Aku lagi kecanduan main game ini di Facebook. CASTLE AGE... kita jadi punya pasukan banyak dan bisa milih jenderal yang bisa kita sewa buat menaklukan sebuah negeri. Strategi yang aku pakai adalah menabung dan jadi land lord dulu, karena dengan uang semuanya akan jadi lebih mudah. Ayo join jadi affiliasiku...
Facebook Text Mobile
Cara Update Status Facebook Lewat SMS
Apa sih yang membuat sebuah perusahaan tetap eksis dan bertahan untuk waktu yang lama? Inovasi. Semakin besar sebuah perusahaan, maka dibutuhkan sebuah manuver-manuver cantik terhadap produknya agar sesuai dengan tuntutan dan kemauan pasar, dengan begitu masyarakat tidak akan beralih kepada produk lain sejenis.
Begitu pula halnya dengan Facebook. Dengan semakin banyak penggunanya sepertinya mereka semakin mempermudah bagi yang tidak melulu online di depan komputer. Mulai dari versi mobile dengan dukungan GPRS, FB text messages dengan cara SMS-nya, sampai bundling dengan provider handphone.
Berhubung kemarin saya baru beli handphone jenis baru dengan versi bundling Telkomsel, saya juga baru tahu tentang update status lewat SMS ini. Selama ini saya cukup senang dengan pelayanan ping.fm yang mampu menyebarkan status saya ke banyak tempat, namun tidak ada salahnya mencoba layanan yang menawarkan kemudahan juga, apalagi gratis registrasi dan mempermudah notifikasi tiap saatnya.
Untuk registrasi Facebook ketik FB3 kirim ke 32665. Gratis biaya registrasi pertama kali.
Cara diatas bila ingin melakukan setting melalui SMS (atau mungkin lazim disebut OTA), dari halaman FB kita juga bisa melakukannya. Cukup masuk ke Account Setting --> Mobile. Dari sini kita sudah bisa mengatur semuanya. Masukkan nomor handpone dari provider manasaja, lalu banyak pilihan yang bisa dipelajari sendiri. (note : Kemampuan bahasa Inggris dasar sangat dibutuhkan disini)
Kemudian setelah selesai klik Save Changes, dan mulai sekarang kita bisa update status FB dari manasaja, kapan saja dan dimana saja semudah mengirim SMS. Tidak perlu repot jalan ke warnet. Lagipula fasilitas ini akan memberitahu kita bila ada teman yang memberikan komentar, poke, pesan dan menulis di dinding kita, lebihnya pula kita bisa membalasnya via SMS juga.
add aku ya,
Redha Herdianto
Jiglu tak lagi gratis
Jiglu, apa itu? Ok… disini saya jelaskan tentang sebuah mahluk bernama Jiglu.
Jiglu diluncurkan pada 15 Oktober 2007, merupakan situs komunitas pintar yang menyiapkan layanan untuk mengumpulkan isi konten dan me-link kedalam topik yang sama.
Kalau dulu saya pernah menulis tentang sebuah layanan otomasi tag yang gratis, maka layanan itu bernama Jiglu. Dalam tulisan beberapa bulan lalu saya sempat menyukai dan menyanjung Jiglu, karena baik hati. Dengan kemudahannya melakukan generalisasi dan otomatisasi pengumpulan tag melalui kata yang selalu diulang-ulang menyebabkan pelacakan tulisan kita oleh pembaca begitu mudah, bahkan melakukan eksternal link ke situs atau blog yang memakai layanan yang sama. Dapat dibayangkan betapa meningkatnya traffic pengunjung dalam beberapa waktu.
Sayangnya semakin dengan meningkatnya jumlah pengguna dan berkembangnya perusahaan ini, mereka membuat sebuah keputusan untuk memutuskan kontrak dan layanan gratis mereka, serta membagi dua domain. Jiglu untuk situs komersil (saya bingung cara daftarnya), dan Jigluhood untuk komunitas (gratis daftar dan membutuhkan undangan/invite dari pengguna sebelumnya).
On 1 November 2009, Jiglu Ltd discontinued its Jiglu.com consumer service.
Over the past two years our focus has returned to the enterprise market where we started out. Because of this we decided to discontinue our consumer service so we could fully concentrate on our enterprise customers.
Thank you to all our past users for your support of Jiglu.com.
