Happy weekend semuanya…
Tulisan ini terbersit ketika sedang menonton film lawas, Meet Joe Black. Yang menceritakan kisah malaikat maut, Death, untuk mempelajari manusia hanya karena dia merasa penasaran dengan kehidupan umat manusia. Sebagai imbalannya Death akan memberikan sedikit waktu kepada manusia yang dipilihnya, dengan catatan ia mau menjadi guide dan mulailah ia mengambil satu tubuh manusia yang sudah meninggal. How weird…
Satu line kalimat yang paling berkesan sejak di awal film dan kemunculan sang malaikat maut adalah jawaban atas pertanyaan Bill, manusia pilihan yang sebentar lagi akan mati.
“Yes….” voice said.
“Yes for what?” Bill said.
“For your question, Bill. Just remember,” voice said again.
“Am i gonna die?”
“Yes.”
Menarik. Diucapkan dengan lembut dan tanpa ekspresi air muka yang berlebihan. Apalagi bahasa tubuh yang ditampilkan memiliki persona tersendiri. Entahlah aku lebih sreg dengan cara jalan kalem seperti ini ketimbang super walk yang pernah diajarkan, mengingat bentuk badan yang tidak sama dengan instruktur waktu itu.
Bagi brother-brother diluaran sana yang masih pusing cari identity dan body language, apalagi masalah P+. Tenang jangan buru-buru santai aja, inget kata guru kita, Sins. Yang menang adalah orang yang bisa mengendalikan emosi dan tenang. Coba dulu tonton film ini sebagai salah satu referensi. Pahami arti sebenarnya dan terapkan sesuai gaya dan kebiasaan masing-masing. Jangan dirubah 100 persen, bakal aneh sendiri nanti dan nggak nyaman.
*maaf lagi nulis nggak serius.
Redha Herdianto
1 komentar:
P+ apaan seeh herdi ??
Poskan Komentar