Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Status Mahasiswa Unila

 

Baru saja mengecek status mahasiswa ku di tercinta. Inilah hasil setelah 7 (tujuh) tahun kuliah.

Technorati Tags: ,,


alumni Unila,

Redha Herdianto

Yuk mengerti pajak

ortax

(Observation & Research of Taxation) merupakan Media Komunitas Perpajakan digital pertama di Indonesia yang dibangun oleh  PT Integral Data Prima dan Tax Centre FISIP - Universitas Indonesia. Mulai dikembangkan pada awal tahun 2006 diawali dengan pertanyaan "Mungkinkah Komunitas Perpajakan Indonesia dari berbagai profesi dapat disatukan dalam satu wadah?" Hubungan yang sinergis dengan Asosiasi Profesi Pajak kemudian menggeser ide ini menjadi sebuah inovasi.

Bermula dari slogan yang sangat sederhana, “Tidak Bayar Pajak, Apa Kata Dunia”. Saya jadi mulai berpikir benarkah pemasukan dari pajak benar-benar digunakan untuk keperluan pembangunan. Dan bagaimana cara memahami bentuk-bentuk pajak yang begitu banyak jenis, serta cara memahami seluk beluk pajak.

Sebenarnya bisa saja ikut kursus Brevet Pajak, tapi waktu dan biaya akan jadi pertimbangan besar. Sampai akhirnya saya menemukan situs ini, Ortax. Situs komunitas pajak yang bisa kita serap ilmunya dengan cuma-cuma. Mottonya saja sudah The 1st Indonesia Tax Community Media. Dan saya rasa situs ini sudah cukup mewakili mata kuliah Pajak dan Retribusi Daerah waktu saya kuliah dulu, itupun saya pelajari tidak maksimal.

Sebanyak apa yang bisa kita pelajari? Banyak. Mulai dari pelajaran dasar mengenai pajak, PPh, sampai undang-undang yang mengaturnya. Perjanjian kerjasama pajak dengan negara lain, kurs mata uang asing (valas) berdasarkan Bank Indonesia hingga keputusan Menteri Keuangan. Artikel tentang pajak, kolom tanya jawab, sampai lapak download puluhan e-book pajak. Bagi yang suka diskusi disediakan juga forum yang berisi para pakar dan pemerhati pajak seluruh Indonesia. Dan bagi yang benar-benar serius ingin mendalami dan menjadi ahli pajak bersertifikat atau butuh bantuan konsultan pajak ada juga link-link sekolah Brevet Pajak, dari Instansi Pemerintah hingga Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia.

Secara pribadi saya suka cara pengemasan website yang berwarna biru, hingga adem ayem lihatnya. Juga pengaturan kolom-kolom artikel yang sesuai dan memudahkan pembaca untuk memilih mana saja artikel yang pas dan ingin mereka baca. Apalagi puluhan e-book yang siap unduh bagi yang tidak punya banyak waktu online hingga harus membaca secara offline.

*review ini dilakukan pribadi dan bukan iklan.

pembelajar pajak,
Redha Herdianto

Malam Keakraban Angkatan 11

Lapangan DAM C, SKB, Wiyono, Pesawaran.

Sebagian kondisi dan suasana akrab yang mengesankan pada malam keakraban jurusan Administrasi Negara, FISIP . Tahun 2009 adalah angkatan ke-11 Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Administrasi Negara (HIMAGARA).

wismagara wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angkn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11 wismagara_angktn 11

Pada kesempatan malam itu, aku dinobatkan menjadi senior yang melakuan clearen (orang yang berbicara di tengah-tengah anak baru dan memberikan kata-kata semangat) dan menjadi pemandu pengucapan janji bagi masuknya anggota keluarga HIMAGARA yang baru.

hidup HIMAGARA,
Redha Herdianto

Email dari Singapura

Jujur, sempat shock tiga hari lalu buka email berisi notifikasi komentar dari blog ini. Ada satu komentar yang memakai nama fira, dan footernya David. Isi komentarnya menggunakan bahasa Inggris. Seperti ini ^_^

May I kindly ask that you remove the merlion logo image from this post, which has been used without permission. It may be that you came by it from a third party, but the original is clearly shown in my portfolio at www.fira-design.com. If you would like to continue to use it then please contact me at db@fira-design.com

Waduh ternyata ini adalah sebuah permintaan halus nan sopan untuk mengoreksi kembali postinganku tentang , sumber artikelnya pun aku ambil dari buku. Sedangkan gambar (image) aku comot dari google. Tanpa aku tautkan ke sumber asalnya.