Dan ternyata juga mereka menghapus seluruh database pengguna, hingga mesti daftar ulang dan sampai sekarang saya masih kesulitan mencari link widget-nya. Buat yang belum punya akun saya kasih saran daftar disini, lumayan buat cari ide menulis dalam bahasa Inggris soalnya isi komunitasnya merupakan blogger dan penulis aktif.
salam inspirasi,
Redha Herdianto
Kue Srikaya
Srikaya - kadang disebut buah nona - merupakan buah yang unik karena bentuk, tekstur dan warna. Berasal dari daerah tropis, dan daging buah di bijinya sangat tipis. Nah, ini yang membuat saya bertanya bagaimana cara membuat Kue Srikaya. Apakah mengelupas dagingnya yang begitu tipis, rajin banget. Sampai akhirnya teman saya menjelaskan bahwa bahwa srikaya cuma namanya saja, pembuatannya tetap menggunakan tepung beras.
Makanan yang biasanya disajikan sebagai hidangan penutup ini akan lebih nikmat bila dimakan dengan ketan. Asal jangan banyak-banyak karena akan menimbulkan rasa kenyang, hehe…. Bagi yang berminat ber-eksperimen dan belajar membuatnya dirumah, resepnya bisa dilihat disini, IndonesianFoodWeek. Atau googling saja dengan keyword, resep kue srikaya.
penggemar kuliner,
Redha Herdianto
NexianBerry is in my hand
Setelah terjadi tragedi kehilangan sahabat perjalanan, Nokia 2112, beberapa bulan lalu. Sebenarnya aku sudah punya gantinya. Ditambah lagi dua gadget yang sama (versi GSM) aku ganti juga, Nokia 1100 dan Sony Ericsson R306. Sayangnya tepat kemarin Sony Ericsson-ku mengalami kerusakan sistem operasi.
Dimulai dari Kamis malam tenaga batere Sony Ericsson (SonEr) nya habis total, so aku charging mulai 18.30 hingga 22.30 WIB, dan belum juga ber-status batere penuh (full). Aku matikan hingga menjelang subuh, dan aku lakukan charge kembali, sambil jatuh ke lantai dalam jarak ketinggian 10 cm. Ternyata dalam hitungan detik, SonEr mulai mengadakan getaran aneh serta muncul tulisan “Masalah Serius, Hentikan Pengisian, Hentikan Pemakaian. Segera Hubung Sony Ericsson terdekat”.
Wow, ada apa ini?
Aku coba hidupkan, alhamdulillah masih bisa. Segera back-up phonebook dan foto-foto. Ternyata yang rusak adalah sistem didalamnya, terbukti dengan tidak berfungsinya tema dan wallpaper. Lainnya fine-fine aja. Langsung deh meluncur ke sentra ponsel di Mall Kartini. Trus, ditawarin NexianBerry model G522, bisa dibeli dengan metode tukar-tambah. Asyik punya handphone baru.
Nexian, handphone produk China yang mirip dengan BlackBerry (BB) ini memang sedang nge-trend bagi yang ingin bergaya tapi mempunyai kemampuan budget pas-pasan (just like me). Dual GSM jadi nggak repot bawa dua handphone, ukuran besar dan sayangnya tidak ada fasilitas Bluetooth. NX-G522 ini sebenarnya gadget anyar dari Nexian yang menggandeng provider Telkomsel. Di iklan harganya cuma Rp. 599 ribu, tapi realitanya dijual dipasaran dengan harga Rp. 750 ribu. Lucunya lagi sinyalnya ternyata tidak sekuat handphone Sony Ericsson di rumahku. Ehmm… however, i still feel grab the NexianBlackBerry in my hand.
salam inspirasi,
Redha Herdianto
Microsoft Security Essentials
Kalau sebelumnya saya cuma menampilkan cuplikan artikel tentang AVG, maka postingan kali ini menampilkan pemenang kedua dari ujicoba yang dilakukan majalah PCPlus edisi 345, yakni antivirus Microsoft Security Essentials (MSE). Tertulis versi yang digunakan oleh PCPlus dalam pengujiannya adalah MSE 1.0.1611.
MSE sendiri merupakan antivirus gratis yang dikeluarkan oleh perusahaan raksasa Microsoft guna menggantikan Live OneCare yang tidak gratis alias berbayar. Mengutip dari rilis yang diungkapkan oleh Microsoft, keluarnya MSE bukanlah untuk menyaingi antivirus gratisan yang sudah lebih dulu ada, selain ditujukan bagi orang yang belum terlindungi.
