Rangkaian filosofi hidup

Terhitung sudah lima hari di awal Maret ini terlewati, hanya kalau dilihat baru satu postingan saja yang masuk dan update di blog ini. Ditotal hampir dua minggu ini kering ide baru untuk masuk dan layak dibaca.

Mulai dari menumpuknya kerjaan, kesibukan luar kantor yang lumayan menyita waktu, sampai kejadian-kejadian metafisik diluar nalar dan menimbulkan banyak pertanyaan yang kemudian dijawab oleh logika dan perasaan secara filosofis. Akhirnya muncullah rangkaian filosofis hidup ini.

Kalau ada yang mulai tidak mengerti artikel ini, silahkan lanjutkan membaca. Sebab saya cuma ingin curhat secara acak saja.

Kerjaan minggu-minggu ini seperti tidak ada habisnya, selalu saja ada. Padahal harusnya aku bersyukur karena itulah tandanya semua reporter yang kumiliki dapat bekerja secara maksimal. Dan artinya juga aktif kegiatannya mulai dari dosen hingga mahasiswanya.

Lalu kegiatan luar kantor adalah membantu dalam pembuatan Unila Dalam Angka, yang alhamdulillah setelah dua bulan perjuangan panjang dapat ACC juga. Berarti inilah puncak kesenangan dari proyek PNS-PNS itu, cair honornya. Pun halnya diriku ini, pasti kecipratan juga, hehe… lumayan buat makan-makan.

Kejadian yang cukup meresahkan adalah hasil dari kedua kegiatan diatas (yang telah disebutkan sebelumnya), konsekuensinya adalah hampir dua minggu aku cukup tersiksa dengan emosi yang meluap-luap dan sulit untuk dikendalikan. Akhirnya inilah yang membuat aku memutuskan silaturahmi dengan dua orang, dan satu lagi musuhan. Jadilah aku berusaha mundur dari satu tim yang kami berdua bekerjasama. Meski aku yakin tidak akan ada orang lain lagi (sok pede aja).

Benar kalau dikatakan bahwa tua itu pasti dan dewasa itu pilihan. Mungkin ini yang belum bisa aku dapatkan dari hidup selama ini, aku masih belum dapat maksimal mengendalikan emosi. Meski sudah diupayakan, sampai belajar jiwa Budo pada beladiri Aikido. Tapi aku yakin inilah salah satu jalan Allah untuk memberiku kekuatan dan bekal perjalanan hidupku esok hari. Amiin. Inilah rangkaian filosofis hidup yang kujalani dan aku yakin pasti belumlah selesai.

salam inspirasi,
Redha Herdianto

3 Responses to "Rangkaian filosofi hidup"

  1. Klo laper n pgen makan blh aj nggak sabar...krn sy jg kepingin. Apalagi abz proyek...xixixix...tp inilah hidup yg penuh pilihan :)

  2. gravatar ceSper says:

    amiinn..
    *nda mau komen9 panjan9 hehe*

  3. @aqidi: iya pilihan siapa yang memakan dan siapa yg dimakan.

    @ceSper: amiin..juga, namanya jadi aneh ^_^

Leave a Reply

Terima Kasih Sudah Mau Berkunjung ke Blog ini..