ini dengan semangat berbagi yang cukup besar saya mulai menggali lagi beberapa tulisan motivasi menulis yang sudah di-entry cukup lama di blog ini. Dengan harapan berkurang hiatusnya para blogger jenius dan berbakat yang saya kenal dulu. Sayang semalam saya blogwalking ke halaman mereka dan sudah tidak dilakukan updating tulisan beberapa bulan lamanya.
Sekedar mencari inspirasi saya menemukan empat tulisan dengan nada dan tema yang selaras dengan postingan ini. Indepensi seorang jurnalis dan keinginan untuk dimengerti lewat tulisan. Saya bukan mau mengatakan bahwa seorang penulis atau blogger adalah orang yang kesepian, lantas ketika sudah ada sandaran hati untuk menerima afeksi seketika itu juga lupa untuk berbagi. Saya malah hendak menceritakan betapa hebatnya seorang blogger. Kehidupan yang sulit tidak membatasinya dalam mencurahkan perhatian dalam sharing ilmu dan pengalaman. Sebuah keterpurukan adalah celah bagi orang lain untuk belajar, sebuah kesuksesan adalah inspirasi untuk berbuat lebih banyak. Dan siapa saja yang mampu melakukannya? Tentu saja penulis atau blogger.
Kalau masalahnya hanya pada kesibukan dan kurangnya ide menulis, koq rasanya dangkal sekali. Saya masih percaya bahwa semangat pun tidak boleh terlalu menggebu dalam menuangkan ide. Power of Content bisa menjadi rujukan utama bagaimana seharusnya blogger mulai menulis dan menunjukan ciri khas kekuatan tulisannya. Mulai dari banyak membaca, belajar dari sang ahli, copy-paste yang bermutu, gunakan alat bantu dan pertahankan semangat.
Satu hal lagi adalah pemilihan judul yang baik. Karena semalam saya cukup dicerahkan dengan sebuah tulisan Galang Lutfiyanto tentang How To Make Good Title.
Namun perlu diingat bahwa judul yang berlebihan malah akan dapat menjadi bumerang bagi Anda. Judul yang “too good too be true” bisa jadi membuat pembaca khawatir bahwa isi cerita di dalamnya tidak sedahsyat “aumannya”. Karena itu sebagai penulis, kita harus berhati-hati dalam menggarap judul. Judul yang kurang baik dapat membuat pembaca meninggalkan karangan kita sebelum sempat membaca paragraph pertama. Bagi penulis, itu adalah mimpi buruk. x
Saya bukan bermaksud memperkeruh keadaan dengan menyodorkan banyak sekali teori-teori dan rumus untuk membuat tulisan yang bagus. Sama sekali tidak. Beberapa teori diatas adalah tahapan yang hanya bisa dilewati oleh yang berkeinginan kuat. Dan saya yakin bila anda sudah membaca sampai paragraf ini anda termasuk golongan yang saya maksudkan. Lagipula seorang blogger adalah orang yang tidak peduli bagaimana seharusnya pakem menulis itu diikuti.
*sumber gambar SpecialClassMates
salam inspirasi,
Redha Herdianto
4 komentar:
jadi, intinya apa bung?
@gerry: intinya saya sedih banyak blogger bagus yang mulai bertumbangan, gak update blog lagi...dari awal kurang bisa me-manage ide tulisan yang sangat banyak
matur nuwon tips bun9 herdi :)
hihihi..diriku j9 tidak setiap hare update blo9,judul yan9 menarik meman9 ba9us,untuk memancin9 pembaca,pen9en ju9a kaya 9ituh..
smo9a my blo9 tetep hidup :)
@wi3nd: sama-sama
Poskan Komentar