Sebelum instal besarnya file Microsoft Security Essentials (MSE) adalah 8.6 MB. Ini lebih kecil yang yang dimiliki AVG. Setelah di-instal MSE membutuhkan waktu sekitar 59 detik. Waktu ini sudah termasuk waktu untuk melakukan validasi keaslian Windows. Kalau koneksi internetnya lelet, instalasi bisa berjalan lebih lama.
Untuk kecepatan scan, MSE menyelesaikan proses scan USB flash disk berukuran 4GB yang terpakai 1.88GB dalam waktu 16 detik.
Antivirus yang disebut baik adalah antivirus yang bisa meletakkan proses scan di belakang layar, sehingga antivirus dapat bekerja mencari serta membasmi virus penganggu tanpa membuat komputer menjadi lambat. Pada saat PCPlus melakukan konversi file multimedia dibutuhkan waktu selama 58 detik.
Dalam soal mengenali flashdisk ber-virus, MSE dengan mudah menemukan worm Win32/Nuqel.A, worm Win32/Autorun.inf, dan Trojan Win32/Ircbrute. Nuqel itu sama dengan Autoit, Ircbrute sama dengan BackDoor.Generic, sedangkan Autorun.inf merupakan alias dari Autorun.BR. Semua malware ini dapat dibasmi oleh MSE. Kesimpulannya MSE unggul dalam hal waktu scan dan instalasi.
*gambar diambil dari topnews
*dikutip dari PCplus edis 345 | Tahun IX | 27 Oktober-09 November 2009
salam inspirasi,
Redha Herdianto
Anak Anak Bajang (review)
Judul : Menggiring & Diantara Anak Bajang
(catatan dari mimpi ke perjalanan menuju puncak)
Penulis : I Gede A.B. Wiranata
Penerbit : Percetakan Universitas Lampung
Tahun : 2009
Tebal : 80 halaman
ISBN : 978-602-8616-19-5
Buku ini saya dapat ketika meliput acara pengukuhan guru besar pak Gede (panggilan akrab I Gede A.B. Wiranata) di Gedung Serba Guna Unila, Selasa (10/11). Buku saku ini merupakan bagian dari souvenir yang telah disediakan di meja registrasi depan pintu masuk. Sebuah persiapan yang matang untuk menyambut pencapaian tertinggi dari sebuah profesi akademik seorang dosen, Guru Besar.
Buku saku ini isinya sangat menarik. Sebuah catatan perjalanan hidup dari seorang Guru Besar, dan dapat dibaca dalam waktu sebentar, namun makna yang mesti dipikiran tidak sebentar. Perjalanan hidup tidaklah mudah untuk dilupakan, baik yang mengalami pun yang membaca dan mendengarkan ceritanya. Dari buku saku ini saya dapat mengetahui bahwa sebuah tujuan yang dimulai dari mimpi tidaklah sesuatu yang mustahil, asal ada kemauan dan tekad yang kuat.
Dari buku ini pula saya dapat memahami kenapa pak Gede dapat ‘menelurkan’ puluhan buku tentang permasalah Hukum di Indonesia (beliau adalah Guru Besar Hukum Perdata - Hukum Bisnis). Ternyata hasil pengasahan ilmu korespondensi sangat berguna.
Mengenai isi dari buku saya pikir cukup untuk sebuah buku biografi sederhana. Sayangnya alur bercerita dari pak Gede kurang tersusun rapi. Dalam bab-bab awal yang mestinya hanya mengisahkan tentang masa remajanya sudah diselipkan cerita ketika dia sudah kuliah. Intinya alur yang digunakan masih maju-mundur, ini yang menyebabkan buku ini harus dipahami benar dan tidak bisa diputus ditengah bab, akan tidak nyambung nantinya.
Layout buku sangat sederhana, ini yang saya kurang suka dari penerbit Universitas Lampung. Mungkin upgrade kemampuan desain grafis sangat dibutuhkan oleh staf disana. Ditambah tidak ada informasi jelas mengenai kemana buku ini akan di-distribusikan, apakah di toko buku atau di perpustakaan Unila. Kalaupun ada cuma dipajang satu, dan pernah saya tanyakan kepada petugas sirkulasi perpustakaan pusat cuma dijawab tidak tahu dan mesti tanya sama kepala UPT Perpustakaan di lantai 3. Sebuah kesulitan dalam akses ilmu, pikirku. Padahal buku ini harusnya menjadi pegangan wajib mahasiswa Unila, selain lebih murah juga menunjang perkuliahan dari dosen bersangkutan, ilmu dari civitas akademika-nya sendiri. Daripada hanya menjadi konsumsi terbatas yang tidak bisa diketahui oleh masyarakat luar Unila.
