Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Buras in review

Hampir setiap media massa memiliki kolom unggulannya sendiri-sendiri, meski dia bukanlah media mainstream. Misalnya Jakarta Post, atau Pos Kota dengan kartun-kartun kritik sosialnya. Untuk lini daerah Lampung misalnya, ada Radar Lampung dengan DeTeksi-nya (kolom khusus anak muda), dan Lampung Post dengan kolom Buras (Bukan Rahasia) oleh sang Pemimpin Umum, Bambang Eka Wijaya.

Buras sendiri merupakan sebuah kolom kecil yang selalu ada di depan harian Lampung Post (Lampost). Dibawakan secara apik oleh beliau, dengan cerita-cerita lucunya dan mengena langsung ke sasaran. Karena memiliki pangsa pasar sendiri seingat saya beberapa tahun yang lalu sempat dibuat buku. Tebal dan diedarkan di Gramedia. Dan kini karena sedang marak media online, maka Buras sudah dituangkan dalam blog, Buras-Lampost. Dan tulisan ini hanya ingin sedikit me-review blog tersebut dalam perspektif saya pribadi. Mari ^_^

Buras - Lampung Post Background blog ini berwarna abu-abu, sangat tidak mengenakan melihatnya. Awalnya saya pikir ini merupakan hasil dari loading yang tidak berhasil. Tapi setelah ditunggu memang warnanya ini. Selain kesannya tidak maksimal, warna abu-abu (grey) membuat tulisan artikel dan menu menjadi tidak jelas.

Header nya rusak. Kalau sempat buka, maka di pojok kanan bakal ada kotak kosong bertuliskan ‘avatar’. Ini berarti image header hilang.

Widget sudah lumayan bagus penempatannya. Meski sepertinya asal taruh dan terima jadi, beberapa tidak di-sesuaikan dengan kebutuhan. Misal, pencarian masih bertuliskan submit, ini bakal dikira masukin tulisan ke dalam blog ini. Lalu kata kunci (blogumulus) kenapa ditaruh diatas artikel, ini sangat mengganggu kenyamanan pembaca. Apalagi hanya sebaris dan memiliki space cukup besar membuat artikel agak turun kebawah. Terakhir yang menjadi perhatian adalah widget tags, di pojok kanan bawah. Tidak harus dibuat sepanjang itu, apalagi setiap posting dibuat tags baru. Ini bakal membuat template memanjang kebawah dan tidak rata dengan jumlah postingan di halaman muka.

Iklan ini yang membuat saya bingung. Buras adalah media pengenalan dari Lampost dengan cara ekspansi pasar, dan hanya berfungsi sebagai media penghubung dengan cara link. Harusnya (paling tidak menurut saya) tidaklah dibutuhkan iklan-iklan, apalagi model Amazon, buat berat loading. Kecuali di amazon tersebut hanya menjual buku terbitan penulis atau yang berhubungan dengan Lampung Post dan Media Indonesia Groups.

Sedangkan beberapa saran yang bisa saya berikan adalah sebagai berikut:

Menu Atas dihilangkan yang tidak perlu, ada dua menu yang belum diisi. Ini akan menimbulkan pertanyaan apakah blog ini serius diurusin atau tidak.

Widget, diperbaiki saja seperti yang sudah dibahas diatas. Menu pencarian sebaiknya diambil dari widget official saja. Iklan hilangkan saja, karena membuat HTTP Request jadi kemana-mana. Lalu, widget tags pake yang flash kalau mau sehingga irit tempat dan satu lagi adalah perlunya dibuat sistem kategori untuk setiap tulisan. Lebih memudahkan pembaca.

Artikel dibuat justify (rata kanan-kiri) biar enak dibaca. Kemudian, pemotongan artikel jangan sepanjang itu, lebih baik dihitung per-160 karakter. Kalau bisa lebar (width) template ditambah. Kalau tidak bisa cari template yang baru.

salam inspirasi,
Redha Herdianto

3 komentar:

blackgerry mengatakan...

bilang ajah langsung ama dede dar ...

wi3nd mengatakan...

kirain makanan he he..
[arem arem klu bahasa jawanya]

ternyata review..

mreka baca her?
klu baca nda papa,jadi mreka bisa perbaiki,

klu nda baca sayan9 her,jadi nda tau dianya,kan demi kebaikan :)

*cuma usul ^_^*

herdianto mengatakan...

@blackgerry: iya, blm ada kesempatan ketemu. titip salam aja sekalian sama loe

@wind: sptnya bakal tdk dibaca langsung oleh mereka koq wind, gpp. paling tdk ngasih tau sama para blogger klo penampilan itu (kadang) penting ^_^