Ternyata si David ini adalah desainer gambar tersebut. Meski aku tidak mengambil langsung dari ‘sang pembuat gambar’, namun tetap saja merasa bersalah. Akhirnya aku kirim email balasan, serta menghilangkan image yang sudah terpasang hampir satu tahun yang lalu.

To David at Fira Design, 

Thank you for your correction that i used your design (Merlion Logo) without permission. I fully apologize for my carelessness.
As you can see now, i have been removed Merlion Logo from my post. In the future you will not seen that image on my post anymore.

http://www.herdianto.web.id/2008/07/pu-luo-chung.html

regards,
Redha Herdianto

Selang sehari dari pengiriman email-ku ternyata si David kembali membalasnya. Kayaknya baik banget nih orang, tidak marah cuma meminta kesadaran dari orang-orang yang akan memakai hasil karyanya saja.

Redha, thank you for the quick response and for your understanding. Several people have even tried to use it as their logo without permission so using it in a blog is not the end of the world. If you want to carry on using it then please let me know. I am not after any money, but would like you to link to the original image and make some sort of acknowledgement e.g. "Image used with permission of FiRa Design."

Hope that makes sense, but either way thank you.

David
FiRa Design

Hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini adalah lebih baik menggunakan gambar hasil kreasi sendiri untuk setiap posting yang akan kita keluarkan, kalaupun tidak bisa minimal tuliskan tautan ke sumber gambar original, atau kalau berani minta izin langsung kepada pembuatnya.

salam inspirasi,
Redha Herdianto

IE, riwayatmu kini

Internet telah membawa revolusi besar pada dunia komunikasi dan komputer. Internet dengan berbagai kapabilitas dan aneka layanan yang disuguhkannya segera menjangkau seluruh pelosok dunia dalam waktu relatif singkat, suatu mekanisme penghamburan informasi, media kolaborasi dan interaksi di antara individu dan komputer tanpa terbatas lokasi geografis dan waktu. (sumber)

Dan mulai dari pertama kali saya - dan saya pikir anda juga - ketika pertama kali belajar internet, maka perintah pertama yang akan pertama diucapkan adalah, “Tolong buka Internet Explorer-nya”. Itu rata-rata masih di SMU, begitu sudah kuliah, mahasiswa baru yang sering saya temui tiap hari ketika mendaftar tidak begitu mengenal browser lain selain itu. Wajar, karena sebagian besar komputer/laptop/notebook/pc portable ketika di-install pertama kali menggunakan Operating System (OS) Microsoft Windows. Dan software penjelajah bawaannya (default) adalah Internet Explorer.

Menilik dari wikipedia, sepertinya microsoft sendiri sangat berupaya keras untuk mengembangkan dan memperbaiki software andalan satu ini. Kalaupun banyak kelemahan dan bugs disini wajarlah sebab dalam tulisannya masih merupakan teknologi perambah web yang paling banya digunakan, sehingga mungkin saja banyak orang yang iseng utak-atik sistem software-nya. (info bisa dilihat ). Selain ditambah banyak orang yang iseng gangguin Microsoft karena beli originalnya mahal.

Bagaimanapun kita bukanlah pelupa sejarah. Terutama saya. Saya akan tetap ingat bahwa broser inilah yang telah mengantarkan saya untuk belajar internet pertama kalinya. Meski sekarang jarang sekali digunakan, sebab sudah tergantikan kelasnya demi kepentingan yang lebih dominan untuk memilih broswer simpel, cepat dan tidak memakan resources memory lebih ringan. Mulai dari firefox, chrome, dan opera.

salam inspirasi,
Redha Herdianto

Telepon koin bisa Interlokal

status_film_merantau

Bagi yang sudah mengetahui alamat blog harianku di Multiply, pasti sudah membaca pembahasan film ini dariku sejak tengah malam tadi. Cuma bagi yang belum ya tidak ada salahnya meluangkan waktu sejenak untuk membaca sebuah tulisan terbaru kali ini.