Secara singkat saya memberi bintang dua untuk buku saku biografi ini. Unik, ringkas dan dipersiapkan dalam waktu singkat. Apalagi ada bab khusus memuat kesan dari para mahasiswa dan alumni bimbingan. Sebuah karya yang patut ditiru oleh Guru Besar Unila yang lain.
heil Unila,
Redha Herdianto
AVG AntiVirusGratisan
Antivirus merupakan piranti lunak (software) untuk membentengi dan mencegah masuknya program perusak (virus, malware, adware, worm, trojan) ke dalam komputer, serta membasminya bila sudah terlanjur masuk tanpa izin dan tanpa diundang.
Tulisan ini merupakan hasil rangkuman dari ujicoba yang dilakukan majalah PCPlus terhadap 4 (empat) antivirus mode tidak berbayar alias gratis. Didapat dua pemenang yaitu AVG dan Microsoft Security Essentials (MSE), dilihat dari file instalasi, kecepatan scan dan minimnya penggunaan resources, serta kemampuan mengenali virus. Versi antivirus yang dipakai adalah AVG Free Edition 9.0.686 dan Microsoft Security Essentials (MSE).Kali ini saya cuma akan menampilkan AVG terlebih dahulu, sebab ini yang paling familiar di lingkungan kerjaku.
AVG berukuran 71.24 MB. Anda mungkin mendapati AVG yang berukuran kecil, tapi begitu diinstal, AVG itu akan mencari koneksi internet kemudian mengunduh (download) berbagai macam file. Hasilnya kira-kira akan menjadi 70 MB.
AVG diinstal dalam waktu 5 menit 30 detik. Setelah instalasi selesai, tanpa tanya-tanya AVG melakukan update. Kalau proses update dihitung, instalasi AVG baru selesai 2 menit kemudian. Jadi sampai tombol “finish” muncul, waktu yang dibutuhkan 7 menit dan 22 detik.
Kecepatan scan sebuah USB flash disk berukuran 4GB yang terpakai 1.88GB ternyata dilakukan AVG Anti Virus dalam waktu 25 detik.
Sedangkan untuk kasus Penggunaan Sumber Daya Komputer, sebuah ujicoba yang dilakukan PCPlus adalah meng-konversi 10 file WAV menjadi MP3 menggunakan iTunes. Tanpa antivirus berjalan, proses ini akan selesai dalam waktu 54 detik. Dan saat AVG berjalan, konversi baru selesai dalam hitungan 56 detik.
Lalu, dalam kemampuan mengenali virus, AVG berhasil mengenali adanya Worm/Autoit, AAZW, BackDoor.Generic_c.CNC, dan Worm/AutoRun.BR. Kesemuanya bisa dibersihkan dengan AVG.
Tapi bila anda berminat menggunakan antivirus AVG ini, ada baiknya perhatikan baik-baik spesifikasi dan kemampuan hardware komputer anda, seperti yang sudah diulas mendalam oleh Mamang Harid ini.
pengguna NOD32,
Redha Herdianto
Majalah Bobo
Siapa yang tidak kenal majalah satu ini. Dengan icon manusia kelinci berbaju dengan huruf "b" di dadanya ini pasti familiar bagi kita (anak-anak) yang suka membaca. Kalau aku dulu paling sering beli majalah ini di rumah sakit, bisa pas sakit atau pas iseng silaturahmi sama dokter di Rumah Sakit Abdoel Moeloek sembari minta resep obat (bisa juga disebut berobat sih).Menjelang dewasa pada umur-an SMP, aku sudah tidak mengenal dan membeli lagi majalah anak-anak favorit ini. Aku lebih suka membaca komik Dragon Ball dan kamus Bahasa Inggris. Bagiku lucu saja kalau aku mesti menenteng majalah tipis dengan penuh warna dan bertema Oki dan Nirmala atau Bona, gajah kecil berbelalai panjang.
