Or perhaps in Slytherin you'll make your real friends, those cunning folk use any means achieve their ends. And power-hungry Slytherin loved those of great ambition. We Slytherins are brave, yes, but not stupid.

Pertarungan para dewa (review)

Clash of The Titans

Melihat judulnya aku membayangkan film ini dipenuhi dengan pertarungan dahsyat para penghuni Olympus. Kilatan petir Zeus melawan gulungan badai ombak Poseidon, tidak luput juga Hades dengan kemurkaannya mengerahkan seluruh pasukan kegelapan melawan para dewa. Disusul dengan munculnya ribuan monster ciptaan cahaya dewa. Apollo, Aprodhite, Hera, Athena, Ares, Hercules dan Medusa ikut serta dalam konspirasi tersebut.

Sayangnya ini adalah cerita rekaanku saja, anda tidak akan menemukan plot sekeren ini dalam film ber-title Clash of The Titans. Anda hanya akan menemukan plot mendatar dalam film tersebut. Meski harus diakui animasinya oke punya, mulai dari kemunculan Hades, pedang Olympus dan kuda Pegasus. Pertempuran yang paling keren cuma dua scene, melawan kalajengking dan Medusa. Selebihnya, anda akan diberi kekecewaan.

Disebutkan bahwa Hades ingin merebut kekuasaan Zeus dengan mengorbankan keserakahan manusia, dan memanfaatkan kelemahan penguasa Olympus tersebut atas cinta manusia. Sayangnya semua usahanya gagal, Kraken mahluk kejam yang merupakan darah daging Hades kalah oleh Perseus yang menggunakan kepala Medusa untuk merubahnya menjadi batu. Inilah bagian lucunya. Padahal Krakenlah yang berhasil mengalahkan Kronos, ayah dari ketiga dewa besar (Zeus, Poseidon, Hades) sehingga kemudian dunia dibagi menjadi tiga bagian, Langit, Laut dan Alam Roh.

Clash Of The TitansPercy Jackson and Lightning Thief

Keanehan lainnya adalah Perseus. Dalam film ini dia adalah anak Zeus, tapi kalau di film Lightning Thief, doi anak Poseidon. Jadi sebenarnya dia ini anak siapa sih? Apalagi bila sempat nonton hingga akhir, Hades yang merupakan salah satu dari ketiga dewa besar, adik dari Zeus, penguasa kegelapan dan alam roh, dapat dengan mudah dikalahkan oleh Perseus dan pedang Olympus-nya. Sungguh merupakan ending yang sama sekali tidak diharapkan.

Oiya, meski kutulis kelemahan film ini beberapa paragraf lagi. Yakin deh pasti anda semua bukannya males nonton, malah akan semakin menguatkan anda untuk menontonnya. Terdapat dua alasan tepat, semakin penasaran atau cuma membuktikan benar tidaknya tulisan ini. Hayoo ngaku, benar khan? Oke ditunggu counter dari artikel ini, via komentar saja. Jangan lebih dari satu minggu ya. Sepakat!

salam inspirasi,
Redha Herdianto

2 komentar:

wi3nd mengatakan...

he he..

aku nonton nda yah?
kemaren sahabatku malah n9ajakain nonton Khan la9i :)

emm insya allah nanti disempetin,aku seeh penasaran pastinya :)

herdianto mengatakan...

@wi3nd: klo cuma pengen menikmati animasi oke punya, ya recomended nih film.