Merantau, sebuah film Indonesia. Mulai minggu kemarin sudah diputar di 21 cineplex kotaku. Berkesempatan nonton meski pas hari libur (HTM naik jadi Rp.25.000,-), di film ini sepertinya dalam upaya memperkenalkan adat tradisi minangkabau. Menarik, mungkin karena ini pula supremasi masyarakat Minang di seluruh penjuru negeri terlihat hasilnya.

Namun, ada yang sedikit lucu - kalau tidak boleh dibilang janggal - di film ini. Sebuah scene ketika  Ada yang aneh dalam film ini. Aku pikir Yuda (Iko Uwais) dari Jakarta menelpon Ibunya di Padang. Dalam cuplikannya, si Yuda mengeluarkan uang receh 100-an rupiah kuning sebanyak 5 (lima) koin dan 100 putih sebanyak 2 (dua) koin, yang kita tahu 100 rupiah cukup untuk 15-20 detik nelpon lokal. Anehnya dalam film ini si Yuda bisa menghubungi Ibunya di Padang, mantap khan…

Secara keseluruhan saya puas menonton film ini. Selain cerita yang beda dengan yang lain, juga adegan silat dan stuntman sangat menantang, hampir mirip kejadian asli. Sayangnya kedepan tidak bakal ada Merantau 2, karena jagoannya mati di akhir cerita. Sungguh mengenaskan.

pencinta film silat,
Redha Herdianto

Mantra Buddha

avalokitesvaraSetelah beberapa waktu yang lalu sempat mem-posting tulisan tentang Om Mani Padme Hum, mantra enam suku kata dari Buddhisme Tibet dan mendapat respon yang cukup baik dari penganut ajaran Buddha. Mulai dari tata cara baca hingga intonasi pembacaan mantranya. Namun, berhubung saya bukan bukan penganut Buddha ya cukup dijelaskan seperlunya saja. Sampai beberapa hari kemarin saya mendapat link download mantra ini dalam bentuk lagu (versi MP3).

Cukup enak didengarkan, apalagi memang ada sentuhan etnik musik Timur, khususnya Tibet. Menenangkan sekaligus memperlancar ide-ide menulis kala sedang memerlukan rangkaian pemikiran panjang. Kala sedang bekerja dengan angka-angka yang cukup rumit. Atau hanya ingin meredakan hati yang sedang gundah dan dirudung rindu mendalam.

Bagi yang ingin mendengarkan, silahkan download melalui tiga link berikut yang sudah saya siapkan. Happy listening…

Link Download : | 4Shared |

*this article responses to Om Mani Padme Hum post.

salam inspirasi,
Redha Herdianto

Rokok dan Pemantik Api

Kalau misalkan anda diberi pertanyaan mahal mana rokok atau korek api. Kira-kira jawaban anda apa? Saya yakin 99 persen akan menjawab rokok lebih mahal. Wajar saja, karena sebungkus rokok rata-rata seharga 10 ribu keatas, sedangkan korek api tidak lebih dari Rp.2000,- (bukan pemantik api Zippo).

Sebagai contoh lagi, pasti sebagian besar dari kita seringkali melihat perokok yang meminjam korek kepada perokok lain untuk sekedar menyalakan sebatang rokok yang akan dihisapnya. Lagi-lagi orang hanya membeli rokok ketimbang korek. Hhmm... kenapa ya? Padahal saya pun pernah memiliki cita-cita menjadi kolektor korek api, mulai dari yang biasa sampai yang ber-merk Zippo.