Seiring berjalannya waktu, majalah Bobo yang memiliki reputasi dan
sejarah panjang ini mulai menarik diri dan menyesuaikan dengan zaman. Beradaptasi dengan cara berpikir anak-anak sekarang. Belakangan aku juga baru tahu kalau majalah Bobo merupakan adaptasi dari negeri Belanda. Mungkin ini juga termasuk politik etis (politik balas-budi) yang dijalankan oleh penjajah kita tersebut. Lalu dengan merebaknya penyihir (sok) ganteng, Harry Potter. Mulailah banyak majalah-majalah yang mengusung tema Harry Potter, tidak terkecuali Bobo.Demi melihat kelas Slytherin-ku akhirnya berburu juga majalah masa kecilku ini, harganya berlipat-lipat tapi lebih mudah aku beli. Waktu kecil harganya murah tapi aku nggak bisa beli. Aneh ya. Dari sini aku lihat isinya sudah mulai beda, dan sangat hi-tech. Isi cerpen dan kisah-kisahnya masih lebih berbobot dan mendidik sewaktu kecil dulu. Sekarang isinya sudah didominasi artis cakep dan cantik, dulu isinya adalah orang-orang berprestasi yang membela negara ini. Dulu cerpennya kebanyakan tentang kebajikan, sekarang tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Timpang banget.
Bagaimanapun Bobo telah mengukir sesuatu di hatiku, dan itu tidak bisa dihapus begitu saja. Mudah-mudahan masih diproduksi pas aku sudah punya anak nanti. Like Father Like Son, kalau Abi-nya dulu suka baca, siapa tahu anaknya juga bisa jadi kutu buku. Tinggal nyari Ummi yang tepat aja. Tapi sekarang klik dulu biar masuk list fans Bobo di Facebook. Kalau mau baca majalah onlinenya ada disini.
salam inspirasi,
Redha Herdianto
Klasifikasi Permasalahan User Wireless di Unila
Sebagai admin yang bertugas menerima pendaftaran mahasiswa untuk layanan free hotspot di lingkungan Universitas Lampung, kadang merasa kesal sendiri dengan banyaknya keluhan yang ada. Bukan mau lari dari tanggung jawab, cuma merasa para mahasiswa tersebut lebih senang melakukan jalan pintas atas permasalahan mereka ketimbang belajar dan mencoba terlebih dahulu lalu bertanya, meski sudah jelas tugas kami hanyalah menerima pendaftaran bukan keluhan.
Meskipun begitu jangan ditanya kesibukan kami yang hampir tiap hari terdapat puluhan mahasiswa/mahasiswi yang mendaftarkan laptopnya, artinya setiap hari toko-toko komputer pasti berhasil menjual barang dagangannya kepada mahasiswa Unila. Selain, mahasiswi yang cantik-cantik kadang meruntuhkan iman dan menggoda untuk di-candai. Kaum seperti merekalah yang sulit untuk ditangani dan ditolak ketika meminta solusi permasalahan wireless.
Iseng-iseng saya mengumpulkan beberapa komplain yang paling sering ditanyakan dan terjadi di kalangan pengguna fasilitas free hotspot Universitas Lampung. Antara lain :
- Memakai kaos oblong/T-Shirt saat mendaftar (ini melanggar Kode Etik Mahasiswa).
- Mendaftar/registrasi lagi padahal Login hanya mengalami expired (ini menandakan mahasiswa tersebut tidak jeli sama tulisan dibawah Login Form).
- Tidak bawa pena/alat tulis (jadi bingung gimana cara mereka kuliah).
- Tidak punya notebook/laptop (nekad mau daftar aja)
- Tidak bisa baca tulisan - TUTUP/ISTIRAHAT - yang dipasang di depan pintu masuk.
- Tidak tahu kalau Sabtu adalah hari libur bagi institusi pemerintah/publik.
- Tidak mengetahui cara menghidupkan wireless pada laptop/notebook (cuma bisa ngidupin gak pernah baca manual guide).
- Driver wireless belum di-install.
- Laptop tidak support dengan wireless. Biasanya yang masih zaman pentium-III (butuh tambahan Wireless Card eksternal).
- Terjadi downgrade pada Laptop/Notebook. Biasanya dari Windows Vista berubah jadi Windows XP, tanpa melihat perubahan pada setting-an BIOS.
- Browser men-disable penjelajahan situs (biasanya rusak karena virus).
- Berpikir bahwa jangkauan sinyal hotspot Unila mencapai kost atau rumah mereka (faktanya jangkauan sinyal kurang dari 100 meter dari titik radio).
Sebenarnya masih banyak permasalahan yang bisa dipetakan. Namun dari beberapa masalah diatas ditambah beragamnya karakter mahasiswa (lebih tepat disebut SMU kelas 4) sudah menghabiskan waktu dan menambah panjang antrian dibelakang. Ada yang bisa dengan penjelasan satu kali, ada yang sok diplomatis, ada yang maksa dengan gaya preman, bahkan ada yang pasrah minta diurusin asal beres dengan modal uang jajan mereka yang lebih dari cukup, dipikirnya kita cowok matre kali ya.
Luar biasa pengalaman kerja disini. Asal bisa dinikmati dan dikerjakan dengan ikhlas semata-mata karena ibadah, maka semua permasalahan hanya akan menjadi ladang belajar yang lebih luas.
admin hotspot Unila,
Redha Herdianto
Indonesian Breakfast Heritage
Sarapan adalah salah satu rahasia untuk menjaga kesehatan. Tak peduli seberapa sibuknya Anda, penting untuk mengisi bahan bakar untuk tubuh Anda sehingga energi Anda terpenuhi sepanjang hari. Sarapan memberi modal energi pada Anda untuk beraktivitas sepanjang hari.
Sudah menjadi kebiasaan bangsa Manusia untuk mengawali pagi dengan aktivitas makan pagi hari (baca: sarapan), kecuali Senin dan Kamis. Bagi mereka yang berada di belahan bumi bagian barat sana, mungkin roti, keju dan susu sudah menjadi hal lumrah. Hanya di Indonesia makan yang mengandung karbohidrat berat lah yang lumrah. Jadi ingat kalau di desa-desa sebelum berangkat ke ladang sarapan pisang goreng dan minum teh manis hangat sambil mempersiapkan segala sesuatunya sangat bijak terasa.
salam inspirasi,
Redha Herdianto
Faisal Hussein Wong
Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?
Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris
yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.
Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.
Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.
Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.
Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.
Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.
Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.
Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.
Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.
Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.
Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin. (kaskus)
salam inspirasi,
Redha Herdianto
Makan romantis di Angkringan
Angkringan adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman. Makanan yang dijual meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telor puyuh, kripik dan lain-lain. Minuman yang dijualpun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe dan susu. Semua dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Angkringan juga terkenal sebagai tempat yang egaliter karena bervariasinya pembeli yang datang tanpa membeda-bedakan strata sosial atau SARA. Karena harganya yang murah. Akrabnya susana dalam angkringan membuat nama angkringan tak hanya merujuk kedalam tempat tetapi ke suasana. (wikipedia)
Udah lama pengen nulis ini. Kira-kira sudah 4-5 bulan ini muncul mahluk bernama Angkringan di Lampung. Satu di lapangan Saburai, dan satu di depan gerbang Universitas Lampung.
Meski judul tulisan ini makan romantis, tapi aku belum pernah melihat ada pasangan makan disini. Mungkin mereka belum merasakan aura kebebasan disini. Makan di pinggir jalan, menyeruputi kopi joss panas sambil bercanda dan menikmati lampu jalanan sambil menghitung berapa banyak kendaraan yang lewat. Hmm… rasanya romantis banget, mengingat kalau malam pencahayaan (lighting) depan Unila sangat menentramkan. Kapan ya aku makan bareng pasanganku disana, yang ada juga selama ini sama temen-temen kantor.
laper,
Redha Herdianto
antara KosaKata dan Imajinasi
Seringkali kita terbius oleh keindahan bahasa dari sebuah novel yang sedang kita baca, jangankan beranjak berdiri, rasanya memikirkan hal lain pun sangat sulit dilakukan. Yang tercipta di otak kita adalah alur cerita yang sedang dipahami, bahkan tidak sedikit yang membayangkan menjadi aktor utama dalam sebuah cerita novel, baik fiksi maupun non-fiksi.
Kenapa begitu? Sebab imajinasi yang diciptakan oleh penulis terasa sangat kuat dan hampir saja kita mempercayainya sebagai hal yang nyata terjadi, meski kiblat bacaan yang kita baca adalah non-fiksi.