Oiya, kemarin saya menyempatkan diri jalan-jalan kepasar sepulang dari kerja demi untuk membeli sebuah pemantik api berwarna kuning keemasan. Bahannya saya pikir terbuat dari kuningan dan ada motif daun, serta diberi hiasan sebuah batu (mirip) akik berwarna hijau giok. Sebuah benda yang menarik, pikirku. Entahlah kenapa tiba-tiba aku ingin merasakan lagi menjadi seorang perokok aktif, meski aku tahu rokok berbahaya bagi kesehatan - kecuali rokok herbal - karena dapat menyebabkan kanker, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Ditambah fatwa haram oleh MUI. Tapi keinginan ini begitu kuat dan akhirnya kukabulkan juga. A-volution menthol pilihanku. Nggak makan tempat banyak. Dengan kandungan Nikotin 1 mg dan TAR 14 mg.

Nikotin, merupakan senyawa kimia senyawa organik yang dihasilkan oleh tumbuhan, salah satunya tembakau. Dapat menyebabkan kecanduan. Sedangkan TAR adalah Tar adalah kumpulan dari ribuan bahan kimia dalam komponen padat asap rokok dan bersifat karsinogen. Ketika rokok dihisap, tar masuk ke dalam rongga mulut sebagai uap padat. Setelah dingin akan menjadi padat dan membentuk endapan berwarna coklat pada permukaan gigi, saluran pernafasan dan paru-paru. (lebih jelas lihat di SANA dan SINI)

Ini cuma sekilas. Tidak ada racun yang aman berarti. Bahkan Sampoerna sebagai salah satu perusahaan pencipta rokok di Indonesia pun mengakuinya dengan membuat sebuah halaman khusus yang membahas tentang hubungan merokok dan kesehatan (sumber), dengan tulisan besar terpampang di halaman depan “Merokok berbahaya dan menyebabkan ketergantungan”. Tapi kenapa saya masih mencoba dan banyak orang yang tidak mengindahkan kenyataan ini.

*sumber gambar slipperybrick

salam inspirasi,
Redha Herdianto

Bandrek Cianjur

unique taste; manis tapi pedas

Dalam perjalanan kemarin, aku menemukan sebuah unik. Sebuah minuman khan Jawa Barat, umumnya terbuat dari jahe dibakar, ditumbuk lalu dimasak bersama air bersih. Dan jadilah minuman air jahe yang lazim disebut dengan Bandrek. Karena kebetulan sedang berada di daerah Cianjur maka namanya menjadi Bandrek Cianjur.

Bandrek_Cianjur Uniknya adalah bila bandrek di daerahku terkenal dengan varian jenis bandrek susu, di daerah Cianjur jenis bandreknya akan terasa manis sekali, sebab campurannya adalah parutan gula aren dan serutan kelapa muda. Paduan yang aneh namun berasa unik.

Bila bandrek biasa berwarna kecoklatan (tanpa susu) atau putih kecoklatan (dengan campuran susu) dan terasa panas ketika kita minum, lalu menjalar ke seluruh tubuh. Maka bandrek Cianjur berwarna kehitaman, serta sangat manis ketika diminum (karena gula arennya) dan segar (karena kelapa muda), tapi terasa hangat di badan. incredible idea for mix that two things…. pokoknya semua orang pasti bisa minum bandrek tanpa harus merasakan pedasnya jahe di mulut. Resepnya bisa dilihat disini.

penyuka kuliner unik,
Redha Herdianto

Tangerang-Bogor-Bandung

Rasanya keinginanku ketika menyusun skripsi dan menjelang lulus kuliah kemarin sedikit demi sedikit terkabul. Pernah dalam beberapa hari aku selalu mendiskusikannya bareng Ibu, “Bu, nanti kalau aku udah lulus kuliah pengen masuk Pesantren atau keliling Indonesia ya,” kataku suatu hari. “Ya gak pa-pa, tapi pake uang sendiri.” jawab Ibu.

Dimulai dari banyak perjalanan ke Palembang, dalam agenda pribadi dan hati. Kini mulai merambah pulau Jawa, dimulai kemarin bertepatan dengan walimahan dua anggota Kota Santri Club (KSC) di Bogor dan Cimahi. Akhirnya aku dengan nekatnya berangkat ke sana sendirian dari Lampung. Pertama kali menyebrangi lautan menuju Cikupa, Tangerang sebagai titik awal keberangkatan. Sempet sedikit nyasar karena aku melanggar petunjuk yang diberikan si Neng. Sampai disana langsung ketemu dengan teman-teman asal Bandung dan berangkat ke Bogor.