Saya jadi teringat sebuah kalimat yang diucapkan oleh pimpinan lembaga waktu saya les bahasa Inggris dulu, “Kalau rajin baca, pasti suatu hari bisa buat novel sendiri,” ujarnya. Hhmm… apakah betul bisa, atau itu sebuah hiburan belaka. Sebab hampir semua penyuka aktivitas membaca selalu bermimpi untuk bisa menerbitkan tulisannya dalam bentuk buku, dan mereka jadi seorang penulis. Titik, cuma itu.
Setelah beberapa tahun saya baru sadar bahwa benar juga ungkapan tersebut. Ini ada hubungannya dengan pengumpulan kosa kata dan pelatihan membuat imajinasi. Semakin banyak membaca maka akan semakin ingat kata yang banyak digunakan, majas, cara menulis dan bercerita, sehingga kita tidak akan pernah mengalami sebuah keadaan stuck dimana ide habis dan bingung cara mengungkapkan sebuah kalimat. Tetapi jangan samakan imajinasi dengan khayalan (meski dari dulu aku menganggapnya sama) sampai saya menemukan sebuah tulisan apik dari situs Akar Padi :
IMAJINASI atau imajinasi, sesungguhnya telah diakrabi oleh sedemikian banyak manusia. Kendati demikian, pemahaman atas imajinasi, masih cenderung disalah-tafsirkan. Sebagian besar orang memahami imajinasi sebagai khayalan, yang sesungguhnya merupakan ilusi dan fantasi. Keduanya berbeda dengan imajinasi.
Dari dua hal ini bisa dipastikan kalau saja kita mau meluangkan waktu beberapa jam lamanya membaca dan menghayati sebuah alur cerita, maka kedepan dengan mudahnya melakukan hal yang sama, menulis. Dan fakta bahwa biasanya penulis hebat memiliki kecenderungan lurus dengan kesenangannya membawa karya tulis lainnya.
*gambar diambil dari situs Motivasi Hidup
suka membaca,
Redha Herdianto
Palembang - BKB - Pangkalan Balai
[PALEMBANG] lovely city... I guess this is my last presence in this city
Inilah alasan terkuat terakhir bagiku mengunjungi kota ini. Kota empek-empek yang bagiku memiliki aura tersendiri bagi sudut hati terdalam. Kota ini padat sesak tapi kenapa aku merasa nyaman sekali ada di kota yang suhu panasnya bisa membakar kulit ini.
Kemarin kami sekantor mengunjungi kota ini guna menghadiri akad nikah dan resepsi pernikahan rekan kerja di Pangkalan Balai, satu jam lebih perjalanan dari tengah kota Palembang. Karena resepsi berlangsung hari minggu, kami berangkat dari Lampung Jumat sore, hingga Sabtu (pas weekend) sudah ada di Kota Palembang buat jalan-jalan keliling. Mulai dari Benteng Kuto Besak (BKB), Museum untuk wisata pendidikan, ke 26 ilir untuk makan Mie Celor (wisata kuliner) dan ke Palembang Trade Center (PTC) untuk wisata hiburan.
[PALEMBANG] Museum Sultan Mahmud Badarudin II... wisata pendidikan selalu menyenangkan
Lengkap sudah hari itu. Kebetulan juga ada event yang diadakan KPK, jadilah berburu gelang Anti Korupsi, pin, stiker dan buku pengetahuan umum korupsi.
Kebetulan kami ber-delapan, jadi enak buat diajak keliling, ramai dan banyak pendapat yang muncul. Enak. Lucunya dalam beberapa kesempatan saya bertemu dengan teman-teman yang berasal dari Lampung juga, siang ketemu dengan staf EO (event organizer) acara KPK di PTC, maghrib ketemu sama senior dan teman-teman kuliah yang kebetulan akan melakukan tes CPNS KPK di GOR Palembang keesokan harinya.
[PALEMBANG] Benteng Kuto Besak. elok nian sungai musi sore hari,hal spt ini yg bkl ngangenin dan akan HILANG,gak tau kpn kesini lagi...
Pada hari Minggu-nya kami memang tidak turut Ayah ke-kota, naik delman istimewa. Melainkan turut serta akad dan resepsi Sony Ferbangkara dan Dwi Sumarwati di Pangkalan Balai, naik Innova istimewa kududuk dikursi belakang. Sore kami pulang dengan perasaan senang, dan dalam hati aku cuma bisa berkata, “Farewell lovely city, and i have no reason anymore to be here, take care”.
*beberapa quote diatas merupakan status FB saat disana
salam inspirasi,
Redha Herdianto