Di Bogor, sebenarnya mau main-main di wisata curug Cilember tapi karena macet di Puncak akhirnya sampai sana sudah maghrib jadi sesi foto-foto sedikit terhambat. Tapi lumayanlah sempet menggigil kena air disana. Lanjut ke Puncak Pas, gak dapat tempat parkir. Tapi cukup terhibur dengan mampir ke Masjid Cibereum sebelumnya. Ngerasin ubi cilembu dan peyeum sampai makan Cireng untuk pertama kalinya (aku jadi pengen makan ini lagi).

Sampai di Bandung pas tengah malam, lalu dicariin penginapan sama teh Lisa di deket Masjid Daarut Tauhid demi sholat subuh disana dan berharap mendengarkan langsung Aa Gym pas tausyiah pagi. Sayangnya Aa Gym ada agenda pengajian juga di Jakarta jadi harus puas hanya mendengarkan via telepon. Tetep asyik karena dengerin  kajiannya bareng santri-santri sana.

Kenangan yang sangat menarik disana. Dua hari bersama saudara-saudara yang bertemu karena Islam, penuh dengan cerita dan cinta. Semoga persaudaraan ini tetap langgeng karena ALLAH semata. Bulan depan semoga kita ketemu di Solo.

Oiya, kisah perjalanan ini saya abadikan juga melalui Plurk, Twitter dan secara live setiap melewati landmark yang menarik. Untuk terus mendapat updatenya tiap perjalanan yang lain klik dan follow saya disana. Selain mendapat berita perjalanan juga dapat melihat semua dokumentasi foto-foto yang bagus.

love to adventure,
Redha Herdianto

another jouney documentation

herdianto_AnotherJourney_01 herdianto_AnotherJourney_02 herdianto_AnotherJourney_03 herdianto_AnotherJourney_04 herdianto_AnotherJourney_05 herdianto_AnotherJourney_06 herdianto_AnotherJourney_07 herdianto_AnotherJourney_08 herdianto_AnotherJourney_09 herdianto_AnotherJourney_10 herdianto_AnotherJourney_11 herdianto_AnotherJourney_12 herdianto_AnotherJourney_13 herdianto_AnotherJourney_14 herdianto_AnotherJourney_15 herdianto_AnotherJourney_16 herdianto_AnotherJourney_17 herdianto_AnotherJourney_18 herdianto_AnotherJourney_19 herdianto_AnotherJourney_20

Es Kacang Hijau

Sebagai penggemar , setiap kali makan di tempat baru atau belum pernah saya posting. Selalu saja ada ide untuk mengabadikannya. Terima kasih kepada pencipta kamera digital atas kemudahan ini.

Gambar diatas adalah es kacang hijau, dan ini kebetulan saya foto ketika sedang berada di Palembang Square, tepatnya di resto Ria. Manis banget, saya pikir ini adalah bubur kacang hijau yang diberi es. Apalagi kacang hijau memang banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan. Hidup kuliner sehat.

salam inspirasi,
Redha Herdianto

Yuk Ngempi

multiply_newAku baru menyadari kalau Multiply sekarang sudah melakukan transformasi halaman muka.  Jadi lebih manis kalau kupikir-pikir. Tampilannya jadi lebih berwarna, apalagi dipadu dengan gambar gunung biru dan salju serta anak kecil yang sedang seluncur. Wah, tambah cinta aku. Emang aku ngerasa ada sesuatu yang lain dari media satu ini.

Perubahan ini terjadi beberapa hari setelah aku menyelesaikan eBook kecil karyaku yang memang khusus didedikasikan bagi orang-orang yang pengen menuangkan ide kreatif mereka di media yang beda dari mesin blog yang lain, tapi belum mengerti caranya dan butuh sebuah panduan singkat, padat dan to the point untuk menjadi penunjuk jalan. Layaknya sebuah tongkat putih bagi penderita tunanetra, tutorial (eBook) ini merupakan karya yang pas, dan juga sebagai bagian dari proses kreativitas seorang blogger yang ingin berbagi sedikit ilmunya.

eBook hasil karyaku ini cuma terdiri dari 6 (enam) halaman, tapi rasanya cukup kalau hanya sekedar penunjuk jalan bagi yang ingin membuat akun (kedepan saya akan buat edisi revisi; Advanced Multiply Tutorial) pribadi. Di dalamnya cuma berisi panduan singkat, padat nan berbobot yang sangat mudah dipahami bahkan oleh orang yang baru belajar baca. Karena semakin sering anda nge-blog, maka semakin dekat anda akan kebijaksanaan (). Dan bagi yang sudah tidak sabar lagi, ini saya lampirkan link unduh (download) dan baca online.

Link Unduh: ZIDDU | Scribd

salam inspirasi,
Redha Herdianto

Kill the Mockingbird

Dengan ilmu manusia disanjung, dikagumi dan dihormati.  Kejayaan dan kecemerlangan hidup tidak mungkin tercapai tanpa ilmu
  ~Dr Tengku Asmadi~

 

Sangat tidak menyenangkan jika kita masuk ke dalam toko buku dan sama sekali tidak membawa uang untuk membeli satu buku pun.

Kemarin aku mengalami hal tersebut. Ke toko buku Gramedia, dan mengalami rasa pengharapan yang sangat ketika berada di bagian Novel. Huh, terlalu banyak buku bagus dan harganya wow, mahal (untuk ukuranku). Bukan tidak mampu membeli, cuma sebel aja kenapa harga buku bisa seperti itu. Kalau sudah begini rasanya aku pengen gabung sama anak-anak kiri di Kampus yang mendendangkan lagu buku murah untuk semua. Bayangkan ketika semua bazaar menjual buku mahal, mereka menjual buku seharga Rp.5000,- sungguh sebuah perjuangan hebat.

Aku berpikir pasti ini akibat industrialisasi percetakan dan penerbitan buku yang sudah cukup mapan, semua jadi mahal. Mulai dari biaya produksi, pasca produksi dan post-produksi. Kertas-cetak-distribusi-PPn-Pajak-laba, semua jadi melambung tinggi. Kira-kira jalur panjang ini apakah bisa dipangkas hingga budaya baca tidak lagi sekedar slogan akibat masyarakat berpikir lebih penting beli nasi atau pulsa ketimbang buku yang notabene merupakan sumber ilmu, yang dengannya kita jadi pintar, cerdas dan mencerahkan. Bukan lagi beras, bahkan dunia bisa kita beli dan kuasai.

Banyak sekali buku-buku apik dan sarat pengetahuan tapi cuma aku bisa lihat covernya saja. Kangen juga sama akhir tahun, biasanya Gramedia bakal cuci gudang, untungnya semua buku jadi murah banget.

Aku berharap buku-buku karya Dee (dewi lestari) juga tak urung dari cuci gudang tersebut kelak. Akar, Supernova bahkan (kalau bisa buku barunya, Rectoverso dan Perahu Kertas). Buku-buku motivasi, atau kitab-kitab terjemah akan jadi semurah harga pulsa buat anak SMP. Bukan mustahil orang bakal milih beli buku daripada nongkrong di Pizza Hut atau Solaria demi gengsi makan di tempat bagus. Orang bakal milih beli es campur di pinggir jalan sambil baca buku ukuran tebal. Itu kelihatan lebih bagus daripada mejeng di Solaria tapi cuma minum es teh manis.  Maaf ini sudah ngarep banget. Tapi aku masih kesal dengan harga buku yang diatas lima puluh ribu. Kapan coba kita lihat kumpulan anak SMP diskusi isi eksiklopedia atau kumpulan mahasiswa yang bedah buku di lapangan kampus seminggu sekali.

*judul tulisan diambil dari salah satu buku di etalase Gramedia

pencari buku murah,
Redha Herdianto

Klasifikasi nomor area handphone

Aku Ber-Handphone, Maka Aku Ada
~ SN ~


Setahun yang lalu saya pernah menulis tentang cerita handphone baru. Tapi sampai sekarang belum pernah cerita tentang nomor handphone, apalagi yang cantik. Kalau di KasKus mungkin lazim disebut nocan. Nah, dulu waktu saya baru pertama kali punya handphone yang disebut dengan kartu perdana itu harganya hampir sama dengan harga handphonenya. Sekarang cuma dengan goceng (Rp.5000,-) kita bisa beli kartu handphone, terserah mau yang provider manapun.

Dan seingat saya pula, setiap area nomor itu punya kode khusus untuk setiap regional masing-masing. Dulu kita bisa membedakan nomor ini dari area mana, apakah Lampung atau Jakarta, apakah Padang atau Medan. Pokoknya bisa, tinggal menghapalkan 2 (dua) nomor setelah kode provider. Misalnya Mentari (0815xx) atau Simpati (0813xx).

Kalau sekarang jangankan mau setia dengan satu nomor, kadang sebagai pengguna mudah sekali terbujuk rayu oleh iklan yang menawarkan tarif paling murah. Jangankah mau menghapalkan kode area sebuah nomer, dengan pertarungan banyak provider dan semakin membludaknya pengguna piranti komunikasi seluler semakin merumitkan pemetaan nomor. Jangan bagi pemakai, provider rasanya sudah kehabisan padanan nomor bagi produknya, hingga ada kasus recycle nomor yang sudah hangus dan penyatuan beberapa area menjadi satu, misalnya SumBagSel. Jadi sekarang sudah susah membedakan mana nomor Lampung, Palembang, Padang atau Riau. Aku aja yang berdomisili di Lampung bisa dapet nomor area Padang di pinggiran kampusku.

Intinya adalah, tadi pagi aku dapet SMS dari nomor XL yang mengingatkan untuk bangun di sepertiga malam. Tapi tidak ada di phonebook milikku, dan sekarang aku tidak bisa menebak dari mana asal kiriman tersebut. Sudah tidak bisa membedakan dari area mana si pengirim berasal. Cukup berterima kasih saja sudah ada yang membangunkan.

pemakai kartu AS,
Redha Herdianto

October; first day

Meski saya lahir pada September, entah kenapa hari ini saya ingin mengulas (tepatnya menulis) tentang bulan Oktober. Hari ini adalah 1 Oktober, bagi saya tidak ada yang istimewa. Memang sih ada beberapa teman yang merayakan milad-nya di bulan ini, especially my moderator, Adinda Poetri.

Bagi saya orang yang menarik tetap akan lahir di bulan September. Karena sebagian dari mereka akan ber-zodiak Virgo, hehe...

Lantas kenapa membahas bulan Oktober? Cuma ingin mencari tahu dari sisi klenik dan tahayul saja apa yang kira-kira bakal terjadi pada bulan ini, serta mencari seperti apa orang-orang yang lahir dan hidup pada bulan Oktober ini. Bahkan melalui Google pun banyak sekali informasi serupa yang bisa didapat. Mulai dari karakteristik berdasarkan hari lahir, karakter teman chatting, sampai watak berdasarkan bulan kelahiran.

Oke, saya tulis sedikit. Apa sih watak dari orang yang lahir bulan Oktober berdasarkan PRIMBON. Here we go.....

- Berjiwa besar dan mau mengalah
- Pandai bicara
- Cerdas dan baik hati
- Memiliki tekad yang kuat
- Tidak sabaran dan agak boros
- Pikirannya tidak tetap dan selalu berubah-ubah


Ehm... menarik bukan. Jadi bulan kita siap-siaplah menerima orang yang menurut saya sedikit egois. Lalu, ada yang penasaran untuk melihat bulan-bulan lainnya? Silahkan saja klik semua link yang saya berikan diatas. Oiya, harap diingat kembali bahwa saya sudah menyebutkan hal ini adalah klenik dan tahayul jadi saran saya adalah jangan dipercayai. Kalaupun memang anda termasuk penganut kepercayaan semacam ini berarti anda beruntung menemukan tulisan ini.

kelahiran September,
Redha Herdianto